Senin, 10 Mei 2010

Sports

1. Ronaldo di Ambang Rekor Di Stefano



Getty Images

Jakarta - Satu lagi rekor berpeluang dicetak Cristiano Ronaldo tepat di laga pamungkas Liga Spanyol. Jika bisa menjebol gawang Malaga akhir pekan ini, CR9 bisa menyamai atau melebihi catatan milik Alfredo di Stefano.

Rekor yang punya kans besar untuk dipatahkan Ronaldo adalah Rookie terbaik. Saat ini, status tersebut masih dipegang Di Stefano yang berhasil menyumbangkan 27 gol di musim pertamanya bergabung dengan Real Madrid pada musim 1953/1954.

Sementara Ronaldo saat ini sudah mencetak 26 gol di Liga Spanyol saja sejak diboyong dengan sangat mahal dari Manchester United di akhir musim lalu. Dengan kata lain, winger Portugal itu tinggal butuh satu gol saja untuk menyamai atau dua gol atau lebih untuk mematahkan catatan yang sudah bertahan lebih dari 50 tahun itu.

Dengan produktivitas yang tengah tinggi-tingginya belakangan ini, membuat tujuh gol dalam lima pertandingan terakhir, CR9 punya peluang mencatatkan rekor baru. Apalagi Los Merengues akan ngotot mengejar kemenangan demi menjaga kans juara yang masih terbuka.

Buku sejarah Real Madrid mencatat beberapa pemain lain yang tampil gemilang di musim pertama bermukin di Santiago Bernabeu. Di musim 2006/2007 Ruud van Nistelrooy melesakkan 25 gol juga setelah diboyong dari Manchester United. Sementara Ivan Zamorano membuat 26 gol di musim pertama bergabung dengan Si Putih pada musim 1992/93.

Dikutip dari Marca, sejauh ini Ronaldo sudah bermain di 28 laga Liga Spanyol untuk mencapai torehan 26 gol. Sementara saat mengukir rekor sebagai rookie terbaik, Di Stefano juga bermain di 28 laga.

Rataan gol tersebut jauh lebih baik dari Nistelrooy dan Zamorano. Sang striker Belanda butuh 37 laga untuk bisa membuat 25 gol, sementara si penyerang Chile harus menjalani 34 pertandingan untuk bisa melesakkan 26 gol.





2. Ancelotti Tak Butuh Perubahan Besar




Getty Images

London - Carlo Ancelotti mengaku puas dengan skuadnya yang dimilikinya saat ini. Manajer Chelsea ini menegaskan bahwa dia tidak memerlukan perombakan besar untuk peremajaan skuadnya.

Pesta gol Chelsea atas Wigan 8-0, Minggu (9/5/2010), memastikan keberhasilan Si Biru merengkuh gelar Liga Premier setelah unggul satu poin dari rivalnya Manchester United . Terakhir Chelsea merasakan gelar tersebut pada 2006.

Namun, Chelsea masih berpeluang untuk menambah koleksi gelarnya di musim ini. Pada akhir pekan ini, skuad besutan Carlo Ancelotti akan menghadapi tim degradasi Portsmouth di final Piala FA di Wembley.

Meski demikian, Ancelotti telah memandang ke depan mengenai skuadnya. Walau rata-rata pemain Chelsea saat ini berada di usia di atas 30 tahun namun pelatih asal Italia ini menegaskan dia tidak berencana merombak skuad juaranya ini.

"Untuk saat ini, kami memiliki waktu untuk memikirkan hal itu. Kami akan mengambil keputusan mengenai masa depan bersama, bagaimana yang telah kami lakukan di musim ini," ungkap Ancelotti seperti dilansir Espn.

"Saya rasa tim ini tidak memerlukan banyak perubahan. Setiap pemain melakukan dengan fantastis pekerjaan di musim ini. Setiap orang seharusnya berterima kasih kepada para pemain ini," ujar mantan pelatih AC Milan ini.

Namun, salah satu pemain yang siap pergi dari Stamford Bridge adalah Michael Ballack. Kapten tim Jerman ini yang berusia 33 tahun ini meminta diikat kontrak dua tahun lagi tapi Chelsea tampaknya hanya bersedia mengikatnya setahun saja.






3. Button Berang pada Schumi



Reuters

Barcelona - Pertarungan papan atas balap GP Spanyol berlangsung kurang sengit, beda dengan perebutan posisi lima antara Michael Schumacher dengan Jenson Button. Yang terakhir ini sampai marah-marah.

Peristiwanya terjadi saat Button usai melakoni pit stop pertamanya dalam lomba yang dihelat di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Minggu (9/5/2010) itu.

Saat Button mendekati ujung pit lane dan bersiap untuk masuk kembali ke lintasan, Schumacher yang tengah melaju kencang menyalip Button dari sisi luar. Button mengaku tak melihat Schumi saat itu.

"Saya tidak benar-benar tahu di mana sehingga tiba-tiba ia ada di sisi luar saya. Dia menikung dan bila saya tidak menahan diri, kami akan tabrakan," keluh Button di Autosport.

"Jadi, dia tidak memberikan saya banyak ruang. Begitulah, saya pikir dengan pengalamannya dia akan tahu. Itu bukanlah tindakan yang tepat," sungut juara dunia 2009 itu.

Setelah peristiwa di tikungan 1 itu, Schumi terus di atas angin. Meski mobil McLaren Button lebih cepat, terbukti Schumi mampu membawa mobil Mercedes GP-nya selamat dari gempuran lawan.

"Sulit untuk menyalip di sini, dan Michael juga tidak konyol. Dia tahu di mana harus menempatkan mobilnya. Jadi, di trek semacam ini, saya tidak bisa menyalip dia," simpul Button.





4. Stoner: Lorenzo Membuat Kami Terlihat Konyol



Reuters

Jakarta - Performa hebat jorge Lorenzo saat memenangi MotoGP Barcelona kembali dapat sanjungan. Aksi luar biasanya dalam balapan tersebut membuat rider lainnya terlihat konyol.

Demikian diungkapkan Casey Stoner terkait hasil lomba MotoGP Barcelona yang dihelar di Jerez akhir pekan kemarin. Salah satu aksi fantastis luar biasa Lorenzo saat itu tentu saja saat menyalip Dani Pedrosa ketika race tersisa setengah lap lagi.

Aksi tersebut adalah puncak dari serangkaian pertunjukan lain yang diperagakan jagoan Fiat Yamaha tersebut di kandangnya sendiri. Soalnya Lorenzo juga tampil menggila dengan berhasil mengejar ketinggalan empat detik atas Pedrosa dan menjadu juara setelah sempat turun ke posisi lima di awal balapan.

Keseluruhan tersebut itulah yang membuat Stoner tak ragu untuk mengeluarkan sanjungan tinggi pada seterunya itu.

"Dia terlihat punya grip yang lebih baik dibanding semua orang dan bisa menguasai semua tikungan. Saat banyak pembalap kesulitan di tikungan sempit, dia terus melaju," sanjung Stoner di MCN.

"Di samping itu, dia membalap dengan sangat bagus dan membuat pembalap laih terlihat konyol. Jika Jorge tak terlalu jauh tertinggal di awal balapan, dia sudah akan jauh meninggalkan kami. Dia mengendara dengan baik dalam balapan tersebut," lanjut mantan juara dunia asal Australia itu.

Kemenangan di Jerez mengantar Lorenzo menuncaki klasemen sementara pembalap dengan keunggulan empat poin atas Valentino Rossi di posisi kedua.

Tidak ada komentar: