Jumat, 14 Mei 2010

Kesehatan

Seorang Pria Australia Mengalami Kondisi Kritis Setelah Makan Siput

Seorang pria berusia 21 tahun, berasal dari Sydney
tertular penyakit paru-paru tikus yang disebut cacing yang merupakan bentuk langka meningitis, yang disiarkan oleh Radio ABC nasional. Insiden ini telah menyebabkan para pejabat kesehatan mengeluarkan peringatan tentang bahaya makan gastropoda mentah, atau siput, yang membawa cacing parasit.

Penyakit ini menyebabkan otak dan sumsum tulang belakang membengkak dan bisa berakibat fatal. Namun, Dr Jeremy McAnulty dari Lembaga
Kesehatan New South Wales, mengatakan kebanyakan orang sembuh dari penyakit karena sistem kekebalan tubuhnya dapat membuang itu. Hal ini tidak dapat ditransfer dari orang dan kepada orang lain.

Larva parasit jenis ini, dapat ditemukan di dalam kotoran tikus, yang kebanyakan dimakan oleh siput dan kemudian menjadi terinfeksi. Dr McAnulty memberikan peringatan kepada setiap orang yang berencana untuk mengkonsumsi makhluk ini untuk mencuci hingga benar-benar bersih pada saat pengolahannya hingga menjadi suatu menu makanan, populasi binatang jenis ini sering dijumpai di Asia dan Kepulauan Pasifik.

Politik dan Hukum

Polri Selidiki Rekening Mencurigakan Beberapa Jenderal

Jakarta - Mabes Polri menyelidiki laporan soal rekening mencurigakan beberapa orang jenderal polisi. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi kepolisian dan hasilnya akan segera diumumkan ke masyarakat.

"Ada beberapa orang, sudah ada yang kita selidiki," kata Kabaresrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (14/5/2010).

Dia menegaskan, surat perintah penyelidikan dari Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sudah diterima Bareskrim. Kini tim khusus sudah dibentuk untuk melakukan klarifikasi pada sejumlah orang.

"Kita sedang melakukan klarifikasi, tentunya yang disampaikan LHA (laporan hasil analisis) dari PPATK. Itu kan LHA tentang jumlah uang yang mencurigakan. Jadi belum tentu hasil kejahatan," terangnya.

Dia berharap masyarakat bisa bersabar karena polisi bekerja dengan profesional. Penyelidikan juga dilakukan pada jenderal bintang dua yakni BG yang selama ini sempat mencuat ke publik.

"Ya makanya kita mengedepankan azas praduga tidak bersalah karena menyangkut keluarganya, termasuk yang dikatakan inisial itu," terangnya.

Azas praduga tidak bersalah dikedepankan karena menyangkut nama baik seseorang. "Karena perwira-perwira ini adalah perwira yang muda, mempunyai prospek ke depan sebagai pimpinan Polri," tutupnya.

Sebelumnya Indonesia Corruption Watch (ICW) berencana akan melaporkan dugaan rekening milik perwira tinggi senilai Rp 95 miliar yang diduga mencurigakan. ICW tidak menyebut nama atau inisial hanya disebutkan perwira itu berpangkat bintang dua.

Sementara itu, kemudian Irjen Pol Budi Gunawan yang juga menjabat Kadiv Propam Mabes Polri menepis isu miring yang dialamatkan pada dirinya soal dugaan kepemilikan rekening mencurigakan itu. Budi tegas-tegas membantah dan menegaskan dirinya bersih.

"Tentang rekening atas nama jenderal bintang dua tersebut adalah tidak benar, hal tersebut sebagai fitnah, upaya pembusukan untuk penghancuran karakter untuk melemahkan langkah pengungkapan terhadap kasus mafia hukum," tegas Budi saat dihubungi wartawan, Selasa (4/5/2010) lalu.

IPTEK

HYPERSPECTRAL REMOTE SENSING: TEKNOLOGI PENDUKUNG KETAHANAN PANGAN

Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar negara Asia, termasuk Indonesia.
Sebagai makanan pokok, pemenuhan kebutuhan beras bagi penduduk Indonesia
mendapat perhatian khusus, karena hal ini menyangkut masalah stabilitas sosial,
ekonomi dan politik. Segala daya upaya harus di siapkan oleh pemerintah dari semua lini
terkait secara sinergi untuk mengupayakan stabilitas pemenuhan kebutuhan pokok akan
pangan, mulai dari kebijakan pemerintah, payung hukum, kontrol sarana produksi
pertanian dipasar, asistensi teknik, teknik estimasi produksi, distribusi panen, sampai
pada kontrol harga jual di pasar.
Pengembangan sistem pertanian yang sesuai dengan tuntutan era informasi dan komunikasi
global, menuntut penyediaan informasi sumberdaya pertanian yang cepat, akurat, terkini, dan
obyektif - kuantitatif. Oleh sebab itu sistem informasi lahan dan pertanian yang didukung oleh
teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan
ketahanan pangan nasional yang ditinjau dari perspektif kemajuan IPTEK dibidang teknologi
penginderaan jauh.
Pusat TISDA BPPT merupakan perintis pembangunan industri jasa pengindraan jauh di
Indonesia. Sesuai tugas pokok dan fungsi BPPT dalam melaksanakan pengkajian dan
penerapan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional, teknologi Hiperspektral (hypers
pectral remote sensing technology) dipilih sebagai salah satu teknologi lanjutan (frontier)
dari teknologi Multispektral untuk diuji-kaji, dikembangkan dan selanjutnya diaplikasikan di
Indonesia terkait dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang kompleks di
masyarakat”, ungkap Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (PTISDA), M.
Sadly saat diwawancari diruang kerjanya (11/05).
Lebih lanjut Sadly menjelaskan bahwa Teknologi Hiperspektral termasuk suatu paradigma baru
dalam dunia penginderaan jauh yang pemanfaatannya jauh lebih besar dibandingkan dengan
teknologi sebelumnya. Salah satunya adalah dalam klasifikasi tanaman padi, dapat dilakukan
lebih detil dan mampu membedakan jenis tanaman padi serta kondisinya lebih baik dan rinci
dibanding dengan menggunakan foto udara dan sistem multispektral yang selama ini
digunakan.
Teknologi Hiperspektral merupakan teknologi alternatif untuk memberikan solusi kepada
pemerintah untuk mengetahui seberapa besar produktifitas petani dari hasil panen. “Karena
selama ini pemerintah tidak mempunyai data yang akurat dalam menentukan perhitungan
produksi beras nasional, akibatnya, sering kebijakan pemerintah menjadi salah”, komentarnya.
“Setelah mengetahui seberapa besar produktivitas, lalu dihitung evaluasi ekonominya, apakah
petani bisa sejahtera atau tidak, sehingga kita juga dapat memberikan rekomendasi kepada
pemerintah, untuk menghitung jasa lingkungan yang pemerintah harus hitung dengan anggaran

negara sehingga petani lebih sejahtera” tambahnya.
Dalam perkembangan teknologi hiperspektral yang terkini, menunjukkan bahwa teknik untuk
menentukan kanal yang optimal atau yang paling sensitif telah mengalami kemajuan yang
cukup signifikan yang dikaitkan dengan karakteristik biofisik, fisiologi dan biokimia tanaman.
Dengan demikian, pemantauan kondisi (setiap fase pertumbuhan) dari tanaman padi dapat
dilakukan dengan baik dan terukur, sehingga akan memudahkan dalam mengestimasi
produktivitas tanaman padi sebelum panen. Setelah informasi diperoleh, maka dilakukan
diseminasi ke pengguna.
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir teknologi “hyperspectral remote sensing” telah
berkembang pesat di negara-negara maju dan juga negara yang mempunyai iklim monsoon
seperti Jepang, Korea, maupun Cina. Sebagai negeri yang berbasis pada sektor pertanian,
Indonesia, teknologi ini sangat menjanjikan untuk dimanfaatkan untuk membantu krisis
informasi seputar pangan, atau bisa juga dikatakan krusial untuk mendukung program
ketahanan pangan nasional.

Kerjasama pihak lain
BPPT telah melakukan kerjasama dengan beberapa institusi riset di luar negeri dalam bidang
teknologi hiperspektral dan melakukan penandatangan MoU dengan Earth Remote Sensing
Data Analysis Center (ERSDAC) Jepang dalam kegiatan kerjasama
“Research Project of Hyperspectral Technology for Agricultural Application in Indonesia (HyperSRI Project)”
, tujuan utamanya mengkaji, mengembangkan metode/algoritma untuk memantau pertumbuhan
tanaman padi, serta membangun model prediksi produksi padi.
BPPT juga bekerjasama dengan institusi di dalam negeri, seperti: LAPAN, Pusat Data dan
Informasi Departemen Pertanian, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian,
Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) serta dengan Pemerintah Kabupaten
Indramayu dan Subang yang dipilih sebagai lokasi kegiatan.
“Kerjasama BPPT dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri dalam pengkajian,
pemanfaatan dan pengembangan teknologi hyperspectral remote sensing diharapkan dapat
dilaksanakan secepat mungkin, sehingga pemanfaatannya di Indonesia dapat segera
dilaksanakan, terutama dalam memberi solusi nyata terhadap permasalahan sumberdaya alam
(mulai dari kehutanan, pertanian, kelautan, dan lainnya), khususnya dalam mendukung
program ketahanan pangan nasional”, ungkapnya.

Publik Figur & Tokoh

Lika - Liku Sang Jendral Bintang Tiga "SUSNO DUAJI" Mencari Keadilan Di Negeri "PANCASILA"

Ibarat perang gerilya melawan kekuatan besar, mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji mencari waktu yang tepat guna menyerang lawan. Ia tak akan diam atas ketidakberesan para elite Jakarta yang melibatkan oknum di institusinya.

Setelah dibui, Susno kini bersiap membongkar kasus lama yang semula redup, seperti masalah daftar pemilih tetap atau DPT, hingga kasus pengadaan perangkat teknologi informasi di Komisi Pemilihan Umum dalam Pilpres 2009.

Ia bahkan mengaku tahu persis skenario penembakan Nasruddin Zulkarnaen Iskandar yang menyeret Antasari Azhar saat menjabat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Akan ada saatnya nanti persoalan DPT, IT KPU, kenapa Antasari ditahan, kenapa Zulkarnaen ditembak, ada saatnya membongkar itu,” ujar Susno seperti disampaikan kepada politisi Partai Bulan Bintang, Ali Mochtar Ngabalin, Kamis (13/5/2010).

Ali yang tak lagi jadi anggota DPR itu membesuk Susno di sel B-4, kompleks Markas Brigade Mobil di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Menurut Ali, Susno meyakinkan kepadanya selaku Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia agar tidak meragukan konsistensi dirinya.

“Ada roh kebenaran yang beliau bawa. Dia berjanji tidak akan mungkin mempertaruhkan jabatan dan akidahnya,” kata Ali. Oleh karena itu, Susno berjanji tidak akan membohongi publik sebagai hikmah di balik penahanan dan penangkapan dirinya tanpa dasar hukum yang jelas. “Semua orang menuduh kami tidak bisa menunjukkan bukti,” kata Susno lagi.