Reuters
Semenjak tahun 1972, Nerazzurri belum pernah lagi menapak final Liga Champions --atau sebagaimana sebutannya dahulu, European Cup. Pun demikian halnya beberapa tahun belakangan saat Inter begitu mendominasi kompetisi Seri A.
Jelang MotoGP Spanyol Stoner Mengejar yang Pertama - Moto GP
Getty Images
Total sudah 20 balapan dimenangkan Stoner di kelas MotoGP sejak dia bergabung di kelas tersebut tahun 2006 lalu. Namun dari jumlah dan periode tersebut dia belum sekalipun jadi pemenang di MotoGP Spanyol.
Catatan terbaik yang bisa dia bukukan di sirkuit tersebut adalah finis ketiga di musim 2009 lalu. Ditambah kegagalan finis pada seri pembuka di Qatar lalu, keinginan Stoner untuk memetik kemenangan pertamanya di Jerez semakin besar.
"Di masa lalu hingga kini, ini bukanlah salah lintasan favorit saya, tapi kami membuat langkah maju tahun lalu dan bisa finis di podium. Kami memulai dari nol pada kesempatan ini dan pada hari jumat kami akan bekerja keras mencari seting untuk balapan," sahut Stoner di MCN.
Selain posisi tiga yang didapat musim lalu, Stoner sejak musim 2006 berturut-turut cuma bisa finis di posisi enam, lima dan 11. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan salah satu jagoan tuan rumah, Dani Pedrosa yang justru selalu naik podium sejak 2005.
"Anda membutuhkan handling yang bagus untuk trek ini dan juga stabilitas yang bagus dan saya pikir arah yang kami ambil terkait pengembangan GP10 akan membantu kami kompetitif di hari Minggu nanti," pungkas Stoner optimistis.
Kualifikasi MotoGP Qatar Ungguli Rossi, Stoner "Pole Position" - Moto GP
Getty Images
Dalam sesi kualifikasi yang dihelat di Sirkuit Losail, Minggu (11/4/2010) dinihari WIB, Stoner tampil gemilang sejak pembukaan sesi. Seketika dirinya keluar dari pit dan melibas trek, pembalap asal Autralia ini langsung menorehkan catatan waktu 1:55,203.
Catatan tersebut lebih cepat dibandingkan dengan Rossi, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo yang lebih dulu turun ke lintasan. Rossi menorehkan catatan 1:57,049, Pedrosa 1:55,392, sementara Lorenzo 1:59,195.
Dua puluh lima menit sesi kualifikasi berlangsung, Stoner terus memperbaiki catatan waktunya. Ia pun kembali menorehkan catatan waktu tercepat dengan 1:55,575. Rossi sempat mematahkan catatan ini dengan lap time 1:55,478.
Pada akhirnya, Stoner sukses memenangi aksi adu cepat dengan Rossi. Rider 24 tahun ini menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1:55.007. Dia unggul 0,355 detik atas Rossi yang menorehkan catatan waktu 1:55,362. The Doctor akhirnya menempati urutan kedua.
Menjadi pembalap tercepat ketiga dalam sesi kualifikasi ini adalah Lorenzo. Pembalap asal Spanyol ini finis dengan catatan 1:55,520. Ia unggul atas Randy De Puniet yang berada di urutan empat dengan catatan waktu 1:55,831.
Melengkapi posisi lima besar adalah Loris Capirossi yang menorehkan catatan waktu 1:55,899. Sementara Pedrosa melorot ke urutan tujuh dengan catatan 1:55,990.
Hasil Kualifikasi MotoGP Qatar
1. Casey Stoner (Ducati) 1:55,007
2. Valentino Rossi (Yamaha) 1:55,362
3. Jorge Lorenzo (Yamaha) 1:55,520
4. Randy de Puniet (LCR Honda) 1:55,831
5. Loris Capirossi (Rizla Suzuki) 1:55,899
6. Andrea Dovizioso (Repsol Honda) 1:55,963
7. Dani Pedrosa (Repsol Honda) 1:55,990
8. Colin Edwards (Monster Yamaha Tech 3) 1:56,005
9. Nicky Hayden (Ducati) 1:56,163
10. Hiroshi Aoyama (Interwetten Honda) 1:56,227
11. Ben Spies (Monster Yamaha Tech 3) 1:56,271
12. Mika Kallio (Pramac Racing) 1:56,283
13. Alvaro Bautista (Rizla Suzuki) 1:56,450
14. Aleix Espargaro (Pramac Racing) 1:56,283
15. Marco Simoncelli (San Carlo Honda Gresini) 1:56,957
16. Hector Barbera (Paginas Amarillas) 1:57,130
17. Marco Melandri (San Carlo Honda Gresini) 1:57,325
Performa Jelek, Trulli Salahkan Mobil - Formula One
Getty Images
Empat balapan Formula 1 telah dilaksanakan. Dari empat seri tersebut, Trulli dua kali hanya mampu finis di urutan 17 yakni di GP Bahrain dan Malaysia. Di China dua pekan lalu ia gagal finis dan seri Australia terpaksa ia lewatkan tanpa berlomba.
Akibatnya, posisi Trulli kian jeblok. Mantan pembalap Toyota tersebut kini bertengger di urutan 22 alias juru kunci di klasemen pembalap.
"Jelas saya tahu ini tidak akan muda bahwa semuanya akan menjadi hal baru dan kami akan butuh waktu. Bagaimana pun saya berharap setidaknya bisa membalap," ungkap Trulli seperti dilansir dari Sky Sports.
"Sebaliknya setelah empat balapan saya tidak ikut sekali dan ketika saya sampai di garis finis, itu karena saya memutuskan harus melihat chequered flag, tapi itu jauh dari kondisi ideal."
"Keberuntungan buruk sepertinya setia menghinggapi mobil saya, semua terjadi kepada mobil saya dan hanya mobil saya. Jadi, hari ini ekspektasi saya belum terpenuhi," sesalnya.
Meski begitu, Trulli menolak untuk menyerah. Pembalap 35 tahun ini meyakini hasil di akhir musim merupakan hal yang lebih penting.
"Masih terlalu dini untuk mengadilinya, kami butuh waktu untuk sebuah penilaian yang reliabel. Saya tahu ini akan sulit tapi saya benar-benar belum membalap. Saya akan melampaui penilaian ini di akhir musim," tuntas Trulli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar