Tingkat kelulusan Ujian Nasional Sekolah Menengah Tingkat Atas di Nusa Tenggara Timur tahun 2010 mengalami penurunan 21,31 persen atau dari 69,23 persen pada 2009 menjadi hanya 47,92 persen pada tahun 2010.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Thobyas Uly di Kupang, Senin mengatakan, peserta ujian nasional (UN) untuk SMA, SMK dan MA mencapai 35.201 orang, namun yang lulus hanya 16.868 orang, sementara 18.333 siswa harus mengikuti ujian ulang pada 10-14 Mei mendatang. "Kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan ujian ulang bagi mereka yang belum lulus pada ujian utama. Sekarang bahan ujian ulang sedang dicetak," kata Uly, Senin, ketika menjawab pertanyaan pers mengenai nasib siswa yang tidak lulus.
Persentase ketidaklulusan yang menempatkan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada urutan terakhir nasional, menurut Uly, disebabkan oleh banyak faktor. Terutama kualitas sumber daya manusia (SDM) pengajar dan otonomi daerah yang terfokus di kabupaten/kota mengakibatkan provinsi tidak lagi memiliki wewenang penempatan guru dan mengatur manajemen peningkatan kualitas.
Data yang diperoleh menunjukkan dari 21 kabupaten/kota di NTT, hanya empat kabupaten/kota yang memperlihatkan grafik meningkat yakni Kota Kupang, Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua, sementara 17 kabupaten mengalami penurunan persentase kelulusan. Bahkan, jumlah sekolah yang tingkat kelulusan nol persen meningkat dari enam sekolah pada 2009 menjadi 18 pada tahun 2010.
Dari hasil UN SMA/SMK/MA tahun ini, katanya, diketahui Kabupaten Rote Ndao meraih tingkat kelulusan tertinggi yakni 81,16 persen, diikuti Timor Tengah Utara (TTU) 71,95 persen dan Timor Tengah Utara 71,89 persen. Sementara kabupaten yang rendah persentase kelulusan adalah Alor yakni hanya 12,83 persen, Lembata 13,06 persen dan Sikka 18,19 persen.
Uly mengaku, Kabupaten Alor dalam tiga tahun berturut-turut menempati posisi paling rendah dalam persentase kelulusan UN tingkat SMA atau sederajat. Kemerosotan persentase kelulusan ini, kata Uly, langsung dilaporkan kepada Gubernur Frans Lebu Raya pada Senin pagi.
Gubernur menyampaikan kekecewaannya atas hasil yang dicapai pada UN 2010 dan meminta Uly untuk melakukan koordinasi dengan semua kabupaten/kota agar benar-benar mempersiapkan peserta yang tidak lulus untuk mengikuti UN ulang pada 10-14 Mei mendatang.
Copyright © ANTARA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar