Kamis, 24 Juni 2010

Sumberdaya Alam

PT KBB Bakal Kuasai Lahan 1.710 Ha

Lokasi Pertambangan Batubara - MUSI RAWAS SUMSEL

Kabupaten Musi Rawas saat ini menjadi salah satu tujuan utama Investor baik di perkebunan maupun di bidang pertambangan. PT Karya Bumi Baratama (KBB) dalam waktu dekat ini akan melakukan eskploitasi lahan seluas 1.710 Hektar.

Namun sebelum melakukan eksploitasi di lahan yang berada di tiga kecamatan yakni Rawas Ulu, Rawas Ilir dan Nibung, perusahaan itu baru memasuki tahapan sosialisasi penyusunan AMDAL kepada masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Mura. Lahan keseluruhan PT KBB ini selain di Kabupaten Mura ini juga terletak di Kebupaten Sorulangun Propinsi Jambi seluas 16.730 ha.

Ketua Konsultan AMDAL PT BBA Prof Dr Sutrisno M Sc dalam paparannya mengantakan tujuan dari sosialisasi ini guna penyusunan Kerangka Acuan (KA) Analisa Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Dokumen ANDAL, RKL, dan RPL. Selain itu paparan ini sekaligus menjadi materi informasi kepada masyarakat dan Pemkab Mura.”pemaparan ini guna memberikan pemahaman kepada instansi pemkab Mura dan masyarakat di sekitar wilayah penyelidikan oleh PT KBB,”jelas Sutrisno yang juga aktif di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Tekhnik Nasional (STETIKNAS) Jambu di Ruang Op Room Pemkab Mura, kemarin (3/2)

Dikatakan Sutrisno sejauh ini pihaknya belum mengetahui kandungan batubara yang terkandung di kawasan rencana penambangan. Menurutnya, pihaknya akan mengacu pada data lama.“kegiatan ini sifatnya hanya sosialisasi ANDAL sebelum mendapatkan izin dari pemerintah daerah, jika dizinkan secepatnya kita akan melakukan eksplorasi lanjutan guna diketahui kandungan batubara di kawasan tersebut,”katanya.

Mengenai kegiatan eksplorasi lanjutan, kata Sutrisno dilakukan dengan beberapa tahapan, antar lain pemetaan topografi dengan luas wilayah penyelidikan seluas kurang lebih 1.500 hektar. Kemudian wilayah pengeboran pengembangan dengan pengambilan inti bor untuk keperluan uji geoteknik dan geohidrologi. Rencana tersebut akan dilangsungkan 2009 ini sebanyak 300 titik bor dan 15 titik bor.

Dilanjutkan Sutrisno Eksplorasi tersebut nantinya akan mengajukan beberpa izin, termasuk izin kontruksi dimana bertujuan untuk membangun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pertambangan antara lain pembangunan jalan angkut batubara dari tambang (Pit) menuju tempat pemprosesan dan penimbunan (Stok Pile) kemudian menuju jalan provinsi.

“Untuk keperluan pengangkutan batu bara dan akses pit (lokasi tambang) PT KBB berencana akan membangun jalan sepanjang 10 km dengan lebar 25 meter dan sisi kiri kanan jalan dibangun drainase (Siring,red), jembatan dan gorong-gorong pada daerah yang melewati sungai dan rawa-rawa,”pukasnya

Sosialisasi KA Amdal PT KBB di po romm Pemkab Mura dipimpin staf ahli bidang Pembangunan Amro Munsi Bemban diikuti instansi terkait Pemkab Mura.

Menurut Amro, KA Amdal yang diajukan pihak perusahaan meski diketahui masyarakat agar dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat di kawasan yang menjadi kawasan pertambangan. “Pemkab Mura hanya sebagai pihak fasilitasi dan penerbitan izin, agar nantinya aktifitas pertambangan tidak menimbulkan protes di lingkungan warga, KA Amdal yang diajukan harus transparan atau mesti diketahui masyarakat,”demikian kata Amro.(Candra/Radar Pat Petulai)

Tidak ada komentar: