Kamis, 24 Juni 2010

Kesehatan

Penyebab Perut Buncit

Pengukuran lingkar perut sebenarnya merupakan salah satu metode menilai jaringan lemak di perut. "Tujuannya untuk mengetahui apakah seseorang telah masuk dalam kategori berisiko obesitas dan terjadi komplikasi metabolik," ungkap Ralph Girson, SpPD, dari RS Royal Progress, Jakarta.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya sindrom metabolik seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (darah tinggi), dislipidemia (gangguan lemak darah/kolesterol), serta dapat meningkatkan risiko terjadi penyakit kardiovaskular dan penyumbatan pembuluh darah.
Batasan lingkar perut yang ditetapkan oleh WHO, untuk Asia Pasifik adalah di bawah 90 cm untuk laki-laki dan di bawah 80 cm untuk wanita.

Penyebab bertambahnya lingkar perut ini bisa berbagai macam, di antaranya;


Gaya Hidup
Pola makan yang tidak benar adalah penyebab utama pertambahan lingkar perut. Kebiasaan hidup yang kurang aktivitas dan konsumsi makanan yang berlebih dari energi yang dibutuhkan, membuat sisa kalori disimpan sebagai lemak dalam sel-sel lemak.

Lemak menumpuk di seluruh tubuh, termasuk daerah perut, dan akan meningkat seiring pertambahan berat badan dan gaya hidup yang buruk.

Kalori berlebih ini tersimpan dalam banyak makanan rendah serat maupun tinggi lemak jenuh. Makanan seperti olahan daging, beberapa jenis margarin, goreng-gorengan terutama dengan minyak goreng yang digunakan berulang, sayur kalengan, beberapa makanan ringan, kue daging merah, dan masih banyak lagi.

Usia

Secara alami, aktivitas akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Bukan hanya aktivitas yang berkurang, massa otot pun akan berkurang ketika latihan sudah kurang intens. Ini semua menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar perut, apalagi aktivitas yang berkurang tidak diimbangi dengan mengurangi asupan kalori. Hasilnya, semakin bertambah usia semakin bertambah lingkar perut.

Gen

Beberapa pendapat mengatakan, jika orangtua atau kakek-nenek memiliki perut buncit, maka potensi untuk memiliki perut buncit pun semakin besar. Dengan kata lain, orang dapat berkecenderungan menumpuk lemak di perut secara genetik. Namun, jika tidak mengalami pertambahan berat badan yang radikal, bagian tengah tubuh Anda pun tidak akan berkembang pesat.

Selain itu, kebanyakan pria cenderung menyimpan lemak di peruta atas dan panggul (bentuk tubuh apel), sehingga dikatakan pria lebih berpotensi memiliki perut buncit.

Sedangkan sebagian besar wanita sebelum menopause cenderung menyimpan lemak di perut bawah, sisi paha, pinggul, dan pantat (bentuk tubuh seperti buah pir). Setelah menopause, lemak akan lebih banyak tersimpan di perut. Hal ini telah dikodekan dalam gen dan tidak dapat dikendalikan ke mana lemak akan tersimpan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menghindari pertambahan berat badan berlebih.

Alkohol

Ungkapan "perut bir" (beer belly) bukanlah mitos. Faktanya, mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kurang efisien dalam membakar lemak. Lemak pun semakin banyak tertimbun dalam tubuh seiring berjalannya waktu dan kebiasaan mengonsumsi alkohol yang terus berjalan.

Hormon

Peningkatan stres dalam kehidupan sehari-hari seperti kurangnya tidur, dapat menyebabkan lemak perut bertambah. Kondisi kurang tidur meningkatkan produksi hormon kortisol dalam otak dan ini meningkatkan penumpukan lemak perut.

Lemak Perut

Sebuah penelitian oleh Lawson Health Research Institute menyebutkan, hormon perangsang nafsu makan dan pengatur proporsi energi yang disimpan dalam bentuk lemak, NPY atau neuropeptide-Y juga diproduksi oleh lemak perut. NPY menghasilkan ulang sel-sel perkusor sel lemak, yang kemudian berubah menjadi sel-sel lemak.

Dapat dikatakan, obesitas kemudian menjadi semacam lingkaran setan di mana seseorang menjadi makan lebih banyak karena hormon NPY yang dihasilkan oleh lemak perutnya. Padahal NPY juga menghasilkan sel-sel lemak lebih banyak untuk ditumpuk menjadi lemak perut.

(Sumber : Tabloid Nova)

News - Pos Kupang

Data Potensi dan Perizinan Perlu Dibenahi



MBAY, Pos Kupang.Com -- Data tentang potensi di Kabupaten Nagekeo serta mekanisme memperoleh perizinan bagi kepentingan investasi di Kabupaten Nagekeo perlu dibenahi lagi. Belum tersedianya data yang memadai dan perizinan yang masih berbelit menjadi kendala pengembangan Kapet (Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu) Mbay.

Demikian dikatakan Direktur Perencanaan Badan Pengelolaan (BP) Kapet Mbay, Cyrilus Bau Engo saat ditemui di Mbay, Selasa (22/6/2010).

"Selain masalah infrastruktur, kendala kita adalah data potensi yang bisa diberikan kepada calon investor yang belum tersusun secara rinci. Yang kedua, proses untuk perizinan bagi kepentingan investasi masih sulit karena belum diterapkannya sistem perizinan satu atap," kata Bau Engo.

Dia mencontohkan, potensi di bidang peternakan, walupun data luasan lahan untuk daerah peternakan telah terdata, namun ketika calon investor tanya status tanah di daerah ini ternyata data tentang itu tidak ada.

"Kita tidak tahu status kepemilikan tanah bagaimana, topografinya seperti apa, akses ke tempat itu juga seperti apa karena data-datanya tidak terinci," kata Bau Engo.

Dari pengalaman yang ada, kata dia, calon investor ingin menyelesaikan masalah perizinan lebih cepat sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu. namun faktanya sistem prizinan satu atap belum diterapkan sehingga butuh waktu lama untuk dapat perizinan.

Berkaitan masalah infrastruktur Bau Engo menjelaskan, calon infrastruktur membutuhkan akses jalan yang bagus, serta butu hotel, bandara, dan jaminan penerangan listrik. Semuan ini masih menjadi kendala sehingga harus secepatnya dibenahi oleh pemerintah.
Menurut dia, selama ini sudah ada 48 calon investor yang berminat menanamkan modalnya di Nagekeo tapi gagal karena kendala tadi.

"Bukan 200 investor tapi 48 investor yang sudah berniat menanamkan modalnya di Nagekeo. Delapan diantaranya sudah tanda tangan nota kesepakatan (MOU) tapi akhirnya tidak jadi karena masalah internal mereka. Sampai saat ini dari 48 investor belum ada yang berhasil menanamkan modalnya dan penyebabnya soal kendala yang ada tadi," kata Bau Engo.

Terkait itu, BP Kapet sudah berkoordinai dengan pemerintah setempat untuk menangani berbagai persoalan. Saat ini BP Kapet berfungsi memberikan pertimbangan teknis kepada pemerintah setempat dan sedang melakukan pembenahan secara internal.

Sumberdaya Alam

PT KBB Bakal Kuasai Lahan 1.710 Ha

Lokasi Pertambangan Batubara - MUSI RAWAS SUMSEL

Kabupaten Musi Rawas saat ini menjadi salah satu tujuan utama Investor baik di perkebunan maupun di bidang pertambangan. PT Karya Bumi Baratama (KBB) dalam waktu dekat ini akan melakukan eskploitasi lahan seluas 1.710 Hektar.

Namun sebelum melakukan eksploitasi di lahan yang berada di tiga kecamatan yakni Rawas Ulu, Rawas Ilir dan Nibung, perusahaan itu baru memasuki tahapan sosialisasi penyusunan AMDAL kepada masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Mura. Lahan keseluruhan PT KBB ini selain di Kabupaten Mura ini juga terletak di Kebupaten Sorulangun Propinsi Jambi seluas 16.730 ha.

Ketua Konsultan AMDAL PT BBA Prof Dr Sutrisno M Sc dalam paparannya mengantakan tujuan dari sosialisasi ini guna penyusunan Kerangka Acuan (KA) Analisa Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Dokumen ANDAL, RKL, dan RPL. Selain itu paparan ini sekaligus menjadi materi informasi kepada masyarakat dan Pemkab Mura.”pemaparan ini guna memberikan pemahaman kepada instansi pemkab Mura dan masyarakat di sekitar wilayah penyelidikan oleh PT KBB,”jelas Sutrisno yang juga aktif di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Tekhnik Nasional (STETIKNAS) Jambu di Ruang Op Room Pemkab Mura, kemarin (3/2)

Dikatakan Sutrisno sejauh ini pihaknya belum mengetahui kandungan batubara yang terkandung di kawasan rencana penambangan. Menurutnya, pihaknya akan mengacu pada data lama.“kegiatan ini sifatnya hanya sosialisasi ANDAL sebelum mendapatkan izin dari pemerintah daerah, jika dizinkan secepatnya kita akan melakukan eksplorasi lanjutan guna diketahui kandungan batubara di kawasan tersebut,”katanya.

Mengenai kegiatan eksplorasi lanjutan, kata Sutrisno dilakukan dengan beberapa tahapan, antar lain pemetaan topografi dengan luas wilayah penyelidikan seluas kurang lebih 1.500 hektar. Kemudian wilayah pengeboran pengembangan dengan pengambilan inti bor untuk keperluan uji geoteknik dan geohidrologi. Rencana tersebut akan dilangsungkan 2009 ini sebanyak 300 titik bor dan 15 titik bor.

Dilanjutkan Sutrisno Eksplorasi tersebut nantinya akan mengajukan beberpa izin, termasuk izin kontruksi dimana bertujuan untuk membangun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pertambangan antara lain pembangunan jalan angkut batubara dari tambang (Pit) menuju tempat pemprosesan dan penimbunan (Stok Pile) kemudian menuju jalan provinsi.

“Untuk keperluan pengangkutan batu bara dan akses pit (lokasi tambang) PT KBB berencana akan membangun jalan sepanjang 10 km dengan lebar 25 meter dan sisi kiri kanan jalan dibangun drainase (Siring,red), jembatan dan gorong-gorong pada daerah yang melewati sungai dan rawa-rawa,”pukasnya

Sosialisasi KA Amdal PT KBB di po romm Pemkab Mura dipimpin staf ahli bidang Pembangunan Amro Munsi Bemban diikuti instansi terkait Pemkab Mura.

Menurut Amro, KA Amdal yang diajukan pihak perusahaan meski diketahui masyarakat agar dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat di kawasan yang menjadi kawasan pertambangan. “Pemkab Mura hanya sebagai pihak fasilitasi dan penerbitan izin, agar nantinya aktifitas pertambangan tidak menimbulkan protes di lingkungan warga, KA Amdal yang diajukan harus transparan atau mesti diketahui masyarakat,”demikian kata Amro.(Candra/Radar Pat Petulai)

Kamis, 17 Juni 2010

Sumber Daya Alam

GANDENG 7 INVESTOR ASING, Merukh Garap Lembata US$ 1,5 M


JAKARTA, Investor Daily – Pengusaha Jusuf Merukh melalui PT Merukh Lembata Copper Lembata (MLC) tahun depan dijadwalkan memulai proses konstruksi tambang tembaga dan emas senilai US$ 1,5 atau sekitar Rp 13,72 triliun di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. MLC telah melakukan penyelidikan umum untuk memetakan potensi tambang Lembata dan tinggal menanti izin eksploitasi dari pemerintah daerah.

Menurut Jusuf, harga metal, termasuk tembaga, cenderung akan turun pada 2015. Karena itu, MCL mempercepat proses konstruksi agar segera dapat mengeksploitasi sumber mineral di kawasan tersebut.

“Kami masih memiliki waktu empat tahun untuk menggenjot produktivitas tambang pada momentum harga mineral yang masing tinggi,” ujar Jusuf kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (21/8).

Deputy General Manager PT MLC Susana Elfira Seso menambahkan, saat ini MLC dan Pemkab Lembata menyosialisasikan rencana konstruksi proyek tersebut kepada masyarakat setempat sebelum memperoleh kuasa pertambangan. Menurut Susana, masyarakat Lembata adalah salah satu pemangku kepentingan dari tambang tersebut. “Sebagian keuntungan akan dikembalikan ke pemda demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya.

Kendati begitu, hingga kini, MLC masih menuntaskan pembebasan tanah untuk kepentingan proyek tersebut. Menurut Jusuf, tanah untuk lokasi proyek ada yang milik pribadi, tapi juga ada tanah ulayat.

“Kami memberi ganti rugi sesuai NJOP (nilai jual objek pajak). Tanahnya kami pakai, kemudian kami memberi entertainment agreement untuk bayar sewa tiap-tiap tahun. Setelah operasi tambang habis, tanahnya dikembalikan kepada mereka,” jelas dia.

Untuk menggarap proyek tersebut, MCL menggandeng tujuh mitra strategis. Selain tiga perusahaan asal Jerman, yaitu Kupfer Produkte GmbH, Nortddeuttsche Affinerie AG, dan IKB Deuttsche Indutroebank AG, MCL merangkul United Metal Energy Inggris, Agape Metal Energy Singapura, dan Asian Mining Management Hong Kong. “MCL tetap memegang saham mayoritas dari total investasi keseluruhan US$ 17 miliar,” jelas dia.

Cadangan tembaga di Kabupaten Lembata mencapai sekitar 50 triliun pon. Sementara itu, mineral pengikutnya seperti emas sekitar 700 juta ton. MLC akan memproduksi potensi kekayaan mineral tersebut pada kedalaman 50 meter, dengan kadar tembaga sekitar 2,5 – 3% dan emas sekitar 7,5 gram. Menurut Jusuf, kadar tersebut jauh lebih tinggi dari kandungan tembaga dan emas PT Freeport Indonesia, di Timika, Papua.

“Namun, untuk tahap awal MLC akan memproduksi sekitar 2 miliar pound dari sekitar 3.000 hektare lahan di wilayah Utara, meliputi Kecamatan Buyasuri, Kecamatan Omesuri, dan Kecamatan Lebatukan di kabupaten tersebut,” katanya.

Dari potensi tambang emas yang ada di Lembata, MLC menargetkan produksi tembaga metal setiap tahun sekitar 350.000 ton dan memperkirakan dalam tempo 15-20 tahun mendatang, investasi sudah bisa kembali (break event point). (c122)

sumber : http://www.tekmira.esdm.go.id

Selasa, 15 Juni 2010

Sumber Daya Alam

Potensi Migas di Rote Segera Dieksplorasi

Senin, 14 Juni 2010 12:17 WIB

Kupang - Potensi minyak dan gas di sekitar Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, segera dieksplorasi oleh sebuah perusahaan asing untuk mengetahui apakah layak untuk operasi produksi atau tidak.

Bupati Kabupaten Rote Ndao Lens Haning yang dikonfirmasi di Kupang, Senin (14/6), membenarkan rencana eksplorasi tersebut, namun karena persoalan izin penambangan minyak dan gas (Migas) menjadi kewenangan pemerintah pusat, sehingga Haning mengaku tak tahu nama perusahaan yang melakukan eksplorasi.

Dia mengatakan, apakah kegiatan eksplorasi atau pun sudah dilanjutkan ke tahap operasi produksi atau eksploitasi, gudang logistik harus dibangun di Pulau Rote, agar masyarakat bisa memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut, misalnya, menjual barang-barang kebutuhan untuk para pekerja atau juga bisa ada tenaga kerja lokal.

Bupati Lens menegaskan, gudang logistik di Rote wajib dibangun, agar daerah bisa menikmati "kue" dari proyek migas.

Informasi yang diperoleh dari anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Somy Pandie yang juga berasal dari Rote Ndao menyebutkan, di dekat Pulau Rote terdapat dua potensi ladang minyak yang akan dieksplorasi.

Salah satu potensi ladang, kata Pandie, terletak tidak jauh di Pulau Rote sehingga disebut Blok Rote dan satu potensi ladang lainnya semakin mendekat ke Pulau Sabu di Kabupaten Sabu Raijua sehingga disebut Blok Sabu.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTT Eshton L Foenay mengatakan, sebuah perusahaan dari Italia Eni West Timor juga tengah melakukan eksplorasi di Pantai Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Perusahaan Italia tersebut memenangkan tender untuk eksplorasi, sebelum memasuki tahap operasi produksi.

Potensi migas di TTS itu, katanya, diperkirakan hanya beberapa puluh meter dari garis pantai dengan wilayah cakupan eksplorasi mencapai 20 mil ke lepas pantai Laut Timor dan memanjang di sepanjang garis pantai Kolbano, Amanuban Selatan dan Boking.

Dalam peta potensi migas yang dirilis Dinas Pertambangan dan Energi NTT, wilayah yang bakal terkenal dampak operasi produksi juga layak, meliputi 141 desa di 18 kecamatan di TTS dan Kabupaten Kupang.

Kamis, 10 Juni 2010

Berita Kabupaten - Rote Ndao (NTT)

Kunjungan Kerja Danrem 161 WS Kupang kepulau Terselatan NKRI

Jumat 4 juni 2010 Bupati Rote Ndao mendampingi Danrem 161 Wira Sakti Mengunjungi Pulau Ndana untuk meninjau langsung dari dekat Lokasi Pembangunan Monument Patung Jendral Sudirman yang layaknya akan diresmikan pada akhir bulan juni 2010. Setelah kurang lebih 1 jam mengunjungi pulau terselatan Republik Indonesia, Bupati bersama Danrem 161 WS dan Rombongan menuju Aula Kantor Bupati Rote Ndao untuk dilanjutkan dengan tatap muka bersama Muspida, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta Para Kepala SKPD Lingkup Pemkab Rote Ndao. Dalam tatap muka tersebut Bupati Rote Ndao Menyatakan selayang pandang bagi semua hadirin khususnya bagi Danrem 161 WS dan Rombongan ucapan selamat datang serta memaparkan gambaran umum dari berbagai aspek Kab. Rote Ndao. Bupati Rote Ndao juga mengungkapkan pentingnya penamaan pulau-pulau kecil yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu sebagai bentuk penegasan kekuasaan dan kekuatan tetorial wilayah NKRI, bupati juga mengungkapkan adanya kehidupan yang masih dinikmati dipulau Rote yang adalah Mutiara Selatan Republik Indonesia yang juga adalah tempat persinggahan wisatawan dunia dalam rangka Sailing Indonesia pada pertengahan Juli 2010 nanti.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambung rasa Komandan Korem 161 WS dengan jajaran pemerintah Kab. Rote Ndao, terlebih mengungkapkan maksud dan tujuan kunjungannya kepulau terselatan Indonesia tersebut. Danrem juga mengungkapkan adanya kebijakan dari pemerintah pusat sekarang yaitu : “kita harus menduduki semua yang kita miliki”, karena bertolak dari pengalaman pahit yang dialami oleh beberapa pulau yang sudah diambil oleh Negara – negara tetangga karena terlebih dahulu mereka mendudukinya. Maksud kunjungannya juga mengungkapkan apabila monument Patung Jendral Sudirman telah didirikan maka pemerintah Rote Ndao perlu menyikapinya sebagai Lahan Pariwisata yang akan memperkenalkan kepada Dunia tentang Kabupaten Rote Ndao terselatan NKRI. (LIA).

Rabu, 09 Juni 2010

History - Menara Pisa, Italia



Menara Pizza - Salah Satu 'Keajaiban' di Italia



Menara miring Pisa (dalam Bahasa Italia: Torre pendente di Pisa) atau yang biasa disebut The Tower of Pisa (La Torre di Pisa) adalah sebuah menara lonceng dari sebuah Katedral di Kota Pisa, Italia. Menara ini terletak di belakang katedral dan merupakan struktur ketiga di Campo dei Miracoli (keajaiban) Pisa. Walaupun rencana semula dibangun secara vertikal, menara itu mulai miring ke arah tenggara segera setelah dilakukan konstruksi di tahun 1173, dikarenakan pondasi yang tak sempurna.

Tinggi dari menara tersebut adalah 55,86 km dari permukaan tanah di sisi terendah, dan 56,70 m di sisi yang tertinggi. Lebar alas bangunan itu adalah 4,09 m dan lebar puncaknya adalah 2,48 m. Berat menara ini diperkirakan 14,500 ton dan memiliki 294 anak tangga. Konstruksi dari Menara Pisa dibangun dalam tiga tahap, yang memakan waktu sekitar 200 tahun. Konstruksi marmer putih di lantai pertama dimulai pada tanggal 9 Agustus 1173, pada masa kejayaan militer dan kemakmuran Italia. Lantai pertama ini dikelilingi oleh beberapa pilar dan walaupun posisinya miring, namun tetap tahan selama berabad-abad.

Ada kontroversi seputar identitas dari arsitek yang membangun Menara Miring Pisa. Selama bertahun-tahun, desain tersebut diyakini dibuat oleh Guglielmo dan Bonanno Pisano, artis lokal kenamaan di abad ke-12, yang terkenal dengan karya perunggunya, khususnya pada karyanya Pisa Duomo.

Bonanno Pisano meninggalkan Pisa di tahun 1185 dan pindah ke Monreale, Sicilia, namun kemudian kembali lagi dan meninggal di tanah kelahirannya itu. Makamnya ditemukan di dasar tower di tahun 1820. Menara itu pertama kali miring setelah lantai ketiga dibangun di tahun 1178, dikarenakan amblasnya pondasi sedalam tiga meter, akibat pergerakan tanah. Ini berarti bahwa desain dari menara tersebut telah cacat sejak pada awalnya.

Konstruksi dihentikan sementara selama hampir seabad lamanya, karena para warga Pisa hampir terlibat peperangan dengan Genoa, Lucca dan Florence. Selama masa 'istirahat' ini, struktur tanah di bawahnya telah kembali stabil. Dan di tahun 1198, dipasang jam untuk sementara pada bangunan yang masih belum tuntas itu.

Di tahun 1272, bangunan itu dilanjutkan kembali oleh Giovanni di Simone, arsitek dari Camposanto. Lantai keempat dibangun untuk mengimbangi kemiringan dari menara ini. Pembangunan kembali dihentikan di tahun 1284, saat Pisa ditaklukan oleh Genoa dalam Pertempuran Meloria.

Pembangunan menara lonceng ini tak selesai terhenti hingga 1372. Setelah itu, Tommaso di Andrea Pisano berhasil menyelesaikan elemen-elemen Gothic dari menara tersebut, dengan memberikan sentuhan gaya Roma. Terdapat tujuh lonceng pada menara tersebut, yang masing-masing mewakili not pada nada. Lonceng yang terbesar dipasang pada tahun 1655.

Arsitektur Modern


Sebuah Karya Arsitektur Modern yakni Konsturksi Bangunan Milik salah satu Perusahaan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), dengan mendirikan sebuah menara yang bernama "The Capital Gate" dimana Konstruksi Bangunannya memiliki kemiringan hingga 18 derajat. Menara yang mengalahkan kemiringan Menara Pisa, dikota Pisa - Italia.

Selasa, 08 Juni 2010

Pendidikan - Buta Aksara

Kabar dari Provinsi Terselatan Indonesia

Sedikitnya 9.839 warga Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di perbatasan Indonesia- Timor Leste buta aksara. Jumlah ini menurun dibanding tahun 2005 sebanyak 46.499 orang.
"Masih ribuan orang yang belum melek huruf atau buta aksara," kata Bupati Belu, Joakim Lopez, yang dihubungi di Atambua, Senin (7/6). Menurut dia, jumlah ini menurun karena pemerintah setempat terus mensosialisasikan dan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat untuk mengatasi tingginya angka buta huruf itu.
Dia mengatakan, pemerintah menargetkan dalam dua tahun ke depan, jumlah ini akan terus berkurang karena berbagai pelatihan keterampilan membaca, menulis dan menghitung terus dilakukan.

Jumlah warga buta aksara itu berumur antara 15-44 tahun Kondisi ini mengakibatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Belu berada pada posisi 17 dari 20 kabupaten/kota di NTT.
Kondisi ini juga, lanjutnya, sangat berpengaruh pada tingkat pengangguran dan kemiskinan di daerah ini. Sebab kemampaun aksara seseorang berkaitan dengan kemampuan dasar manusia untuk melakukan keterampilan-keterampilan diri melalui membaca, menulis dan menghitung.
"Tidak mudah untuk memberantas buta aksara memang tidak muda karena beberapa kendala, namun ia optimis akan teratasi," katanya.

Kendala yang dihadapi, tambahnya, tingginya angka putus sekolah pada jenjang SD, beratnya geografi wilayah, munculnya buta aksara baru, budaya lokal seperti budaya tutur masyarakat tradisional yang melemahkan budaya baca. Langkah-langkah strategis penuntasan buta aksara, lanjutnya, sudah ditempuh antara lain, dengan pengalokasian dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010 sebesar Rp500 juta untuk mendidik warga buta aksara sebanyak 3.000 orang melalui kelompok belajar sebanyak 300 kelompok yang tersebar di seluruh Belu.
"Kita terus berupaya agar angka buta aksara ini dapat teratasi dengan mengalokasikan anggaran yang cukup untuk penuntasan itu," katanya.

Antariksa

Bukti yang menunjukkan bahwa ada kehidupan di Titan, bulan Saturnus, tampaknya telah ditemukan oleh para ilmuwan National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Para peneliti di lembaga ruang angkasa itu yakin mereka telah menemukan petunjuk penting yang menunjukkan bahwa alien primitif kemungkinan hidup di planet itu.
Data dari satelit Cassini NASA telah menganalisis kimia kompleks di permukaan Titan. Para ahli mengatakan satu-satunya bulan di planet itu memiliki atmosfer padat. Mereka telah menemukan bahwa bentuk-bentuk kehidupan telah bernafas di atmosfer planet dan juga memberi makan pada bahan bakar permukaannya.
Para astronom mengklaim bulan itu umumnya terlalu dingin untuk mendukung air cair di permukaannya. Penelitian itu terbagi dalam dua studi terpisah.

Makalah pertama
, dalam jurnal Icarus, menunjukkan bahwa gas hidrogen yang mengalir di seluruh atmosfer planet menghilang di permukaan. Ini menunjukkan bahwa bentuk alien telah bernapas.

Makalah kedua, dalam Journal of Geophysical Research, menyimpulkan bahwa ada kekurangan bahan kimia di permukaan.

Para ilmuwan kemudian dituntun untuk meyakini bahwa zat itu mungkin telah dikonsumsi oleh suatu bentuk kehidupan. Para peneliti memperkirakan sinar matahari berinteraksi dengan bahan kimia di atmosfer untuk menghasilkan gas asetilena. Tapi Cassini tidak mendeteksi gas tersebut. Chris McKay, seorang astrobiologist di Pusat Penelitian NASA, di Moffett Field, California, yang memimpin penelitian, mengatakan: konsumsi hidrogen mirip dengan cara kita mengkonsumsi oksigen di Bumi.

"Jika tanda-tanda ini menjadi suatu tanda-tanda kehidupan, itu akan sangat menarik karena akan mewakili bentuk kedua dari kehidupan berbasis air di Bumi.

Profesor John Zarnecki, Universitas Terbuka, menambahkan: Kami percaya zat kimia itu ada agar kehidupan terbentuk. Dia hanya membutuhkan panas dan kehangatan untuk memulai proses.

"Dalam waktu empat miliar tahun, ketika matahari membengkak menjadi raksasa merah, akan menjadi surga di Titan."

Mereka memperingatkan, bagaimanapun, mungkin ada penjelasan lain untuk hasil temuan itu. Tapi secara bersama-sama, keduanya menunjukkan dua kondisi penting yang diperlukan untuk keberadaan kehidupan berbasis metana. (*)

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Rabu, 02 Juni 2010

Humaniora

DATA BUSUNG LAPAR NTT “HANYA DIPREDIKSIKAN”


Busung lapar di Nusa Tenggara Timur barangkali sudah dapat dikatakan bukan hanya menjadi keprihatinan di Provinsi itu, tapi keprihatinan nasional. Namun sikap para elit setempat tampaknya tak banyak berubah. Mereka hampir-hampir dapat dikatakan “tak peduli, pokoknya proyek jalan terus”


Desa atau Posyandu tak terjangkau oleh petugas pemerintah sehingga data tak diambil, alias laporan dan usulan kabupaten itu hanya diprediksikan saja. Mungkin karena medannya berat atau karena musim hujan atau mungkin karena petugas “MALAS”.

Tak ada koordinasi antara Kecamatan, Puskesmas, Dinkes Kabupaten, LSM. Akibatnya, banyak data yang tercecer bahkan ada begitu banyak kegiatan LSM yang tak diketahui oleh Dinkes Kabupaten. Maka perlu cari tahu darimana data Kadinkes Propinsi diambil? Lebih parah lagi, sejak dua tahun lalu Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT berstatus “TERSANGKA”dan sempat ditahan di penjara Penfui, Kupang, selama 20 hari. Ia mengalami stress berat karena tersangkut korupsi dana pengadaan sarana kesehatan (Sar-kes) senilai Rp15 milyar. Bagaimana kadinkes dapat bekerja dengan baik dan mencapai hasil seperti yang dilaporkan? Selama masih berstatus tersangka dan “Ex-Tahanan Polisi” Gubernur NTT memberi kesempatan kepada yang bersangkutan untuk melanjutkan studi S2 (konon di Boston). Bagaimana kadinkes dapat bekerja, antara menghadapi tuntutan jaksa dalam status tersangka-tahanan polisi, studi S2 di Boston dan melakukan tugas dengan hasil yang dilaporkan?

Pagelaran Acara dimulai sekitar 09.00-12.00. yang dihadiri oleh Sekretaris Menkokesra dan rombongan, Dirjen PUM Depdagri dan rombongan, Gubernur NTT dangan Kepala Dinas/Instansi terkait, Ketua DPRD NTT dan Pimpinan Komisi. Semua Bupati atau walikota di NTT dengan pimpinan instansi dan dinas-dinas terkait di tingkat propinsi, pimpinan DPRD masing-masing kabupaten atau kota, dan para jurnalis. Acara itu jadi terasa “sangat menarik” karena dimeriahkan oleh Kelompok Koor dari Pemda NTT, Acara ini sendiri sebenarnya sudah direncanakan agak lama tapi selalu tertunda tanpa alasan jelas. Semula dijadualkan 6 Juni namun entah karena apa ditunda “MENDADAK” jadi 12 Juni 2006. Kemudian dimajukan lagi pada tanggal 8 Juni, yang dibuka langsung oleh Gubernur NTT (Alm. Piet A Tallo). di Aula El Tari.


Acara diawali dengan menyanyikan sekitar lima lagu daerah dan lagu pop oleh kelompok Koor Layaknya dalam acara lomba koor “Pesparawi”, konser atau “mantènan Jawa” ala modern. Setelah itu Gubernur NTT memberi sambutan dan membuka acara secara resmi dan mempersilakan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT menyampaikan paparan tentang kemajuan dan pelayanan publik di sektor kesehatan di NTT, semuanya berlangsung begitu saja seolah sesuai scenario tertentu dan tak ada tanya-jawab atau klarifikasi dari pihak manapun saat itu padahal banyak pihak yang mengklaim diri menjadi Pemantau Program Kejadian Luar Biasa dan Busung Lapar di NTT, termasuk para wartawan Media cetak dan Elektronik local maupun Nasional (Kompas dan radio El Shinta Jakarta).

Dalam acara tersebut, ada beberapa kali komentar dan klarifikasi yang dilakukan Sekretaris Menkokesra menyangkut Koordinasi Lintas Instansi mengenai Pelaksaaan Program Jangka Menengah dan Jangka Panjang KLB - Busung Lapar serta usulan Penanggulangan Bencana Alam dari Kabupaten atau Kota. Dirjen PUM Depdagri memberikan informasi mengenai koordinasi dan Rencana Kerja ke depan dalam menangani Otonomi Daerah yang cenderung tak efektif. Acara ditutup sekitar pukul 12.00 setelah makan siang. Selebihnya Gubernur, para bupati dan walikota melakukan pertemuan tertutup dengan para pejabat dari Jakarta di Hotel Kristal.
DEMIKIAN berita dari Kupang. Silakan menggugat, merenungkan tetapi jangan ditangisi dan sesali situasi serba tak peduli ini sebab airmata orang NTT sudah kering untuk menyertai Anda menangis.***

Ironisnya Korban Busung Lapar di NTT Bertambah

Hal yang berbanding terbalik dengan hasil pemaparan Kadinkes NTT, ironisnya Jumlah penderita busung lapar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) makin bertambah. Untuk menanggulanginya, pemerintah Provinsi mulai mengirim bantuan makanan tambahan bagi penderita busung lapar berupa susu, kacang hijau, dan beras tersebut dikirim dari ibukota kabupaten untuk penderita busung lapar yang umumnya berdomisili di desa-desa terpencil yang tersebar di 8 kebupaten.

Dari data yang diperoleh, dirincikan bahwa dari jumlah 54 korban Busung Lapar, sebanyak 53 orang menderita kekurangan karbohidrat (marasmus), dan satu orang menderita kekurangan protein (kwashiorkor) antara lain :

1. Korban kwashiorkor terdapat di Kabupaten Flores Timur

2. Penderita marasmus tersebar di Kabupaten Timor Tengah Utara (2 orang), Timor Tengah Selatan (9 orang), Kota Kupang (8 orang), Kabupaten Kupang (7 orang), Alor (2 orang), Lembata (2 orang) dan (2 orang).

Menurut Kadinkes NTT, petugas kesehatan mendatangi tiap-tiap rumah penderita untuk menyerahkan langsung bantuan bahan makanan. Tim pemantau busung lapar yang dikirim Dinas Kesehatan ke setiap kabupaten saat ini masih berada di desa-desa. Mereka mengumpulkan informasi mengenai penyebab terjadinya busung lapar, serta mencari kemungkinan ada penderita yang belum melapor. "Yang paling penting adalah mengetahui penyebab terjadinya busung lapar. Sehingga, petugas bisa memberikan penanganan kesehatan secara menyeluruh" katanya. Busung lapar di NTT disebabkan oleh dua factor yaitu; anak tidak mendapat makanan bergizi dan penderita telah mengidap jenis penyakit lain yang menyebabkan kekebalan tubuh lemah; Kedua, minimnya pendapatan masyarakat sehingga tidak mampu membeli makanan bergizi bagi balita dan anak-anak, Beliau juga menolak ada kendala serius dalam penanganan kesehatan anak dan balita di NTT. Kondisi lingkungan dan ketiadaan makanan bergizi bagi anak juga menjadi penyebab terjadinya busung lapar, tambah Kadinkes NTT.

Berikut wawancara salah seorang warga bernama Agustinus Tlonaen, ayah Ardi Tlonaen(2) yang menderita busung lapar mengakui memang tidak pernah memberi makanan bergizi, termasuk susu kepada anaknya itu. Saat ditemui Media di rumahnya di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, Agustinus mengatakan sejak kecil Ardi tidak pernah diberi minum susu, apalagi makanan bergizi seperti telur atau kacang-kacangan, karena tidak ada uang untuk berbelanja. Sejak kecil, Ardi hanya diberi makan bubur dan sayuran. Kedua jenis bahan makanan ini mudah diperoleh dengan harga terjangkau. sebagai tenaga honorer di Dinas Kebersihan Kota Kupang sebesar Rp450 ribu per bulan, tidak cukup untuk biaya hidup keluarga dengan enam anak itu. Untuk menambah penghasilan, setelah membersihkan sampah di sejumlah ruas jalan di Kota Kupang, Agustinus mengumpulkan barang-barang bekas, seperti botol bekas minuman air mineral untuk dijual. Harga per satu kilogram botol itu sebesar Rp600, dan dia hanya mendapat sekitar 20 kg setiap bulan.

Agustinus merupakan salah satu dari keluarga penderita busung lapar yang mendapat bantuan makanan tambahan. Rumahnya berjarak sekitar 200 meter dari rumah dinas Bupati dan Walikota Kupang. Sekitar 100 meter dari rumahnya juga terdapat dua restoran mewah yang sering digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan keluarga pejabat. Kemarin, dia mendapat bantuan 12 bungkus susu formula untuk anak usia 1-5 tahun. "Tetapi saya bingung karena Ardi tidak mau minum susu. Kalau dikasih susu ia selalu menolak, tapi kalau dikasih bubur dan sayur ia langsung terima. Ini mungkin karena dia memang tidakpernah minum susu sejak kecil," kata Orance Oetpah, istri Agustinus