NASIONALISME DENGAN PENUH KEPRIHATINAN
By : Eurico Guterres ( Mantan Wakil Panglima Pasukan Pejuang Integrasi Timor-Timur )
Nasionalisme dan Rasa Kebangsaan sesungguhnya adalah seperti yg ditunjukan oleh Warga eks Tim-tim dengan tetap setia pada Merah Putih, Meski harus rela meninggalkan Tanah Kelahiran dan Tanah para Leluhur mereka beserta keluarga dan harta benda sejak 11 tahun silam, walaupun warga eks timor-timur hidup penuh keprihatinan di kamp-kamp darurat, namun tetap setia kepada Indonesia.
Jangan tanya kepada mereka (warga eks. Tim-tim) tentang bela negara atau Cinta Tanah Air dan Merah Putih. Warga eks Tim-tim telah menunjukkan loyalitas kebangsaan mereka, meskipun hidup dalam keprihatinan yang amat pedih, tetap menunjukkan kesetiaan pada Ibu Pertiwi. melihat realitas di Indonesia, kebanyakan orang baru mengibarkan Bendera Merah Putih saat Agustus, tetapi bagi warga eks Timtim, Merah Putih adalah lambang jati diri yang mereka tancapkan di atap rumah masing-masing di barak-barak penampungan setiap hari. Mereka rela menderita juga demi Merah Putih dan Tanah Air Indonesia.
Setiap memperingati kemerdekaan, semua warga eks Timtim merasakan kepedihan karena tanah leluhur mereka telah berubah menjadi sebuah negara lain, yakni Timor Leste.
Sebagai anak bangsa, saya kadang merasa risih berada di antara warga eks Timtim yang begitu tegas mempertahankan ke-Indonesia-annya, meskipun terlantar di kolong langit bernama Indonesia yang mereka cintai.
Perayaan Proklamasi tahun ini, diakuinya memiliki arti tersendiri bagi warga eks Timtim, khususnya yang tinggal di Kabupaten Belu. Di daerah perbatasan itu disuguhkan hiburan pemutaran film "Indonesia Tanah Air Beta", garapan sutradara Ari Sihasale.
Film yang bermuatan sosial tentang keluarga dan persaudaraan, juga cinta Tanah Air. "Ini menarik, karena mengisahkan sebuah keluarga yang terkoyak akibat prahara politik Tim-tim, menggambarkan keterpisahan antara seorang ibu dengan anaknya, juga keterpisahan Tim-tim dari Indonesia, mengakibatkan ribuan manusia harus berpisah dengan tanah leluhur dan sanak keluarga yang mereka cintai demi "Sang Merah Putih". (Red. Pos Kupang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar