"Susno harus lebih galak lagi. Susno harus melawan dengan mengeluarkan data-data yang pernah ia katakan. Ini waktunya Susno mengeluarkan 'nuklir' itu," kata Ketua Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Febri Diansyah, saat dihubungi detikcom, Selasa (11/5/2010).
Seperti diberitakan, sebelum lengser dari Kabareskrim, Susno pernah minta dibelikan tiga brankas besar untuk menyimpan data. Meski tidak mau mengungkap data apa yang disimpan, Susno mengatakan data itu akan jadi 'peluru' ketika ia terpojok.
"Susno juga bisa membuka rekening 15 pati Polri yang pernah disinggung waktu ia di PPATK. Jangan sampai jeruji besi menghalangi Susno," kata Febri.
Mengenai penangkapan Susno, Febri menilai hal itu menunjukkan respon berlebihan dari Polri. Alih-alih menyelesaikan masalah internal, penangkapan malah menimbulkan keraguan terhadap proses hukum yang dilakukan Tim Independen Polri.
"Masyarakat akan merasa takut jika mau melaporkan dan membongkar kasus serupa," pungkasnya.
1 komentar:
Ohh..TUHAN...kapankah malapetaka yg telah melanda negeri ku yg malang ini berakhir....???
Posting Komentar