Rabu, 19 Mei 2010

Pendidikan

TINGKAT KELULUSAN SISWA SMA HANYA 47,92 PERSEN

Tingkat kelulusan Ujian Nasional Sekolah Menengah Tingkat Atas di Nusa Tenggara Timur tahun 2010 mengalami penurunan 21,31 persen atau dari 69,23 persen pada 2009 menjadi hanya 47,92 persen pada tahun 2010.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Thobyas Uly di Kupang, Senin mengatakan, peserta ujian nasional (UN) untuk SMA, SMK dan MA mencapai 35.201 orang, namun yang lulus hanya 16.868 orang, sementara 18.333 siswa harus mengikuti ujian ulang pada 10-14 Mei mendatang. "Kebijakan pemerintah pusat untuk melakukan ujian ulang bagi mereka yang belum lulus pada ujian utama. Sekarang bahan ujian ulang sedang dicetak," kata Uly, Senin, ketika menjawab pertanyaan pers mengenai nasib siswa yang tidak lulus.

Persentase ketidaklulusan yang menempatkan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada urutan terakhir nasional, menurut Uly, disebabkan oleh banyak faktor. Terutama kualitas sumber daya manusia (SDM) pengajar dan otonomi daerah yang terfokus di kabupaten/kota mengakibatkan provinsi tidak lagi memiliki wewenang penempatan guru dan mengatur manajemen peningkatan kualitas.

Data yang diperoleh menunjukkan dari 21 kabupaten/kota di NTT, hanya empat kabupaten/kota yang memperlihatkan grafik meningkat yakni Kota Kupang, Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sabu Raijua, sementara 17 kabupaten mengalami penurunan persentase kelulusan. Bahkan, jumlah sekolah yang tingkat kelulusan nol persen meningkat dari enam sekolah pada 2009 menjadi 18 pada tahun 2010.

Dari hasil UN SMA/SMK/MA tahun ini, katanya, diketahui Kabupaten Rote Ndao meraih tingkat kelulusan tertinggi yakni 81,16 persen, diikuti Timor Tengah Utara (TTU) 71,95 persen dan Timor Tengah Utara 71,89 persen. Sementara kabupaten yang rendah persentase kelulusan adalah Alor yakni hanya 12,83 persen, Lembata 13,06 persen dan Sikka 18,19 persen.

Uly mengaku, Kabupaten Alor dalam tiga tahun berturut-turut menempati posisi paling rendah dalam persentase kelulusan UN tingkat SMA atau sederajat. Kemerosotan persentase kelulusan ini, kata Uly, langsung dilaporkan kepada Gubernur Frans Lebu Raya pada Senin pagi.

Gubernur menyampaikan kekecewaannya atas hasil yang dicapai pada UN 2010 dan meminta Uly untuk melakukan koordinasi dengan semua kabupaten/kota agar benar-benar mempersiapkan peserta yang tidak lulus untuk mengikuti UN ulang pada 10-14 Mei mendatang.

Copyright © ANTARA

Fenomena Alam

Gempa 5,4 SR Juga Dirasakan di Lampung dan Banten



Jakarta - Getaran gempa 5,4 SR pagi tadi tidak hanya dirasakan di Jakarta. Getaran gempa juga dirasakan di Lampung dan sebagian wilayah Banten.

"Iya terasa 5 detikan. Biasa, tapi sempet panik," kata Sari, warga Kalianda, Lampung, kepada detikcom, Rabu (19/5/2010). Getaran gempa dirasakan bervariasi oleh warga berkisar 5 hingga 10 detik. "Pagi ini di Gambir pukul 07.10 terasa ada gempa lagi sekitar 10 detik," kata pembaca detikcom, Ace, melalui fasilitas Info Anda.

Gempa tersebut juga sedikit memicu keributan di kantor Indosat di Jl Daan Mogot, Jakarta Barat. Sejumlah karyawan yang telah tiba di kantor mencoba keluar kantor. Secara umum, goyangan gempa ini tidak begitu terasa. Mungkin karena warga Jakarta sedang dalam perjalanan menuju tempat beraktivitas mereka.

Menurut informasi dari situs Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 07.13. Pusat gempa berada di 36 km barat laut Ujungkulon, Banten, 125 km barat daya Kalianda, Lampung, 132 km barat daya Merak, Banten, 149 km barat daya Tanjungkarang, Lampung, dan 197 km barat daya Jakarta dengan kedalaman 10 km.

Technologi

APLIKASI MICROALGA PADA DUNIA INDUSTRI

Sebagaimana diketahui bersama, peningkatan konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dewasa ini menyebabkan meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Kondisi demikian, yang disebut dengan pemanasan global, memerlukan suatu solusi efektif dalam kaitannya mengurangi konsentrasi karbodioksida. Berangkat dari latar belakang tersebut, Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) TPSA BPPT sejak tahun 2008 telah merintis penelitian tentang teknologi ini dengan merakit suatu fotobioreaktor (FBR) sebagai wadah proses fotosintesis mikroalga yang menjadi mesin utama dalam penyerapan gas CO2. Dimulai dari skala labolatorium dengan sistem batch kemudian ditingkatkan menjadi sistem kontinyu, dan tahun 2010 ini sudah dapat diterapkan dalam skala pilot di industri yakni di PT Indolakto.

Menurut Direktur PTL, Kardono, dalam kunjungannya ke PT Indolakto (5/5), mengatakan bahwa teknik yang dinamakan Carbon Capture and Storage (CCS) tersebut adalah teknik pengurangan karbondioksida setelah proses. “Karbon yang dikeluarkan ditangkap dan disimpan secara biologi dengan menggunakan mikroalga”. Dalam skala pilot yang dilakukan, dapat diketahui FBR mampu berfungsi dengan baik dengan hasil yang menggembirakan. Pada penelitian awal dengan sistem batch, secara meyakinkan diketahui bahwa CO2 dengan konsentrasi sekitar 12% yang diinjeksi dalam sistem dapat direduksi hingga mendekati 0% dalam kisaran waktu 7 hari oleh Chlorella sp dan 13 hari oleh Chaetoceros sp.

Kemudian pada uji coba secara kontinyu, mempertegas hasil sebelumnya tentang kemampuan fitoplankton dalam menyerap gas CO2. Dari tiga kali eksperimen yang dilakukan dihasilkan data kapabilitas penyerapan oleh sistem FBR terhadap gas sebesar 0,8 – 1,01 gr CO2/liter media/hari. Hasil uji coba FBR di industri yang baru berjalan 1 minggu memperlihatkan kapabilitas FBR sebesar 1,7 gr CO2/liter media/hari.

Perekayasa PTL, Arif Dwi Santoso yang turut dalam kunjungan menuturkan bahwa masih banyak variabel pada penelitian yang harus lebih didalami. “Konsentrasi dan laju alir gas input, serta kualitas nutrient harus lebih diperhatikan agar dapat meningkatkan kapabilitas dari FBR”, jelasnya.
Pendapat senada juga diungkapkan oleh Agung Riyadi, perekayasa PTL lainnya. “Selain memfokuskan pada variabel tersebut guna mendukung kinerja FBR, bersama tim kami akan mencoba memperbanyak spesies microalga. Hal tersebut dimaksudkan agar terdapat alternatif microalga yang juga dapat berfungsi sebagai penyerap emisi”.

Tujuan lain
“CO2 tidak berbahaya, tidak ada toxic didalamnya. Hanya, akumulasi dari CO2 yang berdampak pada terjadinya pemanasan global, yang berbahaya. Jadi yang berbahaya adalah dampaknya”, tegas Kardono. Selama ini, lanjut Kardono, tujuan utama penelitian CCS dengan FBR adalah memang untuk menurunkan karbondioksida. Namun tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkannya ke tujuan lainnya. “Microalga yang dipakai untuk menyerap karbondioksida tersebut, setelah tidak terpakai, dapat dijadikan produk-produk bermanfaat lainnya seperti untuk bahan baku biofuel dan pakan untuk ternak. Jika ada pertanyaan apakah aman digunakan? Saya yakinkan aman.

Manusia pun sebenarnya juga menyerap karbondioksida, apakah jadi berbahaya? Tentunya tidak. Bahkan mungkin kedepan, penggunaan utama dari microalga adalah untuk pakan ternak dan biofuel, bonusnya adalah turut berkontribusi terhadap penyerapan karbondioksida. Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana kita semua, bekerjasama untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat”, ujar Kardono.

Humaniora - History of Pancasila

SOEKARNO PIDATO SOEKARNO: LAHIRNYA PANCA SILA - Part.I

Paduka tuan Ketua yang mulia!
Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya.
Saya akan menetapi permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka tuan ketua yang mullia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepada
sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini. Ma'af, beribu ma'af! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang
sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan d a s a r n y a Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka tuan
ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda:"P h i l o s o f i sc h e g r o n d s l a g" dari pada Indonesia merdeka. Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya
membicarakan, memberitahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan ?merdeka".
Merdeka buat saya ialah: ? p o l i t i c a l i n d e p e n d e n c e ?, p o l i t i e k e o n a f h a n k e l i j k h e i d . Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata:
Tatkala Dokuritu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang - saya katakan didalam bahasa
asing, ma'afkan perkataan ini - ?zwaarwichtig" akan perkara yang kecil-kecil. ?Zwaarwichtig" sampai -kata orang Jawa- ?njelimet". Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai njelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.
Tuan-tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu. Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya!

Alangkah berbedanya i s i itu! Jikalau kita berkata: Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai,itu selesai, itu selesai, sampai njelimet!, maka saya bertanya kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari
rakyatnya terdiri kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu.
Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Disitu ternyata, bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia
sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi
Arabia itu!! Toch Saudi Arabia merdeka! Lihatlah pula - jikalau tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat - Soviet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Soviet, adakah rakyat soviet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia, adalah
rakyat Musyik yang lebih dari pada 80% tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Soviet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Soviet itu.
Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Indonesia merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan!

Maaf, P. T. Zimukyokutyoo! Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai njelimet hal
ini dan itu dahulu semuanya!

Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu, sampai njelimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, tuan tidak akan mengalami Indonesia merdeka, kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia merdeka, - sampai dilobang kubur! (Tepuk tangan riuh).

Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun '33 saya telah menulis satu risalah, Risalah yang bernama ?Mencapai Indonesia Merdeka".
Maka di dalam risalah tahun '33 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politieke onafhankelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah satu j e m b a t a n e m a s . Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa d i s e b e r
a n g n y a jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.
Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam s a t u m a l a m, - in one night only! -, kata Armstrong di dalam kitabnya. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riad dengan 6 orang! S e s u d a h ?jembatan" itu
diletakkan oleh Ibn saud, maka d i s e b e r a n g jembatan, artinya k e m u d i a n d a r i p a d a i t u, Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi arabia. Orang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca, orang yang tadinya bergelandangan sebagai nomade yaitu orang badui, diberi pelajaran oleh Ibn
Saud jangan bergelandangan, dikasih tempat untuk bercocok-tanam. Nomade dirubah oleh Ibn Saud menjadi kaum tani, - semuanya diseberang jembatan. Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Soviet-Rusia Merdeka, telah mempunyai Djnepprprostoff*), dam yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyai
radio-station, yang menyundul keangkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup, untuk meliputi seluruh negara Rusia?

Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Soviet Rusia merdeka t e l a h dapat membaca dan menulis? Tidak, tuan-tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah, Lenin baru mengadakan radio- station, baru mengadakan sekolahan, baru mengadakan Creche, baru mengadakan Djnepprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada tuan-tuan sekalian,
janganlah tuan-tuan gentar di dalam hati, janganlah mengingat bahwa ini danitu lebih dulu harus selesai dengan njelimet, dan kalau sudah selesai, baru kita
dapat merdeka. Alangkah berlainannnya tuan-tuan punya semangat, - jikalau tuan-tuan demikian -, dengan semangat pemuda-pemuda kita yang 2 milyun banyaknya.
Dua milyun pemuda ini menyampaikan seruan pada saya, 2 milyun pemuda ini semua berhasrat Indonesia Merdeka Sekarang! (Tepuk tangan riuh).

Saudara-saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah, menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, pada hal semboyan Indonesia merdeka
bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan ?INDONESIA MERDEKA SEKARANG". Bahkan 3 kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka s e ka r a n g , s e k a r a n g , s e k a r a n g ! (Tepuk tangan riuh).

Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyusun Indonesia merdeka, - kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar hati!. Saudara -saudara, saya peringatkan
sekali lagi, Indonesia Merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu j e m b a t a n ! Jangan gentar! Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon untuk merdeka, maka dengan mudah Gunseikan diganti dengan orang yang bernama Tjondro Asmoro, atau Soomubutyoo diganti dengan orang yang bernama Abdul
Halim. Jikalau umpamanya Butyoo Butyoo diganti dengan orang-orang Indonesia, pada sekarang ini, sebenarnya kita telah mendapat political independence, politieke
onafhankelijkheid, - in one night, di dalam satu malam!
Saudara-saudara, pemuda-pemuda yang 2 milyun, semuanya bersemboyan:
Indonesia merdeka, s e k a r a n g ! Jikalau umpamanya Balatentera Dai Nippon sekarang menyerahkan urusan negara kepada saudara-saudara, apakah saudara-saudara akan menolak, serta berkata: mangke-rumiyin, tunggu dulu, minta ini dan itu selesai dulu, baru kita berani menerima urusan negara Indonesia merdeka?
(Seruan: Tidak! Tidak)

Saudara-saudara, kalau umpamanya pada saat sekarang ini balatentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita, maka satu menitpun kita tidak akan
menolak, s e k a r a n g p u n kita menerima urusan itu, s e k a r a n g p u n kita mulai dengan negara Indonesia yang Merdeka! (Tepuk tangan menggemparkan)

Saudara-saudara, tadi saya berkata, ada perbedaan antara Soviet-Rusia, Saudi Arabia, Inggris, Amerika dll. tentang isinya: tetapi ada satu yang s a m a, yaitu, rakyat Saudi Arabia sanggup m e m p e r t a h a n k a n negaranya. Musyik-musyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. Inilah yang menjadi minimum-eis. Artinya, kalau ada kecakapan yang lain, tentu lebih baik, tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup m e m p e r t a h a n k a n negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing, saudara-saudara, semua siap-sedia mati, mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap-sedia, masak untuk merdeka. (Tepuk tangan riuh)


bersambung....................Part.II