- Roma Terbuka Serena & Venus Dekati 'Perang Saudara'
Getty Images
Babak perempatfinal dijejak Serena berbekal kemenangan 6-2, 3-6 dan 6-0 atas Andrea Petkovic dari Jerman. Sementara Venus tak kehilangan satu set pun saat menang 6-3, 6-4 dari Shahar Peer asal Israel.
Menghadapi Petkovic, Serena memulai dengan baik dan merebut set pertama usai memenangi lima game beruntun. Namun, di set kedua Serena ditekan lawan dan ketinggalan 1-4. Sempat memangkas jadi 3-4, Serena tetap kalah di set ini.
Pada set ketiga, Serena tampil lebih agresif ketimbang set kedua. Pembenahan penampilan itu berbuah manis karena di set ini si unggulan pertama tak terhadang untuk menang 6-0.
Sementara itu Venus yang unggulan empat juga mendapat perlawanan cukup ketat dari Peer. Kedua petenis bahkan sempat bermain imbang 4-4 di set kedua kendati Venus tetap sukses keluar jadi pemenang.
Dengan keberhasilan tersebut, Serena dan Venus berkesempatan untuk saling bunuh di babak semifinal. Syaratnya, mereka sama-sama tak terganjal di babak delapan besar.
Di partai lain, Alexandra Dulgheru tak bisa mengulangi kejutan seperti saat menundukkan juara bertahan Dinara Safina di babak kedua. Menghadapi Nadia Petrova yang unggulan 14, Dulgheru ditekuk 0-6, 6-3, 2-6.
- Jelang Piala Thomas dan Uber Tim Malaysia Tak Diwajibkan Pakai Masker
Reuters
Baru baru ini pelatih kepala tunggal Malaysia Rashid Sidek dinyatakan positif terserang virus influenza A (H1N1) atau flu babi. Rashid dinyatakan terjangkit virus H1N1 bersama putrinya yang baru berusia lima tahun.
Tak lama berselang pelatih dari Lee Chong Wei, Misbun Sidek pun dikabarkan menderita demam dan dikhawatirkan terinfeksi virus tersebut. Kini seluruh tim Malaysia pun diminta untuk tetap waspada dari ancaman virus ini.
Namun, Direktur Jenderal National Sports Institute (NSI) Datuk Dr Ramlan Abdul Aziz mengatakan atletnya tak perlu memakai masker. Hal itu akan menghambat pernafasan mereka saat berlatih untuk tampil di Piala Thomas dan Uber.
Meski demikian Datuk Dr Ramlan juga meminta para atletnya tersebut untuk menggunakan masker saat tidak berlatih. "Pemain nasional kami juga diminta untuk membatasi kegiatan di luar mereka, ungkapnya seperti dilansir Bernama.
Ia juga mengungkapkan mengenai kondisi Misbun yang baru dua hari ini mengalami demam. Dr Ramlan mengungkapkan bahwa dia hanya demam namun istri dan dua anak-anaknya sedang dalam perawatan instensif di karantina.
"Setelah para anggota keluarganya telah pulih, aku yakin Misbun akan kembali ke tim nasional, tapi untuk saat ini dia masih bersama keluarganya," tambahnya.
- Jelang GP Spanyol Schumi Masih Sangat Termotivasi
Getty Images
Schumi yang menyandang tujuh kali juara dunia Formula 1, hanya mengumpulkan 10 poin di empat seri awal musim ini. Berbeda dengan rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg yang telah meraup 50 poin.
Hal tersebut sempat memunculkan kritikan dan keraguan kepada Schumi karena performanya ternyata tak sesuai dengan ekspetasi para fansnya. Namun hal tersebut tak mematahkan semangat pembalap asal Jerman ini.
"Saya berharap mendapat balapan yang baik di Barcelona daripada di China. Kabar baiknya setelah tiga tahun absen, saya merasa sangat termotivasi. Saya telah siap menghadapi tantangan ini," ungkap Schumi seperti dilansir F1 Live
Schumi merasa optimistis karena Mercedes telah bekerja keras untuk membuat sasis mobil yang cocok dengan gaya balapannya. Itu dikerjakan oleh tim Mercedes saat istirahat antara GP China hingga F1 mulai memasuki Eropa.
"Kami akan lihat bagaimana perkembangan kita dibanding tim lain. Setiap tim turun di Barcelona dengan mobil revisi. Saya melihat banyak potensi di sini, khususnya tim kami telah memiliki reaksi yang sangat baik dalam empat balapan terakhir," ujarnya.
Meski demikian, Schumi meminta fansnya untuk tidak terlalu banyak berharap karena masih banyak pekerjaan sebelum mereka bisa menang. "Ini sangat tidak realistis mengharapkan kami tiba tiba bersaing di depan," tukasnya.
- Kartu Merah Totti Gara-gara Dendam
Getty Images/Paolo Bruno
Totti yang baru masuk di menit ke-46 menggantikan David Pizarro melakukan tindakan bodoh di saat timnya tengah berusaha mengejar ketertinggalan 0-1 dari Inter Milan. Tepat semenit sebelum memasuki masa injury time, Totti terlihat wasit menggasak Balotelli.
Tanpa ampun wasit pun langsung mengacungkan kartu merah ke udara dan Totti harus keluar lapangan sebelum laga usai. Alhasil di waktu tersisa Roma tak bisa mencetak gol dan merelakan trofi Coppa Italia melayang ke kota Milan.
Sebagai pemimpin 'Pasukan Serigala' tak seharusnya Totti berbuat konyol seperti itu. Namun ketika ditanya alasan ia melakukannya Totti punya jawaban yang sedikit mengejutkan.
"Saya menendangnya karena perkataannya di lapangan dan apa yang di lakukan di San Siro," sahut Totti kepada forzaroma.info.
Ya kejadian itu berlangsung musim lalu saat Inter dan Roma berduel di Giuseppe Meazza. Dalam laga yang berakhir 3-3 itu, Balotelli mencetak dua gol. Saat merayakan gol, 'Super Mario' berlari ke arah fans Roma dan menaruh telunjuknya di depan bibir sebagai tanda menyuruh Romanisti diam.
Totti ternyata menyimpan dendam atas kelakuan Balotelli itu dan ketika kesempatan itu datang semalam, Totti pun tanpa sungkan melakukannya.
- Angkat Piala, Mourinho Indikasikan Bertahan
AFP
Inter meraih gelar Coppa Italianya yang keenam setelah memenangi laga final kontra AS Roma. Di Stadion Olimpico, Kamis (6/5/2010) dinihari WIB, Nerazzurri menang 1-0 lewat gol tunggal Diego Milito.
Usai meraih Coppa Italia pertamanya, Jose Mourinho memberi kabar bagus buat fans Inter. Saat ditanya soal masa depannya musim depan, mantan bos Chelsea itu mengaku punya peluang besar untuk bertahan.
"Sekarang saya bisa bilang kalau saya sudah memenangi semua kompetisi nasional di negara tempat saya melatih. Bisakah saya bertahan? Sudah pasti iya," sahut Mourinho seperti diberitakan Marca.
Kelanjutan karir kepelatihan Mourinho di Inter sebelumnya sempat abu-abu menyusul pernyataannya beberapa hari lalu, di mana dia enggan membicarakan masa depannya. Adalah Real Madrid yang santer dikabarkan sangat tertarik pada pria 47 tahun itu.
Namun usai meraih gelar dinihari tadi, Mourinho sepertinya terpacu untuk terus bertahan di sana. Setidaknya dia punya ambisi besar untuk menggasak dua gelar tersisa, Scudetto dan juara Liga Champions.
"Mimpi pertama sudah terwujud. Inter adalah tim saat ini. Kami melakukan pekerjaan dengan baik, kami harus berjuang hingga akhir dan berusaha mendapatkan dua lainnya. Kami akan berjuang sampai akhir untuk mewujudkan dia mimpi kami lainnya," pungkas Mourinho.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar