Rabu, 28 Juli 2010

Tujuh Keajaiban Dunia atau "New 7 Wonders"

Sebanyak 24.000 orang dari berbagai negara di dunia telah melakukan reservasi untuk kunjungan ke Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, setelah objek wisata alam itu masuk dalam nominasi Tujuh Keajaiban Dunia atau New7Wonders.

"Kemungkinan jumlah orang yang melakukan "reservasi" terus bertambah, selama Taman Nasional Komodo tetap disebut-sebut di seluruh dunia sebagai nominator New7Wonders," kata Kepala Seksi Sarana Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Nusa Tenggara Timur (NTT) Bonaventura M. Rumat di Kupang, Kamis.

Calon pengunjung Komodo itu, kata dia, berencana menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi objek wisata alam, di mana terdapat biawak raksasa atau dikenal dengan komodo.

"Ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk mendapat kunjungan wisatawan asing dalam jumlah banyak," kata Bonaventura.

Jika taman wisata alam itu masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia, lanjut dia, maka jumlah wisatawan ke objek tersebut akan bertambah banyak dan ini semakin mendatangkan devisa bagi negara dan masyarakat di Manggarai Barat.

Dia mengatakan, hal positif lain yang berkembang sejalan dengan kampanye terhadap komodo masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia adalah, sejumlah perusahan penerbangan nasional seperti Batavia Air dan Wings Air mulai membuka rute ke Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.

Bahkan, kata dia, sejumlah investor mulai membangun hotel berbintang empat di Labuan Bajo, antara lain Jayakarta, Bintang Flores dan beberapa lainnya.

Keputusan penerbangan nasional menyinggahi Labuan Bajo dan pembangunan sejumlah hotel berbintang oleh investor, antara lain mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo.

Dia juga menyebutkan, sejauh ini Taman Nasional Komodo masuk dalam 20 besar dari sebelumnya 28 besar nominator Tujuh Keajaiban Dunia.

Informasi yang diperoleh pers menyebutkan, saingan berat objek wisata alam yang masuk nominasi adalah Sungai Amazon di Amerika Latin dan sungai bawah tanah di Filipina.
B/Z003 (T.K006/B/Z003/Z003) 15-07-2010 13:18:56 NNNN

Copyright © ANTARA

Senin, 26 Juli 2010

Antara Tambang, Ekonomi, Taraf Hidup Masyarakat, dan Kerusakan Lingkungan Hidup serta Ekosistem Lingkungan Sekitar

Aktivitas PT Fathi Resources Rusak Sumba
Sumber: Subhan Hardi/ Safari Sidakaton

Sonny Kerap mantan Menteri KLH (tengah) menolak eksplorasi PT Fathi Resources/ Foto: SafariFoto: Sonny Kerap mantan Menteri KLH (tengah)
menolak eksplorasi PT Fathi Resources















KEBERADAAN
PT Fathi Resources yang melakukan eksplorasi pertambangan emas di Pulau Sumba ternyata membuat sejumlah aktivis lingkungan hidup dan politisi menolaknya. Tidak tanggung - tanggung yang menolak keberadaan PT Fathi Resources adalah mantan menteri Lingkungan Hidup Sonny Keraf.

Mereka menolak keberadaan PT Fathi Resources karena eksplorasi yang dilakukannya telah menimbulkan banyak kerusakan lingkungan, sehingga membuat warga di Pulau Sumba yang luasnya hanya 10,710 Km2 menjadi resah. Diantara kerusakan dari eksplorasi tersebut adalah air sungai menjadi keruh serta endapan sedimen meninggi. Selain itu, debet air di Telaga Lai Lowang menjadi menyusut dan sering terjadi longsor.

Menurut Sony Keraf, kemiskinan di Sumba ternyata dimanfaatkan oleh Pemda Sumba untuk menarik investasi. Padahal investasi itu tidak banyak membawa dampak positif bagi masyarakat Sumba. Malah sebaliknya membawa dampak negatif.

"Seolah - olah dengan pendekatan instan tambang bisa memperbaiki kondisi kemiskinan. Mereka tidak berfikir alternatif lain seperti pertanian,pariwisata," kata Sonny Keraf dalam Konfrensi Pers bertema "Selamatkan Paru Paru Sumba" di Kantor Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Jakarta, Jumat (21/5).

Peta eksplorasi di Sumba/ Foto: SafariFoto: Peta eksplorasi di SumbaKeraf menilai, perizinan PT Fathi Resources juga telah menyalahi. Karena izin usaha pertambangan keluar pada bulan Nopember 2009. Sementara UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah keluar pada bulan Oktober 2009.

"Jadi ijin itu tidak sejalan baik dengan UU No 4/2009 tentang Minerba maupun UU No 32/2009," jelasnya.

Dalam eksplorasi, sambung Keraf, juga harus dicek apakah ada amdalnya atau tidak. Karena amdal itu berada pada tahapan di UU No 4/2009. Dalam study amdal mewajibkan ada pelibatan masyarakat dalam prosedur dan masyarakat boleh menolak.

"Saya sebagai pribadi mendukung penolakan masyarakat. Saya juga menuntut supaya ijin itu ditinjau kembali. Kalau perlu dibatalkan karena ada dugaan ketentuan UU yang menjadi dasarnya tidak dipatuhi. Karena itu saya mendorong JATAM,LSM atau pihak masyarakat bahkan melakukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan ijin tersebut," ujarnya.

Sementara itu Sri Palupi (Ecosoc Right) mengatakan, Nusa Tenggara Timur (NTT) secara keseluruhan tidak layak untuk lokasi pertambangan karena NTT merupakan daerah rawan bencana. Selain itu, NTT juga berada diatas lempeng bumi yang rentan terhadap tsunami.

Mendapat dukungan LSM/ Foto: SafariFoto: Mendapat dukungan LSM"NTT dan Sumba adalah daerah dengan tingkat kerusakan yang paling tinggi dan rawan kelaparan. Kita bisa bayangkan kalau pulau ini dijadikan wilayah pertambangan. Sumba adalah daerah paling kering bagaimana mungkin pemerintah itu mengijinkan pertambangan ada disana," jelasnya.

Sri menilai, bahwa pertambangan akan menyejahterakan juga tidak ada bukti. Sumbangan dari perusahaan tambang untuk anggaran juga tidak ada. untuk pertambangan di NTT, Pemerintah malah mengeluarkan anggaran.

"Pertambangan hanya menguntungkan elit-elit birokrasi,karena keuntungan dari tambang tidak muncul dalam APBD. Jadi dari sisi manapun pertambangan ini tidak menguntung kan. Malah pertambangan di NTT pada umumnya ini adalah sumber korupsi para elit," tegasnya.

Sementara itu menurut Andri S Wijaya, koordinator JATAM mengatakan, keberadaan PT Fathi Resources juga telah menimbulkan mimpi buruk bagi warga Sumba. Karena keberadaan PT Fathi Resources membuat banyak warga yang diiintimidasi oleh aparat desa.

"Selain menimbulkan kerusakan lingkungan, keberadaan PT Fathi Resources juga membuat banyak warga diintimidasi. Oleh karena itu kami mendesak agar izin PT Fathi Resources dicabut," ujarnya keras.

Jumat, 23 Juli 2010

Fenomena Alam - Semburan Lumpur

Fenomena alam berupa semburan lumpur demikian hal yang terjadi di Desa Wiboa dan Desa Hansisi, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur. berdasarkan sumber yang diperoleh dari salah satu surat kabar lokal terkemuka di kota Kupang bahwa fenomena alam tersebut mirip dengan yang terjadi di Sidoarjo - Jawa Timur.

Foto Kepala Desa Pantai Beringin, Chornelis Pello
di lokasi Semburan Lumpur, Selasa (8/6/2010).

Pemerintah harus segera merespon hal ini, agar tidak menimbulkan resiko yang berdampak negatif lebih besar terhadap masyarakat dan ekosistem di sekitar lokasi titik semburan.

"Ini hal serius dan perlu ada tanggapan segera, serta pihak Dinas Sosial agar segera mengambil sikap yakni dengan menempatkan stafnya di Desa Wiboa, agar bisa langsung memantau kondisi semburan lumpur tersebut dan melayani masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kupang dihimbau agar tidak menganggap sepele fenomena alam ini dan segera merelokasi warga yang berdomisili di sekitar lokasi semburan lumpur di Desa Wiboa dan Desa Hansisi, Kecamatan Semau Selatan, demikian yang disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Aljery E. Monas.

Menurut Monas, jika kondisi semburan sudah mulai berdampak pada lingkungan di sekitar lokasi semburan, maka kondisi itu juga paling tidak akan berpengaruh kepada lingkungan terutama warga yang berdomisili di sekitar lokasi tersebut.

Memang, lanjut Monas, secara kelembagaan DPRD belum mendapatkan laporan resmi berkaitan dengan kondisi dan perekembangan terakhir termasuk hasil survai yang dilakukan oleh Badan Geologi Bandung.

Namun demikian pemerintah harus segera melakukan tindakan antisipasi, agar tidak mengakibatkan kerugian bagi masyarakat baik materi maupun korban jiwa, jika terjadi bencana.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kabupaten Kupang, Viktoria Kana menyebutkan, kawah di beberapa pusat semburan mulai digenangi air berlumpur dan mengandung gas metan sehingga tanaman di sekitarnya mati. Bapedalda, kata dia, telah mengambil sampel lumpur untuk diteliti lebih lanjut.

Ada beberapa hal yang harus diteliti, yakni kandungan sulfur, nitrat, kadar keasaman tanah, kebutuhan zat kimia terlarut dalam air dan kebutuhan biologi organisme dalam air.

Jika kandungan sulfur, nitrat, keasaman tanah, zat kimia terlarut melebihi ambang batas kelayakan yang ditentukan oleh peraturan Menteri Kesehatan, maka akan menimbulkan dampak bagi kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) dan berbagai penyakit lainya.

Kana mengatakan, ada kekhawatiran lain yang bisa terjadi dari dampak semburan lumpur tersebut, adalah terjadinya pencemaran sumber air tanah.

Selain di Pulau Semau, semburan lumpur serupa juga terjadi di beberapa lokasi di Desa Pantai Beringin, Kecamatan Sulamu, sekitar 70 km arah timur Kota Kupang.

Ciri-ciri semburan juga mirip, di mana ada bau belerang, bahkan di titik tertentu, semburan itu hanya beberapa sentimeter dari bahu jalan.

Rabu, 21 Juli 2010

Technology Energy Terbarukan

POTENSI TEBU SEBAGAI PENGASIL ETHANOL


POTENSI TEBU SEBAGAI PENGASIL ETHANOL













Pada saat ini luas area tebu di seluruh Indonesia hampir 400 ribu ha, dengan produksi 2,3 juta ton. Tambahan area 600 ribu ha seperti yang diajukan SGC akan meningkatkan produksi gula menjadi 5,8 juta ton. Gula sebanyak itu lebih dari cukup guna memenuhi kebutuhan domestik hingga 5 tahun ke depan. Dari tambahan area seluas 600 ribu ha juga diperoleh tetes (molasse) sebagai hasil samping tebu sedikitnya 1,7 juta ton, atau cukup untuk menghasilkan 500 juta liter etanol per tahun. Bila etanol yang dihasilkan ini kemudian dicampur dengan premium menghasilkan gasohol E-10 (etanol 10%), maka itu hanya cukup untuk 5 milyar liter saja. Sementara konsumsi premium saat ini sudah mencapai 17,5 milyar liter. Ke depan konsumsi premium akan terus menggelembung. Pada 2010 diperkirakan kebutuhan premium akan lebih dari 38 milyar liter.

Upaya penggunaan etanol sebagai alternatif BBM perlu didukung. Paling tidak, hal itu dilatarbelakangi oleh 2 hal. Pertama, adanya alasan ekonomi yang kuat berkaitan dengan berkurangnya cadangan minyak, fluktuasi harga dan ketidak stabilan politik di kawasan Timur Tengah sehingga mengganggu suplai BBM di beberapa negara importir termasuk Indonesia.

Cadangan minyak di perut bumi Nusantara terus menyusut dan diperkirakan hanya cukup untuk 24 tahun ke depan. Impor BBM kita setiap tahun terus bertambah. Dalam kurun dua dekade ke depan, kebutuhan BBM akan tergantung sepenuhnya dari impor. Akibat suhu politik yang memanas di Timur Tengah pada 2005 lalu harga minyak melonjak hingga USD 70 per barrel. BBM sempat menghilang di pasar dan konsumen harus antri panjang guna mengisi tangki bahan bakar kendaraan dan kompor mereka. Situasi ini akan sangat tidak kondusif terutama bagi masyarakat dan kalangan industri. Kedua, adanya alasan lingkungan untuk menurunkan polusi. Sejak revolusi Industri, kadar CO2 atmosfer bumi bertambah 25%. Separuh dari penambahan tersebut terjadi dalam kurun 30 tahun terakhir. Sektor transportasi menyumbangkan sekitar 80% dari emisi CO2 tersebut. Pembakaran BBM menghasilkan gas Etanol dari Tebu.

Pemerintah Indonesia, meskipun agak telat, juga melakukan antisipasi atas situasi diatas. Salah satu wujudnya, yaitu terbitnya Instruksi Presiden No. 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar. Melaui Inpres itu, Presiden menginstruksikan 13 Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah percepatan dan pemanfaatan biofuel. Sejauh ini untuk susbtitusi premium, etanol merupakan bahan yang paling menjanjikan. Etanol yang diproduksi dari tumbuhan (disebut bioetanol) diperoleh dari fermentasi gula dan pati. Gula bisa berasal dari tebu, sorgum manis atau bit. Pati diperoleh dari jagung, gandum, singkong, umbi-umbian dan bahan tanaman berpati lain. Produksi etanol dari tanaman akan menurunkan emisi CO2, karena tanaman membutuhkan gas tersebut bagi pertumbuhannya. Untuk setiap 4 milyar galon etanol yang dihasilkan dari tanaman, akan ditangkap CO2 sebanyak 26 juta 3m.


Energy Alternative

Brasil Negara Pertama di Dunia yang berbasis ETHANOL - Tebu



sugarcane ethanol

General Electric dan Brazil perusahaan energi federal, Petrobras, minggu ini membuka dunia pertama berbasis tebu etanol listrik. Operasi, di Juiz de Fora Power Plant, merupakan tonggak penting bagi Brasil. Ethanol berasal dari tebu di Brasil adalah salah satu bahan bakar nabati yang paling efisien dalam hal keseimbangan energi dan emisi karbon. Manfaat dari bahan bakar alternatif ini substansial: itu adalah sumber energi terbarukan dan mengurangi pembakaran emisi atmosfer, terutama Nitrogen Oksida.

The Juiz de Fora Power Plant adalah siklus sederhana, pabrik gas alam dengan kapasitas total 87 megawatts, terletak di bagian selatan negara bagian Minas Gerais, kira 180 kilometer (110 mil) utara Rio de Janeiro. Tanaman ini memiliki dua GE turbin gas LM6000, satu combustors yang telah dimodifikasi oleh GE untuk memungkinkan penggunaan etanol, membuat bahan bakar ganda (etanol dan gas alam). Hal ini meningkatkan keamanan energi pabrik dan keandalan dengan menyediakan sumber bahan bakar alternatif yang berharga untuk pembangkit listrik yang sebelumnya hanya punya satu tersedia bahan bakar.

Ketika kedua di dunia produsen terbesar etanol dan eksportir terbesar di dunia, Brasil akan mendapatkan keuntungan dari etanol memasukkan ke dalam profil generasi termal karena pasokan bahan bakar yang melimpah. Negara 35-tahun, pengalaman skala besar dalam etanol digunakan didasarkan pada teknologi pertanian yang efisien untuk budidaya tebu, memproduksi 26.9 miliar liter (atau sekitar 7.3 miliar. galon) di 2008, menurut data yang diberikan oleh Pemerintah Federal.

Lima Jenis Bambu Suci Orang Bali

Sumber : BALI, POS KUPANG.Com

Masyarakat Bali, yang mayoritas beragama Hindu tidak bisa lepas dari tanam-tanaman, bunga-bungaan dan kayu sebagai sarana dan prasarana sesaji saat ritual keagamaan. Bambu satu dari sekian tanaman yang dianggap suci dan wajib ada.

Demikian disampaikan peneliti Etnobotani Kebun Raya Bali, Ida Bagus Ketut Arinasa, di sela- sela konferensi ilmiah Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010 di Sanur, Bali. Menurut mantan Direktur Kebun Raya Bali tersebut, bambu termasuk jenis tanaman endemik Bali yang keberadaannya semakin menipis. Agar tidak langka dan bahkan punah, para peneliti Kebun Raya Bali mulai membudidayakan bambu di lahan kebun raya seluas 154,5 hektare tersebut.

"Secara keseluruhan, Kebun Raya Bali telah mengoleksi 69 suku atau famili yang terdiri atas 250 jenis atau spesies dan 1.511 spesimen tanaman adat Bali. Itu yang berhasil kami koleksi di Kebun Raya Bali," ujar Ida Bagus, "khusus budi daya tanaman khas Bali, dialokasikan lahan Taman Panti Yatna, yang digagas sekitar tahun 1992. Lahan itu untuk melestarikan tanaman yang digunakan umat Hindu sebagai sarana dalam upacara ritualnya" tambah Ida.

"Tidak mudah untuk mewujudkan impian tersebut, karena kami memerlukan waktu 10 tahun untuk melestarikan, dan menyediakan lahan konservasi," katanya. Kesulitan yang dihadapi adalah saat hendak menanam tumbuhan khas Bali yang habitatnya di dataran rendah dengan suhu panas, ke Bukit Tapak yang dingin, suhu udara bisa mencapai 8 derajat celsius pada musim dingin.

Sebelum dibudidayakan, tanam-tanaman itu kebanyakan tumbuh di dataran rendah, harus terlebih dahulu diaklimatisasi dudu, untuk menyesuaikan diri tumbuhan dengan habitat baru. "Kami harus menyesuaikan tanaman baru untuk dapat berkompetisi dengan habitat baru, antara lain bersaing dengan tanman besar dan tinggi-tinggi dan besar di hutan," kata Ida Bagus.

Beberapa tanaman endemik Bali yang dianggap suci, contohnya bambu. Ada lima jenis bambu yang digunakan untuk ritual sehari-hari antara lain :
1. Bambu jajang aya (Giganthocloa aya), secara morfologi tanaman tersebut
memiliki tinggi sekitar 15 meter, diameter bisa sampai 12 cm.
Daun bambu ini dianggap suci sehingga sering digunakan atap bangunan suci.
2. Bambu Jajang taluh (Giganthocloa taluh), biasanya digunakan untuk gedek,
dan sering digunakan untuk upacara kematian.
3. Bambu Tiing ooh (Bambusa ooh), Ruas buluhnya agak panjang, tipis dan biasa
digunakan sebagai sangar pucuk, tempat sesajen.
4. Bambu/Buluh kedampal (Schizostachyum castaneum), biasa digunakan untuk
tempat menampung air suci. Juga sering digunakan sebagai alat gerantang atau rindik,
alat musik dari bambu. Bambu ini banyak tumbuh di Kabupaten Tabanan.
5. Bambu Tiing alas atau Liplip (Dinocloa sepang), masih ada di tempat aslinya di hutan
alam di Sepang- Kabupaten Buleleng, dan kawasan hutan Jembrana. Diyakini sebagai
tanaman suci dan obat-obatan. Tidak endemik, tetapi populasinya di Bali sangat sedikit.
Di Pura Lempunyang, hanya ada satu rumpun.

Pembudidayaan semakin perlu karena kawasan pantai di hampir semua Pulau Bali kini beralih fungsi menjadi kawasan pariwisata yang 'ditumbuhi' bangunan dan hotel. "Namun karena agama Hindu menganjurkan tanam-tanaman ini dibutuhkan setiap hari, jadi penggunaan besar. Sebetulnya masyarakat sudah berusaha melestarikan sendiri untuk kebutuhan sendiri, tetapi karena tinggi peningkatan jumlah penduduk dari masyarakat lokal maupun terjadinya urbanisasi, maka pasokan tidak mencukupi. Apalagi lahan semakin banyak beralih fungsi, sehingga banyak tanaman yang tergerus," katanya.

Joke's - Masnana'ok "alias" Mata Karanjang

"KATONG dua tarlaen kalo mo bacarita musti dudu di dadegu. Apa lai kalo su ada kopi deng kokis, mo baomong apa sa bisa na. Mo dudu dar pagi sampe katumu pagi, sond ada yang lawan. Sakarang be rasa, urat kaki dong ke asam. Bet taku kana panyaki asam urat," Ama Tobo kastau dia pung kawan Ba'i Ndu.

"Na...kalo bagitu, katong dua jalan kaliling kampung sa. Mari su katong jalan," Ama Tobo ajak Ba'i Ndu.

Dong dua mulai jalan. Ama Tobo angka kain feo di leher. Dia pung parte Ba'i Ndu ju son mo kala. Baptua ju angka kain feo di kapala. Ba'i Ndu pake calana tarening warna kuning.

Lia dong dua bajalan, Ama Tobo pung bini Ina Feek batarea dar dalam rumah. "Wooeee.. basong du mo pi mana lai. Bet su eok ini kopi, basong dua bajalan."

"Ma simpan sa itu kopi. Sabantar bar katong minom. Katong mo bajalan kaliling kampung," Ama Tobo manyao dia pung bini.

"Auwiiii....,pung gumuk lai. Adiiii...,dia pung badan pung gaga lai. Kalo be dapa sang dia. Be urus sang lu mati pung. Lu hanya tunggu makan deng tidor sa. Samua be urus na. Bet kas mandi tarus. Mo pagi, siang, malam, bet kas mandi. Biar ko lu badan tamba bakincang. Lu pung tai sa bet angka na. Awis badan bagus bagini mo cari dimana oooo," Ama Tobo kasi komentar tiba-tiba.

Ba'i Ndu langsung sambar. "Woeee....,dasar mata karanjang. klo mo masnanaok na lia-lia dolo, Itu orang pung ana. Lu jang manoso sambarang. Tau diri sadiki. Su tua hola, masi masnanaok sond tau diri. Woe, lu pung lutut sa su tinggal dia pung tampurung karing. Itu mata jang ke karanjang," Ba'i Ndu protes Ama Tobo.

Ba'i Ndu pung pikiran Ama Tobo baomong ana parampuan dong. Ais pas dong dua lewat, ada ana parampuan dong lewat di dong pung muka.

"Kawan yang mata karanjang, lu pu maksud sapa...?? Beta rasa, kawan jang banile orang kalo balom tau orang pung maksud. Bet ju tau diri. Untuk apa kas komentar orang pung ana. Itu namanya dosa," Ama Tobo kas jalas Ba'i Ndu.

"Jadi ente omomg sapa lai," Ba'i Ndu tanya Ama Tobo.

"Tenga lima meter lai, ketong su sampe. Nanti be kas kanal sang lu. Pasti ente sanang mo mati." Pas deka sapi, Ama Tobo kas tau, "Ini dia kawan."

Humaniora - Kisah Pelik Semen Kupang Berakhir Sudah

Pabrik Semen Kupang Beroperasi Agustus
Sumber : Laporan Antara News,Rabu, 21 Juli 2010 | 09:24 WIB

KUPANG, POS KUPANG.Com---PT Sarana Agra Gemilang (SAG) menjamin akan mengoperasikan Pabrik Semen Kupang pada Agustus mendatang sebagai hadiah kemerdekaan bagi Rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT).


"Semua unit produksi sudah 90 persen bekerja. Tinggal kami memasang gas analyzer agar bisa mendapatkan nomor seri internasional atas pengelolaan pabrik tersebut," kata Direktur PT SAG Cabang Kupang, Ronny Kristianto di Kupang, Senin (19/7/2010).


Ronny menyampaikan hal itu menjawab keraguan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, atas nasib satu-satunya industri semen di NTT itu. Gubernur Lebu Raya menyatakan kecemasannya atas nasib Pabrik Semen Kupang itu karena PT SAG yang dipercayakan Kementerian BUMN untuk mengelola pabrik tersebut sejak tahun lalu hingga saat ini belum menunjukkan aktivitas apa pun.


"Kami tidak menyangka jika hampir sebagian besar unit produksi yang ada di pabrik ini mengalami kerusakan. Banyak instrumen pabrik yang harus kami ganti, termasuk di antaranya memasang gas analyzer tersebut," kata Ronny.


PT SAG yang biasa bergerak di sektor agroindustri itu akhirnya
mengambil alih manajemen pabrik yang ditinggalkan PT (Persero) Semen Kupang akibat krisis keuangan dan manajemen.


Pada awal mulanya, pihak manajemen memperkirakan akan memproduksi kembali Pabrik Semen Kupang pada akhir Mei atau awal Juni 2010, namun setelah dilakukan pengecekan lebih mendetail, ternyata instrumen alat ukur dan alat timbang juga tidak berfungsi semuanya.


"Kami sudah mengganti semua instrumen tersebut dan kini tinggal memasang gas analyzer yang dipesan dari China. Alat ini sudah tiba di Surabaya, namun masih dalam pemeriksaan pihak Bea Cukai Tanjung Perak, karena masuk dalam jalur merah," katanya.


Ia menambahkan, kendala lain yang dihadapi PT SAG sampai akhirnya menunda pengoperasian pabrik tersebut, karena masih terbatasnya daya listrik untuk mendorong mesin produksi dan instrumen pendukung pabrik lainnya.


Menurut Ronny, pihaknya sudah mengadakan tujuh unit genset berdaya masing-masing 1,2 MW untuk mendukung daya listrik dari PLN sebesar 3,5 MW. Namun, lima unit genset di antaranya mengalami kerusakan saat bongkar muat di pelabuhan. Sekarang sedang dalam perbaikan.


Ditambahkannya, daya listrik yang ada sudah cukup untuk menghidupkan panel listrik ke travo dan ke panel distribusi, namun untuk efisiensi dan hemat energi pihaknya akan menambah 8,0 MW listrik dari PLN pada Agustus mendatang.


Kondisi yang dihadapi pabrik Semen Kupang saat ini, menurut dia, sudah mendekati titik "clear production" sehingga target mereka untuk memproduksi pada Agustus sebagai hadiah kemerdekaan untuk rakyat NTT tidak terlalu meleset jauh.


"Kami sadar bahwa dengan adanya penundaan produksi tersebut, image yang muncul dalam pikiran masyarakat NTT tentu bernada negatif terhadap perusahaan pengelola pabrik Semen Kupang. Namun, mulai saat ini, kami berjanji bahwa pada Agustus 2010 ini Pabrik Semen Kupang sudah beroperasi kembali," janji Ronny. (ant)

Kamis, 15 Juli 2010

IPTEK - ANTARIKSA

Sekilas Tentang Bahaya Badai Matahari

Matahari adalah sumber dari semua energi yang kita kenal di Bumi. Jika kita merunut semua sumber energi yang kita kenal dan kita gunakan sehari-hari, semuanya akan bermuara pada Matahari. Matahari sendiri menghasilkan energi lewat reaksi nuklir yang terjadi di pusatnya. Namun, meski Matahari memegang peran penting sebagai sumber energi yang kita butuhkan, Matahari juga menyimpan potensi yang bisa memberikan ancaman bagi manusia dan ekosistem Bumi. Ancaman yang dimaksud adalah peristiwa yang dikenal dengan nama badai matahari.

Struktur Matahari
Sebelum membicarakan tentang badai matahari, kita akan melihat sekilas tentang Matahari.?Matahari adalah sebuah bintang, yaitu bola plasma panas yang ditopang oleh gaya gravitasi. Di pusat Matahari (nomor 1 dalam Gambar 1), terjadi reaksi nuklir (fusi) yang mengubah 4 atom hidrogen menjadi 1 atom helium. Reaksi fusi tersebut, selain menghasilkan helium, juga menghasilkan energi dalam jumlah melimpah (ingat persamaan terkenal oleh Einstein: E=mc2). Energi yang dihasilkan, di pancarkan keluar melewati bagian-bagian Matahari, yaitu: zona radiatif (nomor 2), zona konventif (nomor 3), dan bagian atmosfer Matahari, yang terdiri dari fotosfer (nomor 4), kromosfer (nomor 5), dan korona (nomor 6). Dan badai Matahari adalah peristiwa yang berkaitan dengan bagian atmosfer Matahari tersebut.
Bagian terluar dari Matahari, yaitu korona, memiliki temperatur yang mencapai jutaan kelvin. Dengan temparatur yang tinggi tersebut, materi yang berada di korona Matahari memiliki energi kinetik yang besar. Tarikan gravitasi Matahari tidak cukup kuat untuk mempertahankan materi korona yang memiliki energi kinetik yang besar itu. Dan secara terus menerus, partikel bermuatan yang berasal dari korona, akan lepas keluar angkasa. Aliran partikel ini dikenal dengan nama angin matahari, yang terutama terdiri dari elektron dan proton dengan energi sekitar 1 keV. Setiap tahunnya, sebanyak 1012 ton materi korona lepas menjadi angin matahari, yang bergerak dengan kecepatan antara 200-700 km/s.
Berbeda dengan pusat Matahari yang relatif sederhana, bagian atmosfer Matahari relatif lebih rumit. Karena di atmosfer Matahari ini, medan magnetik Matahari berperan besar terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di dalamnya. Ada berbagai fenomena menarik diamati di atmosfer Matahari berkaitan dengan medan magnetik Matahari, seperti bintik matahari (sun spot), ledakan Matahari (solar flare), prominensa, dan pelontaran material korona (CME – Coronal Mass Ejection). Hal-hal inilah yang berkaitan dengan badai matahari.
Jadi apa yang dimaksud dengan badai matahari?
Singkatnya, badai matahari adalah kejadian / event dimana aktivitas Matahari berinteraksi dengan medan magnetik Bumi. Badai matahari ini berkaitan langsung dengan peristiwa solar flare dan CME. Kedua hal itulah yang menyebabkan terjadinya badai matahari.
Solar flare adalah ledakan di Matahari akibat terbukanya salah satu kumparan medan magnet permukaan Matahari. Ledakan ini melepaskan partikel berenergi tinggi dan radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang sinar-x dan sinar gamma. Partikel berenergi tinggi yang dilepaskan oleh peristiwa solar flare, jika mengarah ke Bumi, akan mencapai Bumi dalam waktu 1-2 hari. Sedangkan radiasi elektromagnetik energi tingginya, akan mencapai Bumi dalam waktu hanya sekitar 8 menit.
Lalu bagaimana dengan CME?
CME adalah pelepasan material dari korona yang teramati sebagai letupan yang menyembur dari permukaan Matahari. Dalam semburan material korona ini, sekitar 2×1011 – 4×101322 – 6×1024 joule. Material ini dilontarkan dengan kecepatan mulai dari 20 km/s sampai 2000 km/s, dengan rata-rata kecepatan 350 km/s. Untuk mencapai Bumi, dibutuhkan waktu 1-3 hari. kilogram material dilontarkan dengan energi sebesar 10
Matahari kita memiliki siklus keaktifan dengan periode sekitar 11 tahun. Siklus keaktifan ini berkaitan dengan pembalikan kutub magnetik di permukaan Matahari. Keaktifan Matahari ini bisa dilihat dari jumlah bintik matahari yang teramati. Saat keaktifan Matahari mencapai maksimum, kita akan mengamati bintik matahari dalam jumlah paling banyak di permukaan Matahari. Dan pada saat keaktifan Matahari mencapai maksimum inilah, angin matahari lebih 'kencang' dari biasanya dan partikel-partikel yang dipancarkan juga lebih energetik. Dan peristiwa solar flare dan CME dalam skala besar juga lebih dimungkinkan untuk terjadi. Dengan kata lain, saat keaktifan Matahari mencapai maksimum, Bumi akan lebih banyak dipapar dengan partikel-partikel bermuatan tinggi (lebih tinggi dari biasanya) dan radiasi elektromagnetik energi tinggi.
Partikel-partikel bermuatan yang dipancarkan dari peristiwa solar flare dan CME, saat mencapai Bumi, akan berinteraksi dengan medan magnetik Bumi. Interaksi ini akan menyebabkan gangguan pada medan magnetik Bumi buat sementara.
Saat partikel-partikel bermuatan dengan energi tinggi mencapai Bumi, ia akan diarahkan oleh medan magnetik Bumi, untuk bergerak sesuai dengan garis-garis medan magnetik Bumi, menuju ke arah kutub utara dan kutub selatan magnetik Bumi. Saat partikel-partikel energetik tersebut berbenturan dengan partikel udara dalam atmosfer Bumi, ia akan menyebabkan partikel udara (terutama nitrogen) terionisasi. Bagi kita yang berada di permukaan Bumi, yang kita amati adalah bentuk seperti tirai-tirai cahaya warna-warni di langit, yang dikenal dengan nama aurora. Aurora ini bisa diamati dari posisi lintang tinggi di sekitar kutub magnetik Bumi (utara dan selatan).
Aurora

Saat terjadi badai matahari, partikel-partikel energetik tadi tidak hanya menghasilkan aurora yang indah yang bisa di amati di lintang tinggi. Tapi bisa memberikan dampak yang relatif lebih besar dan lebih berbahaya. Dampak yang dimaksud antara lain: gangguan pada jaringan listrik karena transformator dalam jaringan listrik akan mengalami kelebihan muatan, gangguan telekomunikasi (merusak satelit, menyebabkan black-out frekuensi HF radio, dll), navigasi, dan menyebabkan korosi pada jaringan pipa bawah tanah.

Peristiwa gangguan besar yang disebabkan oleh badai matahari, yang paling terkenal adalah peristiwa tahun 1859, peristiwa yang dikenal dengan nama Carrington Event. Saat itu, jaringan komunikasi telegraf masih relatif baru tapi sudah luas digunakan. Ketika terjadi badai Matahari tahun 1859, jaringan telegraf seluruh Amerika dan Eropa mati total. Aurora yang biasanya hanya bisa diamati di lintang tinggi, saat itu bahkan bisa diamati sampai di equator.
Masih ada beberapa contoh peristiwa lain yang berkaitan dengan badai matahari yang terjadi dalam abad ke-20 dan 21:
  1. 13 maret 1989: Terjadi CME besar 4 hari sebelumnya. Badai geomagnetik menghasilkan arus listrik induksi eksesif hingga ribuan ampere pada sistem interkoneksi kelistrikan Ontario Hydro (Canada). Arus induksi eksesif ini menyebabkan sejumlah trafo terbakar. Akibat dari terbakarnya trafo tsb, jaringan listrik di seluruh Quebec (Canada) putus selama 9 jam. Guncangan magnetik badai sekitar seperempat Carrington event, (sekitar 400 nT). Aurora teramati sampai di Texas
  2. Januari 1994 : 2 buah satelit komunikasi Anik milik Canada rusak akibat digempur elektron-elektron energetik dari Matahari. Satu satelit bisa segera pulih dalam waktu beberapa jam, namun satelit lainnya baru bisa dipulihkan 6 bulan kemudian.
    Total kerugian akibat lumpuhnya satelit ini disebut mencapai US $ 50 – 70 juta.
  3. November 2003 : Mengganggu kinerja instrumen WAAS berbasis GPS milik FAA AS selama 30 jam.
  4. Januari 2005: Berpotensi mengakibatkan black-out di frekuensi HF radio pesawat, sehingga penerbangan United Airlines 26 terpaksa dialihkan menghindari rute polar (kutub) yang biasa dilaluinya.
Badai Matahari juga bisa berbahaya bagi makhluk hidup secara biologi. Bahaya ini terutama bagi para astronot yang kebetulan sedang berada di luar angkasa saat badai matahari terjadi. Bagi kita yang berada di permukaan Bumi, kita relatif aman terlindungi oleh medan magnetik Bumi. Pengaruh langsung dari badai matahari ini hanya dialami oleh binatang-binatang yang peka terhadap medan magnetik Bumi. Karena badai matahari mengganggu medan magnetik Bumi, maka binatang-binatang yang peka terhadap medan magnetik akan secara langsung terimbas. Misalnya burung-burung, lumba-lumba, dan paus, yang menggunakan medan magnetik Bumi untuk menentukan arah, untuk sesaat ketika badai matahari terjadi, mereka akan kehilangan arah.
Saat ini, Matahari sedang menuju puncak keaktifan dalam siklusnya yang ke-24. Puncak keaktifan Matahari ini diperkirakan terjadi sekitar tahun 2011-2013. Saat puncak keaktifan Matahari pada siklus ke-24 ini, diperkirakan tidak akan jauh berbeda dengan saat puncak keaktifan pada siklus-siklus sebelumnya. Mungkin efeknya akan sedikit lebih besar, tapi ada juga yang menduga akan terjadi hal yang sebaliknya, justru lebih kecil efeknya. Yang manapun itu kasusnya, bisa dikatakan semua ahli fisika matahari sepakat tidak mungkin terjadi peristiwa besar yang akan membahayakan kehidupan di muka Bumi.
Berdasarkan pengetahuan kita saat ini, badai matahari hanya akan memberikan ancaman bahaya yang rendah. Solar flare dan CME yang terjadi di Matahari, tidak akan cukup untuk menyebabkan peristiwa seperti yang digambarkan dalam beberapa film yang beredar belakangan ini. Beberapa bintang yang diamati memang menunjukkan adanya peristiwa yang dikenal dengan istilah superflare, yaitu flare seperti yang kita amati di Matahari tapi dengan intensitas yang jauh lebih besar. Tapi peristiwa serupa diduga bukan peristiwa yang umum dan diragukan bakal terjadi pada Matahari kita, setidaknya saat ini. Memang peristiwa solar flare

dan CME belum bisa diprediksi dengan baik untuk saat ini. Tapi pengetahuan kita yang didapat dari pengamatan Matahari lewat berbagai observatorium landas-bumi dan wahana antariksa yang terus menerus mengamati Matahari, kita semakin mengerti berbagai peristiwa yang terjadi di Matahari. Setidaknya untuk saat ini, kita bisa mengatakan dengan cukup yakin bahwa yang digambarkan dalam film-film fiksi ilmiah tentang badai raksasa matahari, tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Rabu, 14 Juli 2010

IPTEK - ANTARIKSA

Sumber by : Add to Technorati Favorites

Apa Yang Terjadi Bila Medan Magnet Bumi Bocor

Apa yang terjadi apabila dua batang magnet yang kutubnya sejajar didekatkan? Tentunya akan salik tolak menolak, demikian juga dengan interaksi medan magnet Bumi dan Matahari. Medan magnetik Bumi dianggap sebagai pelindung Bumi terhadap angin Matahari, dan interaksinya bergantung pada orientasi kutub-kutub magnetik Bumi dan Matahari. Kedua medan magnetik Bumi dan Matahari mempunyai orientasi utara dan selatan. Arah kutub magnetik Bumi selalu menghadap pada arah utara-selatan. Demikian juga dengan Matahari, akan tetapi medan magnet Matahari secara periodis berubah orientasinya, kadang berkesejajaran (aligned) dengan medan magnet Bumi, kadang menjadi anti-sejajar (anti-algined).

Jika selama ini dipercaya bahwa medan magnet Bumi menjadi pelindung terhadap badai yang datang dari Matahari dan menghantam Bumi, karena kalau arah medan magnetnya saling berkesejajaran, tentunya yang terjadi adalah tolak menolak, sehingga perisai medan magnet sedang kuat-kuatnya, dan hanya sedikit partikel yang bisa masuk ke lingkungan Bumi, tetapi temuan terkini menunjukkan bahwa Bumi tidak sepenuhnya terlindung dari badai Matahari, karena adanya kebocoran pada medan magnet Bumi dan lebih banyak partikel yang masuk dan mengganggu lingkungan Bumi.

Sebelumnya, para ilmuwan Fisika Matahari mengetahui bahwa partikel-partikel Matahari memasuki magnetosfer Bumi ketika medan magnet Matahari mengarah ke selatan, yaitu ketika menjadi anti-sejajar dengan Bumi. Tetapi pengamatan terkini dari satelit-satelit THEMIS (Time History of Events and Macroscale Interactions during Substorms) menunjukkan bahwa yang terjadi tidaklah seperti itu.

Kebocoran ini jelas mengubah pandangan tentang bagaimana interaksi antara lapisan magnetsofer dengan angin matahari, karena dari kebocoran tersebut partikel-partikel yang datang dari angin Matahari datang lebih cepat dan lebih banyak dari yang selama ini diperkirakan dan seluruh interaksi bertentangan dengan yang selama ini telah dipelajari oleh para peneliti Matahari. Bila sebelumnya perisai medan magnet Bumi adalah pada saaat yang terkuat karena medan magnet saling tolak menolak, ternyata malah menjadi yang paling lemah.

Untuk melakukan pengukuran tersebut, maka ada lima wahana THEMIS yang dikirim untuk mengukur ketebalan pita partikel Matahari yang datang ketika medan magnet saling sejajar – ternyata ditemukan sampai mencapai 20 kali dari jumlah yang didapat ketika medan magnet saling anti-sejajar.

Pengukuran THEMIS dilakukan seiring wahana melalui pita, dengan dua wahana berada pada batas yang berbeda dari pita; dan ternyata pita yang ditemukan mencapai setebal radius Bumi (sekitar 6437 km). Pengukuran lanjutan menunjukkan juga bahwa pita tersebut juga membesar secara cepat.

Bagaimana kebocoran tersebut dapat dideteksi? Ketika partikel-partikel Matahari mengalir dibawa oleh angin Matahari, angin tersebut membawa juga medan magnet Matahari mengarah ke Bumi. Medan magnet yang dibawa tersebut melapisi medan magnet Bumi saat sampai. Kendati pada wilayah katulistiwa mengarah pada arah yang berkesejajaran, tetapi pada lintang yang lebih tinggi, arahnya menjadi saling anti-sejajar. Dan ketika gaya yang bekerja menekan kedua medan tersebut bersamaan maka terjadi saling mengkait antara kedua medan magnet (saling menempel sebagaimana dua magnet yang saling berbeda arah gaya), dalam sebuah proses yang disebut sebagai rekoneksi magnet. Proses tersebut mengakibatkan adanya sobekan pada uda lubang pada medan magent Bumi dan menambahkan wilayah yang memungkinkan partikel-partikel dari Matahari masuk ke magnetosfer.

Ketika siklus sebelumnya medan magnet Matahari yang menghantam bumi mulai dari anti-sejajar kemudian menjadi sejajar, maka pada siklus ini yang terjadi adalah sebaliknya, mulai dari ketika medan magnet Matahari anti-sejajar kemudian menjadi sejajar, yang berarti adanya amplifikasi pada bagaimana badai saat menghantam Bumi. Dengan demikian, maka efek yang terjadi pada siklus ke -24 mendatang menjadi lebih besar daripada yang sebelumnya diperkirakan.

Selasa, 13 Juli 2010

News - Hot Issue

Tumpangi B 1 MNC, Hary Tanoe Sambangi Kemenkum HAM

Sumber : Moksa Hutasoit
- detikNews


Jakarta - Bos Media Nusantara Citra (MNC), Hary Tanoe Soedibyo datang ke Gedung Kemenkum HAM. Namun Harry enggan menjelaskan maksud kedatangannya.

"Maaf yah, saya punya privasi," kata Hary singkat di Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (13/7/2010). Hary datang bersama seorang rekannya. Sebuah tas koper berwarna hitam terlihat dibawa oleh Harry yang datang sekitar pukul 14.10 WIB menggenakan kemeja biru dibalut jaket hitam. Hary tiba dengan menggunakan mobil Mercy B 1 MNC.

Apakah kedatangan Hary terkait Sisminbakum atau kisruh TPI?

"Enggak-enggak," elak Hary sambil berlalu masuk ke dalam gedung.

Kamis, 08 Juli 2010

History Of Timor Island

Kupang - Australi War Memorial

Image  description

DOC. Nov'1942 Pasukan Australia "SPARROW FORCE"mengoperasikan Radio dipuncak gunung di Pulau Timor

DOC. Nov'1942 Pasukan Australia menerima buah-buahan segar dari masyarakat timor


LEST WE FORGET...

Pada Desember 1941, 1300 laki-laki dan persediaan yang terdiri Sparrow Force tiba di Kupang, Timor Island dari Darwin Australia. Peran mereka adalah untuk membantu pasukan Hindia Belanda Timur Army yang tertunda untuk mengusir invasi Timor oleh pasukan Imperial Jepang.

Pada 19 Februari 1942 Angkatan Udara Jepang yang dimulai bom Kupang dan Penfui - Bandara Eltari lapangan. Pada 20 Februari mulai berjuang sungguh-sungguh di daerah terpencil, mulai dari Kupang, Oesapa Besar dan sekitar Penfui.

Gelombang pertama invasi Jepang termasuk 1000 pasukan para(payung) didukung oleh Fighter Bombers dan pesawat terbang. Pasukan payung yang mendarat di Babao dan berjuang sengit terjadi di bagian terpencil ketika mereka bertemu dengan perlawanan dari Australia.

Pada sore tanggal 20 Februari, Pasukan "A" berangkat dari Penfui untuk memenuhi pasukan Jepang di Babao dan merebut kembali Babaunya. Tdk tetap berjuang terus melalui sepanjang malam menujui Oesau.

Pada 21 Februari pasukan Australi terus bergerak lewati barisan Jepang sampai mereka bertemu pasukan payung utama Jepang yang telah digali dengan posisi yang sangat dibentengi bersenjata dengan senjata mesin, mortars, terkait lainnya senjata ringan dan pesawat terbang "Fighter".

Pada pagi 22 Februari pasukan Australi telah banyak menderita luka dan tewas dan kehabisan persediaan dan laki-laki mencoba untuk mengambil Oesau Ridge, pimpinan pasukan Australi Kolonel Leggett kemudian memutuskan bahwa cara terbaik untuk maju adalah untuk perintah sebuah sarangan pisau terhadap posisi Jepang.

Hal ini direncanakan terjadi mulai jam 5 sore. Jika sarangannya berhasil maka pasukan Australi akan dapat melanjutkan ke Champlong untuk merebut kembali di Champlongnya yang mereka percaya berada di tangan Jepang. Setelah di Champlong mereka juga dapat kembali pada ketentuan dan mengambil bantuan jika memang ada bantuan di sana.

Pasukan Australi menyelesaikan tugasnya untuk merebut kembali Oesau Ridge dan dikalahkan pasukan payung Jepang. Di sepanjang jalan orang Timor menderita banyak orang terluka dan mati juga. Orang Timor memberikan bantuan banyak kepada pasukan Australi dan memiliki banyak pahlawan yang telah memberikan segala korban mencoba untuk mengusir Jepang.

Pada pagi 23 Februari pasukan Australi menilai jumlah luka, laki-laki yang masih bisa berperang dan pasokannya ketika pasukan Jepang dari tanknya mereka membawa bendera putih muncul di belakang truk pasokan Australi yang penuh dengan banyak orang berluka. Pimpinan pasukan Jepang memberikan ultimatum untuk pasukan Australi untuk menyerah dalam waktu satu jam atau mereka akan dibom dari keberadaan dari jumlah musuh yang masih sangat banyak.

Alternatif lainnya tidak melihat, pasukan Australi yaitu orang-orang dari Batalyon 2/ke40 AIF "Sparrow Force" menyerah pada jam 9 pagi dan menjadi tahanan perang dari Pasukan Imperial Jepang. Mereka sangat menderita dari hari itu sampai pada akhir Perang pada 15 Agustus 1945. Pada saat itu mereka menyebar di seluruh Asia termasuk Jepang sendiri sebagai tahanan perang.

Maka orang-orang yang selamat dari Batalyon 2/ke40 AIF "Sparrow Force" ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan mendalam kepada Orang Timor dan bersyukur kepada Orang Timor bantuan untuk mereka kekal dan persahabatan.


"SPARROW FORCE"

Invasi Jepang di Timor Barat dalam Hindia Belanda Timur dan Timor Timur Portugis berdekatan ditandai batas selatan okupasi Jepang di selatan timur Asia.

Hanya beberapa hari setelah serangan Jepang di Pearl Harbor pada Desember 1941 sekitar 1400 orang Australia dikenal sebagai "Sparrow Force" mendarat di Timor

Meskipun para pejabat Belanda dan Inggris telah sepakat bahwa pasukan gabungan di bawah komando Australia akan mendukung pasukan kecilnya Belanda dan Portugis disana, pasukan Portugis, secara resmi, menjadi tetap netral.

Pasukan Australia, di bawah pimpinan Letnan Kolonel William-Leggatt, termasuk dari Batalyon 2/ke40, Divisi ke8 serta 2/ke2 Pasukan Independen dan lainnya pasukan.

Setelah di Timor, Sparrow Force dibagi. Batalyon 2/ke40 tetap sekitar Koepang di zona Belanda di selatan barat pulau untuk mempertahankan Teluk Koepang dan Landasan Pesawat Penfui, di mana penerbangan dari Hudson Bombers dari Squadron ke2 RAAF didasarkan.


"SEJARAH DIVISI 8th"
The 8th Divisi telah dibangkitkan untuk memerangi Nazi Jerman, dan telah dilatih untuk kondisi di Timur Tengah. Pada Desember 1940, Brigade ke24 telah dikirim ke Afrika Utara, dan menjadi bagian dari Divisi ke9. Ia digantikan di Divisi ke8 oleh Brigade ke27. Namun, karena kemungkinan perang dengan Jepang kelihatannya pasti, Brigade ke22 dikirim ke Malaya, pada 2 Februari 1941.

Brigade ke23 dipindahkan ke Darwin di bulan April. Batalyon 2/ke22 yang telah copot darinya dikirim ke Rabaul, Britania Baru di bulan April. Brigade ke27 bergabung dengan Brigade ke22 di Malaya, pada bulan Agustus. Sisanya dari Brigade ke23 telah menjadi dua detachments: Batalyon 2/ke40 berangkat ke Timor, pada 12 Desember dan; yang Batalyon 2/ke21 pergi ke Ambon di Hindia Belanda pada 17 Desember.

*Doc. Markas Brigade ke23 menetap di Darwin.

Sumber daya - Pengelolaan Sumberdaya Air

Methode Pengelolaan Sumber Daya Air Di Australia jadi "Trend Setter"

Pada akhir tahun 90an, Fieldforce ditunjuk untuk mengelola air untuk perumahan terbesar dan konservasi energi retrofit program di Australia.
Pemerintah
pun menyadari ada banyak sisi permintaan dan program konservasi Sumber Daya Air, tapi sangat sedikit perusahaan dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal ini mendorong pemerintah untuk mendirikan Fieldforce Lingkungan, sebuah badan yang fokus dan peduli secara eksklusif pada Konservasi Lingkungan dan pasar.

Sekarang
Fieldforce merupakan penyedia terkemuka air komersial domestik dan ringan dan solusi energi di Australia. Melalui jaringan kemitraan dan daya beli, pihaknya menyediakan solusi end-to-end untuk semua kebutuhan air lingkungan dan konservasi, termasuk; penilaian energi, program offset carbon, solusi panas matahari dan solusi pemberdayaan air hujan. Dan tentu saja, telah diamanatkan melalui visi dan misi perusahaan untuk terus-menerus dan secara signifikan mengurangi permasalahan pada lingkungan.

Melayani Utilitas dan Lingkungan Hidup.

Fieldforce adalah Perusahaan
terkemuka penyedia jasa konservasi air dan energi proyek massal bekerjasama dengan pemerintah, dibawah pengawasan Perusahaan utilitas Australia. Saat ini memiliki kantor cabang di seluruh Australia, dimana melayani segala keluhan dari klien di bidang kelistrikan, gas, industri air dan industri-industri lainnya baik milik pribadi maupun komersial.

Spesialisasi Fieldforce dibidang jasa penanganan dan pengelolaan air bersih secara komprehensif dimana pelaksanaan program konservasi ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan melalui:

* Penilaian
* Penyesuaian dan instalasi air dan energi melestarikan perangkat
* Pendidikan perubahan perilaku
* Pemantauan dan pelaporan

Proyek dan Manajemen Data.

Dengan kemampuan yang unik, sebagai perusahaan penyadia jasa terhadap pengloaan dan pengawasan lingkungan yang luar biasa,
Fieldforce juga menerapkan Sistem manajemen data lewat pemantauan "team call center" dengan melakukan pendataan terhadap jutaan meter kubik air di seluruh wilayah Australia untuk utilitas dan monitoring.

Fieldforce adalah pasar terkemuka dan merupakan inovator dalam pengembangan terakreditasi, terukur dan efektifitas lingkungan serta program pe
layanan terhadap utilitas. Fieldforce juga telah membuat patokan dalam memberikan hasil positif bagi klien, peserta dan lingkungan sekitar yang akuntabel.

Inilah sebabnya mengapa organisasi yang proaktif dan sadar lingkungan menunjuk Fieldforce untuk mengelola konservasi dan inisiatif layanan utilitas, dengan
standar akreditasi internasional yaitu :

1. Kualitas AS / NZS ISO 9001:2008
2. Keamanan AS / NZS 4801:2001
3. Lingkungan AS / NZS ISO 14001:2004

Hal ini menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas, dengan memperhatikan keselamatan personel dan publik dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan serta mengambil pendekatan terpadu terhadap kualitas, keamanan lingkungan dan integritas dengan mempertahankan JAZ / pihak
ketiga yakni ANZ, dengan sistem Manajemen yang Mutu dan terakreditasi.

Fieldforce Australia
adalah sepenuhnya dimiliki dan dikelola anak perusahaan UXC Ltd, ASX Top 300.

Catatan : dapat dijadikan percontohan untuk jangka panjang, terutama dalam menangani krisis air bersih khususnya di kota Jakarta.

Sumber daya - Manajemen Lingkungan

Manajemen Lingkungan

lingkungan pemerintah daerah memainkan peran penting dalam mengelola lingkungan alam. Peran ini meliputi:

1. Perencanaan strategis melalui zonasi penggunaan lahan dan kontrol hukum pada semua
tanah pribadi dan dikelola secara lokal pada ruang terbuka.
2. Penegakan kekuasaan untuk kondisi persetujuan pembangunan dan pemanfaatan lahan
yang tidak sah.
3. Bertanggung jawab terhadap manajemen stormwater dan kontrol terhadap selokan dan
limbah (misalnya tangki septik dan perawatan) serta pengendalian banjir.
4. Sebagai suatu lembaga yang melakukan pengawasan terhadap tanah dan masyarakat,
pemerintah daerah harus mengendalikan hama terhadap tanaman dan hewan-hewan
peliharaan.
5. Pengaruh vegetasi manajemen melalui skema insentif dan program pendidikan
dan masyarakat.
6. Pemerintah mengelola ruang terbuka lokal untuk mencegah degradasi, mengembalikan sisa
vegetasi dan untuk menyediakan habitat.
Daerah ini mencakup cadangan tanah rumput,
taman dan lapangan bermain.
7. Mengontrol polusi dan manajemen lingkungan termasuk diantaranya; tanah, air dan udara,
serta pengaruh dan permasalahannya terhadap kesehatan masyarakat.
8. Pemerintah dapat mengelola dan mengkoordinasikan kelompok masyarakat,
dalam mendukung proyek-proyek lingkungan hidup, menyediakan akses berupa alat dan
fasilitas untuk kelompok relawan serta secara umum membangun kapasitas masyarakat
lokal untuk terlibat dalam kegiatan pengelolaan sumber daya alam.

Selain menerapkan rencana pengelolaan dan program mereka sendiri, pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan undang-undang pemerintah negara, yang meliputi Perencanaan Lingkungan & Penilaian, Perlindungan Lingkungan Operasi dan Undang-Undang Pemerintah Daerah.

Teknologi - Globalisasi GPS

Global Positioning System (GPS) adalah jaringan satelit yang lingkaran bumi sekitar 20.000 km di atas tanah. Satelit-satelit didalam jaringan ini saling berkoordinasi dengan stasiun tanah di sekitar bumi sehingga mereka dapat memancarkan sinyal sehingga diterima oleh reciever genggam Anda dan dapat digunakan untuk menampilkan tanah dengan sangat akurat dalam bentuk koordinat dan ketinggian dalam waktu yang relatif singkat.

Semua makam di Pemakaman padang rumput yang telah mereka tentukan koordinatnya dan dapat diterima oleh reciever GPS genggam dimana hasilnya tersedia dan dapat diakses oleh publik secara umum.

Koordinat ini diberikan kepada masyarakat sehingga mereka dapat menggunakan GPS mereka sendiri dan menemukan sebuah makam di lingkungan hutan terbuka di Pemakaman Bushland.

Koordinat system ini dirincikan berdasarkan datum peta
GDA94 dalam format UTM. Dalam rangka untuk mencari kuburan Anda harus terlebih dahulu set-up GPS sehingga mengacu pada suatu formasi yang sama datum peta dan menampilkan sistem koordinat yang sama.