Fenomena alam berupa semburan lumpur demikian hal yang terjadi di Desa Wiboa dan Desa Hansisi, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur. berdasarkan sumber yang diperoleh dari salah satu surat kabar lokal terkemuka di kota Kupang bahwa fenomena alam tersebut mirip dengan yang terjadi di Sidoarjo - Jawa Timur.
Foto Kepala Desa Pantai Beringin, Chornelis Pello
di lokasi Semburan Lumpur, Selasa (8/6/2010).
di lokasi Semburan Lumpur, Selasa (8/6/2010).
"Ini hal serius dan perlu ada tanggapan segera, serta pihak Dinas Sosial agar segera mengambil sikap yakni dengan menempatkan stafnya di Desa Wiboa, agar bisa langsung memantau kondisi semburan lumpur tersebut dan melayani masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kupang dihimbau agar tidak menganggap sepele fenomena alam ini dan segera merelokasi warga yang berdomisili di sekitar lokasi semburan lumpur di Desa Wiboa dan Desa Hansisi, Kecamatan Semau Selatan, demikian yang disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kupang, Aljery E. Monas.
Menurut Monas, jika kondisi semburan sudah mulai berdampak pada lingkungan di sekitar lokasi semburan, maka kondisi itu juga paling tidak akan berpengaruh kepada lingkungan terutama warga yang berdomisili di sekitar lokasi tersebut.
Memang, lanjut Monas, secara kelembagaan DPRD belum mendapatkan laporan resmi berkaitan dengan kondisi dan perekembangan terakhir termasuk hasil survai yang dilakukan oleh Badan Geologi Bandung.
Namun demikian pemerintah harus segera melakukan tindakan antisipasi, agar tidak mengakibatkan kerugian bagi masyarakat baik materi maupun korban jiwa, jika terjadi bencana.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kabupaten Kupang, Viktoria Kana menyebutkan, kawah di beberapa pusat semburan mulai digenangi air berlumpur dan mengandung gas metan sehingga tanaman di sekitarnya mati. Bapedalda, kata dia, telah mengambil sampel lumpur untuk diteliti lebih lanjut.
Ada beberapa hal yang harus diteliti, yakni kandungan sulfur, nitrat, kadar keasaman tanah, kebutuhan zat kimia terlarut dalam air dan kebutuhan biologi organisme dalam air.
Jika kandungan sulfur, nitrat, keasaman tanah, zat kimia terlarut melebihi ambang batas kelayakan yang ditentukan oleh peraturan Menteri Kesehatan, maka akan menimbulkan dampak bagi kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan atas (Ispa) dan berbagai penyakit lainya.
Kana mengatakan, ada kekhawatiran lain yang bisa terjadi dari dampak semburan lumpur tersebut, adalah terjadinya pencemaran sumber air tanah.
Selain di Pulau Semau, semburan lumpur serupa juga terjadi di beberapa lokasi di Desa Pantai Beringin, Kecamatan Sulamu, sekitar 70 km arah timur Kota Kupang.
Ciri-ciri semburan juga mirip, di mana ada bau belerang, bahkan di titik tertentu, semburan itu hanya beberapa sentimeter dari bahu jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar