S I B (Sistem Informasi Baseline) Economic Survey
Penelitian Dasar Potensi Ekonomi atau dikenal dengan Baseline Economic Survey (BLS) merupakan penelitian awal/dasar atas keberadaan potensi sub sektor ekonomi/komoditi disuatu Daerah Tingkat I/Propinsi terutama dalam hubungannya dengan pengembangan usaha kecil yang dilaksanakan sejak tahun 1979. Untuk menyebarluaskan hasil penelitian BLS secara cepat, hasil penelitian BLS dimasukkan kedalam suatu sistem informasi yang dikenal dengan Sistem Informasi BLS (SIB). Hasil akhir penelitian BLS adalah Daftar Skala Prioritas Subsektor Ekonomi/komoditi yang potensial untuk dikembangkan di setiap Propinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan yang dikelompokkan dalam subsektor ekonomi/komoditi yang Sangat Potensial (SP), Potensial (P) dan Kurang Potensial (KP).
Pengelompokkan tersebut dianalisis berdasarkan 6 faktor, yaitu Pemasaran, Kewirausahaan, Teknis Produksi, Pertumbuhan, Infrastruktur (Sarana/Prasarana) dan Kebijakan Pemerintah dalam pengembangan usaha kecil.
Pada kajian tahun 2006, terdapat perubahan yang cukup mendasar dalam penetapan Daftar Skala Prioritas, yang semula menggunakan kriteria data produksi, pendapat instansi, dan data primer responden UMKM pada suatu komoditi/produk/jenis usaha di suatu kecamatan, menjadi penetapan Komoditi/Produk/Jenis Usaha (KPJu) Unggulan di kabupaten/kota dengan menggunakan alat analisis Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan Analytic Hierarchy Process (AHP).
Hasil Penelitian BLS meliputi 31 Propinsi yaitu Sumut, Riau, Kepulauan Riau, Sumbar, Sumsel, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jabar, Banten, Jateng, DIY, Jatim, Kaltim, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sultra, Sulsel, Bali, NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Irian Jaya Barat. Sedangkan hasil penelitian penetapan komoditi/produk/jenis usaha (KPJu) unggulan daerah telah dilaksanakan di 7 Propinsi, yaitu Sumatera Selatan, Banten, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Adapun manfaat dari kajian tersebut adalah :
- Mengenal dan memahami profil daerah, profil UMKM, kebijakan Pemerintah dan peranan Perbankan,
- Memberikan informasi tentang Komoditi/Produk/Jenis Usaha (KPJu) Unggulan yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan di suatu kabupaten/kota dan propinsi dalam rangka:
- mendukung pembangunan ekonomi daerah;
- menciptakan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja; serta
- meningkatkan daya saing produk.
- Memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Daerah dalam rangka pengembangan KPJu unggulan UMKM.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar