Selasa, 18 Mei 2010

IPTEK - Komputerisasi

Pemilihan Modem Terbaik

Internet saat ini sudah tersedia dimana-mana, di sekolah, kampus, warnet, kantin, bar, hotel, kantor pemerintahan baik yang bebas penggunaannya (gratis) maupun yang berbayar.

Untuk yang bebas tentu tidak sebebas yang dipikirkan banyak orang termasuk saya...hehehe...tidak mungkinkan diberikan akses internet gratis begitu saja tentu ada syaratnya. Biasanya di sebuah kantin misalnya terdapat spanduk bertuliskan WiFi Gratis, tentu gratis bukan untuk semua orang melainkan gratis bagi pengunjung kantin itu sendiri jadi hitung-hitung sama-sama memberikan keuntungan.

Keuntungan bagi pemilik kantin yaitu dengan memberikan fasilitas akses internet gratis dapat meningkatkan pengunjung kantinnya begitu juga dengan pengunjung kantin itu sendiri, sambil menunggu pesanan makanan atau minuman, seorang pengunjung kantin dapat melakukan aktifitas di internet tentu dengan memperoleh username dan password dari pengelola kantin.

Sedikit tulisan di atas menggambarkan tentang penggunaan internet gratis di beberapa kota besar di indonesia sebagai bentuk pelayanan terhadap konsumen.

Lalu bagaimana dengan pengguna internet rumahan yang menggunakan koneksi internet menggunakan modem ? modem manakan yang terbaik, atau modem manakah yang menjadi pilihan. Apakah modem CDMA, GSM yang paling bagus ?


Menurut pengalaman saya selama menggunakan modem baik itu modem cdma maupun modem gsm, memang soal kecepatan akses sangat tergantung pada kecepatan akses yang tersedia pada masing-masing modem. Semakin besar kecepatan akses maka semakin cepat pula akses internet yang dilakukan.

Soal modem CDMA atau GSM sebaiknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli modem CDMA atau GSM seperti.

  1. Signal untuk akses internet menggunakan modem cdma. Misalnya anda merencakanan membeli modem cdma dengan kartu flexi, tentu yang diperhatikan adalah apakah signal yang ada di tempat anda cukup untuk melakukan akses internet.
  2. Pilih kartu cdma yang sesuai dengan daerah tempat tinggal anda yang memiliki signal tertinggi agar penggunaan internet tidak terganggu meski ada saja gangguan tersebut.
  3. Sebelum memilih kartu cdma atau gsm sebaiknya melakukan survei terhadap biaya penggunaan modem untuk masing-masing kartu. Survei bisa dilakukan dengan menanyakan kepada rekan-rekan yang sudah pernah menggunakan modem baik cdma maupun gsm atau juga dapat mencari informasi seluas-luasnya di internet.
  4. Pastikan bahwa kecepatan akses internet untuk modem yang anda beli sudah sesuai dengan apa yang tertulis di kotak modem misalnya 3,6 Mbps atau 7,2 Mbps.

Technologi

ENERGI TERBARUKAN, SOLUSI KRISIS ENERGI MASA DEPAN



50% konsumsi energi nasional Indonesia selama ini berasal dari minyak bumi. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia masih sangat tergantung pada sumber energi tak terbarukan tersebut. Padahal, cepat atau lambat sumber energi tersebut akan habis. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia yaitu sebesar 311. 232 MW dan baru 22% yang dimanfaatkan. Dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan tersebut, Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor dan Jasa Energi Terbarukan Indonesia (AKJETI) mengadakan workshop tentang Penerapan Teknologi Energi Terbarukan dalam Mendukung Penyediaan Listrik yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di Ruang Bima Hotel Bidakara Jakarta, Senin (17/5).

“Di Indonesia, energi terbarukan telah menjadi begian dari strategi elektrifikasi pedesaan sejak awal 1980-an. Hingga tahun 2009, kapasitas yang terpasang telah mencapai 20 MW untuk aplikasi berbagai sistem catu daya seperti energi tenaga surya, energi tenaga angin dan mikrohydro. Pemanfaatan teknologi energi terbarukan, selain mampu meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menjadi alat untuk pembangunan daerah yang tertinggal”, antara lain disampaikan Sekretaris Utama BPPT Jumain Appe yang bertindak sebagai keynote speaker dalam workshop tersebut.

Lebih lanjut Jumain mengatakan, sebagai lembaga pemerintah yang telah berpengalaman dan kompeten dalam bidang pengkajian dan penerapan teknologi, BPPT akan mendorong kebijakan pengembangan teknologi energi yang sustainable dan suitable untuk kondisi kebutuhan nasional, khususnya dalam bidang energi terbarukan. Selain itu, BPPT juga turut serta mempromosikan program clean energy di Indonesia.

Adapun tujuan diadakannya workshop tersebut adalah untuk mengidentifikasi permasalahan pengimplementasian energi terbarukan dan memformulasikan strategi kebijakan yang dibutuhkan. Semua itu dibutuhkan agar dimasa depan, enegi terbarukan dapat lebih nyata berperan dalam mengatasi krisis energi nasional saat ini.

Hadir sebagai pembicara, Deputi 2 Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KNPDT), Agus Salim Dasuki, Kepala B2TE BPPT, M. Oktaufik, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan (DJLPE-ESDM) Emmy Perdanahari, Ketua AKJETI, Roswilman Rusli dan Pimpinan BRI Cabang Cikarang, Bakti Nefianto.

Pariwisata

Kehidupan di Pulau Sempu


Jakarta - Kapal motor perlahan membawa pelancong menyeberang selat yang memisahkan Jawa dengan Pulau Sempu, dari Sendang Biru menuju Teluk Semut. Jarak yang memisahkan tak berapa jauh, hanya 10 menit perjalanan kapal. Bahkan pulaunya nampak jelas.

Untuk mencapai Sendang Biru, pelancong dari Kota Malang, Jawa Timur bisa menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi sejauh 70 km atau dua jam perjalanan.

Usai sampai ke Sendang Biru, kita harus menyeberang selat yang berjarak hanya sepelemparan batu.

"Ini pulau yang masih asri. Alami," kata seorang pengacara yang berkantor di bilangan Menteng, Eddy Halomoan Gurning kepada detikcom, Selasa, (18/05/2010).

Kealamian pulau dapat dilihat dari tak adanya dermaga di Teluk Semut. Setiap pelancong harus turun ke air dan berjalan kaki menuju darat. Setelah itu jalan setapak yang harus ditempuh berasal dari rerimbunan hutan yang dibabat selebar 50 cm. Bahkan, jika ada pejalan kaki yang berpapasan, salah satu harus mengalah.

Setelah melintasi hutan selama dua jam dengan berjalan kaki, pelancong baru menemukan Segara Anakan, atau lebih tepat disebut sebagai danau yang berpasir putih.

"Ini sangat cocok bagi mereka yang ingin berwisata dengan mencari petualangan. Berwisata yang tanpa kemewahan. Jauh dari segala modernitas. Benar-benar me-refesh," tambah Eddy yang mengunjungi Pulau Sempu pekan kemarin.

Tak hanya itu, kealamian pulau nampak dari tak adanya listrik, tak ada penduduk, tak ada rumah, tak ada jalan yang ditata, serta beberapa burung langka yang masih bertahan. Bahkan untuk mencapai pantai pasir putih, pelancong harus menuruni tebing karang setinggi dua meter.

Tak salah jika Pulau Sempu sangat cocok untuk pelancong yang ingin mendaur ulang hidup dengan total. Berwisata tanpa modernisasi. "Saya harap keasrian ini dipertahakan," katanya.

Tantangan ini mengingatkan kepada sosok Richard yang di perankan Leonardo de Caprio dalam film The Beach. Diceritakan dalam film yang diangkat dari novel karya Garland's Alex, Richard, karyawan IT yang terjebak dalam dunia modernitas Amerika Serikat. Lantas, dia berpetualang untuk me-refresh hidup dan singgah di selatan Thailand.

"Jangan samakan Phi-phi Island dalam film The Beach denga Sempu Island karena Sempu Island punya kelebihan sendiri dan sangat cocok untuk petualangan sejati," beber karyawati di bilangan Gatot Subroto Jakarta, Roslina, yang mengunjungi Pulau Sempu beberapa waktu lalu.

Untuk melestarikan pulau, petugas dari Perhutani selalu mengingatkan pengunjung untuk tetap menjaga keasrian pulau. Dari larangan membakar kayu-kayuan untuk bahan bakar, menebang pohon, panjat tebing, membuang sampah, hingga menumpahkan minyak ke pantai.

"Semua sampah harus dibawa kembali ke Jawa," kata Nur, salah seorang penjaga pulau.