Getty Images (02/05/10).
Chelsea memetik kemenangan penting saat melawat ke Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris. Terancam disalip Manchester United jika kalah di Anfield, 'Si Biru' justru memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 lewat gol Didier Drogba dan Frank Lampard.
Kemenangan tersebut mengantar Chelsea semakin dekat dengan gelar juara Liga Inggris. Dengan hanya satu pertandingan tersisa, The Blues unggul satu poin atas Manchester United yang menguntit di bawahnya.
Ada hal lain yang membuat Chelsea sangat pantas berbesar hati dan optimistis titel juara akan bisa didapat terkait laga kontra The Reds itu. Soalnya, kemenangan tersebut membuat The Blues mencatatkan rekor menjadi satu-satunya tim yang mampu memetik dua kemenangan atas seluruh anggota Big Four dalam satu musim sejak era Premier League dimulai tahun 1992 silam.
Rentetan kemenangan Chelsea atas tiga klub tradisional penghuni empat besar lainnya dimulai saat menang 2-0 ketika menjamu Liverpool di pekan delapan. Masih di Stamford Bridge, John Terry cs empat pekan berselang memetik kemenangan 1-0 saat menjamu The Red Devils.
Pada 29 November 2009, kemenangan besar dengan skor 3-0 diraih saat menghadapi Arsenal. Hebatnya hasil tersebut didapat Si Biru ketika melawat ke Emirates Stadium.
Pertemuan kedua Chelsea dengan Arsenal, di Stamford Brodge tak mengalami banyak perubahan karena anak didik Carlo Ancelotti kembali bisa memetik kemenangan 2-0.
Setelah menundukkan MU dengan 2-1 di Old Trafford pada 3 April lalu, Chelsea akhirnya benar-benar menyempurnakan musim atas The Big Four. Di Anfield, Minggu (2/5/2010), kemenangan dengan skor 2-0 berhasil didapat.
Rekor Chelsea vs Big Four
vs Liverpool (Kandang) W 2-0
vs Manchester United (K) W 1-0
vs Arsenal (Tandang) 3-0
vs Arsenal (K) 2-0
vs Manchester United (T) 2-1
vs Liverpool (T) 2-0...//(02/05/10).
Perayaan Gila Lorenzo di Kolam Jerez
Getty Images (02/05/10).
Foto Terkait
Lorenzo menjadi juara MotoGP Spanyol setelah memenangi pertarungan sengit dengan Dani Pedrosa di lap terakhir. Hasil tersebut mengantar dia sementara memuncaki klasemen pembalap dengan poin dikumpulkan berjumlah 45.
Tapi bukan cuma keberhasilan memuncaki klasemen yang membuat Lorenzo senang luar biasa. Adalah kemenangan pertamanya di Sirkuit Jerez, yang merupakan balapan kandangnya, di kelas MotoGP yang membuat jagoan Yamaha itu melepaskan emosinya yang meluap-luap dengan cara yang tak biasa.
Setelah memastikan menyentuh garis finis di posisi terdepan, Lorenzo memarkir tunggangannya di salah satu sudut lintasan. Dia kemudian berlari kecang dengan masih menggunakan seragam balapnya sejauh beberapa puluh meter.
Tepat di bibir sebuah kolam yang terletak di tengah sirkuit, dia melompat bebas ke dalamnya. Masih menggunakan helm dan baju balap lengkap, pembalap Spanyol itu terlihat asyik berenang di kolam tersebut.
"Saya melihat danau itu pada hari Kamis dan berpikir kalau saya lompat ke sana maka fans akan menyukainya," sahut Lorenzo seperti dikutip dari Autosport.
Satu hal yang disesali Lorenzo dari aksi nekatnya tersebut adalah soal bertambahnya bobot pakaian balap yang dia pakai. Tak lama setelah menceburkan diri, mantan juara dunia 250 cc itu terlihat berusaha berenang kembali ke tepi namun tak kunjung bisa bergerak.
"Tapi saya tak memikirkan soal beratnya pakaian kulit saya dalam keadaan basah dan untuk beberapa saat, saya pikir saya tak akan bisa keluar. Ini hari yang luar biasa. Saya tak percaya saya bisa meraih mimpi ini, di depan fans Spanyol di tempat yang magis ini," seloroh Lorenzo yang harus dibantu beberapa orang untuk keluar dari kolam dan tak ketinggalan acara penyerahan piala di atas podium.(02/05/10).
Pedrosa Tak Yakin Menang Sedari Awal
Getty Images (02/05/10).
Meraih pole position di sesi kualifikasi, Pedrosa dijagokan bakal bisa menang di MotoGP Spanyol. Apalagi di Sirkuit Jerez dia punya rekor bagus karena selalu naik podium dalam lima musim terakhir, dengan dua di antaranya menjadi juara.
Tanda-tanda Pedrosa bakal duduk di posisi teratas awalnya terlihat karena dia tak terkejar di posisi terdepan. Namun penampilan luar biasa Jorge Lorenzo di beberapa lap terakhir, yang berpuncak pada aksi overtaking di putaran terakhir, membuat Pedrosa harus puas dengan podium dua.
Ternyata sejak awal balapan Pedrosa tak terlalu berharap dirinya bisa keluar sebagai pemenang. Itu didasari pada kondisi motornya yang kurang punya daya saing dengan tim lain.
"Yang pertama, saya sendiri bahkan tidak memikirkan untuk bisa memimpin di sepanjang balapan. Saya gugup sebelumnya karena saya tak tahu saya bisa benar-benar bertahan di sana," ungkap Pedrosa usai balapan seperti dikutip Autosport.
"Kemarin saya menjalani lap dengan bagus di kualifikasi, tapi saya tahu kalau ritmenya akan sulit buat kami. Saya terkejut bisa berada di depan," lanjut pembalap asal Spanyol berusia 24 tahun itu.
Meski tak yakin bisa menang sejak awal, gagal juara tetap menimbulkan kekecewaan buat Pedrosa. Namun karena hasil balapan MotoGP Spanyol lebih baik dibanding MotoGP Qatar, dia tetap antusias dengan posisi dua yang akhirnya didapat.
"Okay, posisi kedua dan kehilangan status pemimpin balapan di setengah lap terakhir bukan hasil terbaik. Tapi tentu saja dibanding di Qatar ini adalah hasil yang hebat," pungkas rider yang di seri pembuka itu 'cuma' bisa finis di posisi tujuh(02/05/10).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar