Kamis, 20 Mei 2010

Tips Lamar Pekerjaan Lewat Email

Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya.

Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya.

Tentu saja semua tips umum menulis surat lamaran tetap perlu diikuti.

1. Judul Email
Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskannya sebagai berikut “Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran”.

Catatan: Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta Anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email Anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan.

2. Dimana Surat Lamaran Ditulis?
Sering kali kita bingung apakah perlu menuliskannya di badan email atau di file tersendiri. Menurut teman saya yang bekerja di bidang recruiting sebuah perusahaan multinational, Anda dapat menuliskan surat lamaran (cover letter) Anda di badan email. Artinya, perusahaan tetap akan menerima surat lamaran Anda dengan baik. Pengalaman saya, tidak pernah ada perusahaan yang menolak lamaran yang suratnya dituliskan di badan email.

3. Bagaimana dengan Resume?
Jangan menulis resume Anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran email Anda.

4. Word, PDF, atau Text?
Biasanya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerja jenis file yang bisa Anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan Anda untuk mengirimkan file berformat pdf. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume Anda dalam file MS Word (.doc).

File text (ekstension .txt) lebih baik tidak digunakan karena pada saat dikirim dengan email, file tersebut terkadang muncul di badan email. Ini terutama jika Anda menggunakan email gratis di Web, seperti Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.

5. Ukuran Email
Usahakan ukuran email Anda tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach. Karena itu periksa besar file yang Anda lampirkan. Jika Anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang terlalu besar. Perkecil ukuranya dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.

6. Email Signature
Email signature adalah text yang dituliskan secara otomatis oleh provider email Anda. Signature ini bisa Anda program sendiri, atau bagian dari iklan untuk penyedia jasa email tersebut. Adanya signature ini mengurangi kesan profesional pada lamaran Anda.

Email web gratis seperti Yahoo! dan Hotmail menambahkan signature ini secara otomatis pada semua email yang mereka kirim. Sedangkan Gmail tidak. Inilah alasan pertama saya memilih Gmail untuk mengirimkan lamaran-lamaran saya.

7. Test Kirim
Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, Anda juga perlu melakukan test pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran Anda, lengkap dengan attachment-nya ke email lain. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang Anda tuju. Kirim ke alamat email lain yang Anda punya. Jika Anda hanya mempunyai satu alamat email, Anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo!, Gmail, atau Hotmail.

Apa pentingnya langkah ini? Sering kali format email yang Anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Saat mengirimkan email dari Yahoo! ke Gmail, saya perhatikan spasi email saya berubah dari satu menjadi dua. Tapi sebaliknya, email yang saya kirim dari Gmail ke Yahoo! tidak berubah formatnya. Ini alasan kedua saya menggunakan Gmail untuk mengirimkan lamaran saya.

Cartoon Movie

‘Sinopsis Little Khrisna’

Dari judulnya sudah ketahuan filmnya tentang apa: Khrisna di masa kecil. Khrisna bagi masyarakat India adalah sosok yang didewakan. Tokoh dari cerita Mahabharata ini adalah titisan dewa Wishnu di dunia. Karena muncul di cerita Mahabharata, yang jadi sumber cerita pewayangan, kita pun akrab dengan sosok Khrisna.

Uniknya, Little Khrisna bukanlah serial live-action alias orang hidup, melainkan seri animasi komputer grafis, Little Khrisna berkisah tentang masa kecil Khrisna yang tinggal bersama dua orangtuanya, Nanda dan Yashoda dan kakaknya, Balram di desa Vrindavan.

Khrisna bukan anak sembarangan. Ia punya kekuatan magis layaknya superhero. Meski begitu, ia tetaplah anak-anak. Ia jahil dan nakal. Bersama gangnya, Madhumagal, Subala, Radha, Hamsi si lembu kecil, dan Dadiloba si kera. Hobi mereka, mencuri mentega dan susu.

Khrisna yang jahil tapi sakti jadi incaran Kamsa, sang raja lalim. Meski Khrisna masih kecil, Kamsa menganggapnya sebagai musuh utama. Sebab, di masa lalu Kamsa pernah diramal kalau singgasananya akan runtuh, dan seorang penyelamat akan muncul di bumi untuk membinasakannya. Kamsa yakin sang penyelamat dimaksud adalah Khrisna. Maka, Kamsa tak henti mengirim monster jahat ke Vrindavan untuk membunuh Khrisna.

News Flash

Pemerkosa Berantai di Malaysia Divonis Penjara 185 Tahun

Kuala Lumpur - Seorang pria Malaysia divonis penjara total 185 tahun atas pemerkosaan berantai yang dilakukannya. Rentetan pemerkosaan itu dilakukan pria bernama Rashidi Omar tersebut dalam kurun waktu tiga tahun.

Dalam persidangan yang digelar di pengadilan Malaka, Malaysia, terungkap bahwa korban pertama Rashidi adalah seorang anak perempuan berumur 7 tahun. Demikian seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Kamis (20/5/2010).

Setelah itu pria berumur 27 tahun itu memperkosa remaja-remaja putri sebelum kemudian mulai memperkosa wanita-wanita dewasa dengan disertai perampokan. Beberapa korban Rashidi diperkosa dalam kondisi tubuh terikat.

Rashidi ditangkap di rumahnya di Kampung Beringin, Durian Tunggal, Malaka pada 1 Desember 2009 lalu. Penangkapan itu terjadi setelah kepolisian setempat membentuk satgas untuk memburu pemerkosa berantai tersebut.

Hasil penyelidikan mengungkapkan, tindak kejahatan Rashidi bukan cuma dilakukan di Malaka namun juga di wilayah Negri Sembilan.

Hakim pengadilan Malaka Zaharah Hussain menjatuhkan vonis hukuman total 185 tahun penjara dan 24 kali cambukan rotan pada Rashidi. Vonis itu dijatuhkan setelah Rashidi mengaku bersalah atas 15 dakwaan yang meliputi 9 korban berusia antara 7 tahun dan 46 tahun.

"Saya tak ingin berkomentar lagi tapi benar-benar berharap Anda telah sungguh-sungguh menyesal," kata hakim kepada Rashidi yang selama persidangan menunjukkan wajah dingin.

Rashidi dihukum atas enam dakwaan pemerkosaan, enam perampokan, dua percobaan perampokan dan satu dakwaan seks tidak wajar.

Technologi

PENGEMBANGAN DAERAH MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI


Masterplan teknologi informasi harus dimiliki setiap Pemerintah Kabupaten, oleh karena itulah kami ingin mendorong pembangunan masterplan teknologi informasi guna mendukung pembangunan di Kabupaten Lombok Barat. Dengan melihat sistem e-voting dan e-KTP yang sudah diterapkan oleh Kabupaten Jembarana diharapkan dapat juga membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Barat”, demikian antara lain dikatakan Kepala Balai IPTEKnet BPPT Hammam Riza pada acara penandatanganan MoU antara BPPT dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, di Ruang Rapat IPTEKnet BPPT, Selasa (18/05).


Adapun ruang lingkup kerjasama mengenai Pengembangan Teknologi Informasi ini menyangkut pelatihan sumber daya manusia bidang teknologi informasi dan komunikasi bagi Kabupaten Lombok Barat dan aplikasi di bidang e-government untuk mendukung pengembangan pilot project Government Innovation Knowledge Portal (GIKP) Kabupaten Lombok Barat. Lebih lanjut Hammam mengatakan bahwa BPPT berperan untuk melakukan survei existing condition untuk memotret kondisi yang disesuaikan dengan visi dan misi Kabupaten Lombok Barat serta memberikan pelatihan SDM di bidang teknologi informasi dan komunikasi kepada Kabupaten Lombok Barat. “Kami sudah merencanakan dalam pengembangan solusi teknologi Kabupaten Lombok Barat. Kami juga ingin mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan teknologi informasi di daerah tersebut”.


Sementara itu Sekeretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Lalu Serinata mengatakan bahwa hasil dari penandatanganan kerjasama dengan BPPT tersebut akan disampaikan dan dilaporkan kepada Bupati Kabupaten Lombok Barat. “Kami juga ingin mempertemukan BPPT dengan Bupati untuk pembicaraan lebih lanjut mengimplementasikan rencana kerjasama ini. Sebagai tambahan, saat ini di daerah kami sedang mengalami beberapa masalah, seperti adanya penemuan limbah B3 dari hasil pertambangan. Mungkin melalui kerjasama dengan BPPT ini pula dapat membantu kami menyelesaikan permasalahan tersebut”.

Humaniora - History of Pancasila

PIDATO SOEKARNO: LAHIRNYA PANCASILA - Part.II

Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manusia pun demikian, saudara-saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan
perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata: Ah saya belum berani kawin, tunggu dulu gajih F.500. Kalau saya
sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul, sudah mempunyai sendok-garpu perak satu kaset, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet, barulah saya berani kawin. Ada orang lain yang berkata: saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu, kursi empat, yaitu ?meja-makan", lantas satu zitje, lantas satu tempat tidur. Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan tikar, dengan satu periuk: dia kawin. Marhaen dengan satu tikar, satu gubug: kawin.
Sang klerk dengan satu meja, empat kursi, satu zitje, satu tempat-tidur: kawin.
Sang Ndoro yang mempunyai rumah gedung, elektrische kookplaat, tempat tidur, uang bertimbun-timbun: kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig, belum tentu mana yang lebih bahagia, sang Ndoro dengan tempat tidurnya yang mentul-mentul, atau Sarinem dan Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk, saudara-saudara! (Tepuk tangan, dan tertawa)

Saudara-saudara, soalnya adalah demikian: k i t a i n i b e r a n i m e r d e k a a t a u t i d a k?? Inilah, saudara-saudara sekalian, Paduka tuan ketua yang mulia, ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal-hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. Saya mendengar uraian P.T. Soetardjo beberapa hari yang lalu, tatkala menjawab apakah yang dinamakan merdeka, beliau mengatakan: kalau tiap-tiap orang di dalam hatinya telah merdeka, itulah kemerdekaan. Saudara-saudara, jika t i a p - t i a p orang Indonesia yang 70
milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita dapat mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat
Indonesia merdeka! (Tepuk tangan riuh).

D i d a l a m Indonesia merdeka itulah kita m e m e r d e k a k a k a n rakyat kita!! D i d a l a m Indonesia Merdeka itulah kita m e m e r d e k a k a n hatinya bangsa kita! D i d a l a m Saudi Arabia Merdeka, Ibn Saud m e m e r d e k a k a n rakyat
Arabia satu persatu. D i d a l a m Soviet-Rusia Merdeka Stalin m e m e r d e k a - k a n hati bangsa Soviet-Rusia satu persatu. Saudara-saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara berkata: kita bangsa Indonesia tidak sehat badan, banyak penyakit malaria, banyak dysenterie, banyak penyakit hongerudeem, banyak ini banyak itu. ?Sehatkan dulu bangsa kita, baru kemudian merdeka". Saya berkata, kalau inipun harus diselesaikan lebih dulu, 20 tahun lagi kita belum merdeka. D i d a l a m Indonesia Merdeka itulah kita menyehatkan rakyat kita, walaupun misalnya tidak dengan kinine, tetapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. D i d a l a m Indonesia Merdeka kita melatih pemuda kita agar supaya menjadi kuat, d i d a l a m Indonesia Merdeka kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya. Inilah maksud saya dengan perkataan ?jembatan". Di seberang jembatan, j e m b a t a n e m a s, inilah, baru kita l e l u a s a menyusun masyarakat Indonesia merdeka yang gagah, kuat, sehat,
kekal dan abadi. Tuan-tuan sekalian! Kita sekarang menghadapi satu saat yang maha penting. Tidakkah kita mengetahui, sebagaimana telah diutarakan oleh berpuluh-puluh
pembicara, bahwa sebenarnya internationalrecht, hukum internasional, menggampangkan pekerjaan kita? Untuk menyusun, mengadakan, mengakui satu negara yang merdeka, tidak diadakan syarat yang neko-neko, yang menjelimet, tidak!. Syaratnya sekedar bumi, rakyat, pemerintah yang teguh! Ini sudah cukup untuk internationalrecht. Cukup, saudara-saudara. Asal ada buminya, ada rakyatnya, ada pemerintahnya, kemudian diakui oleh salah satu negara yang lain, yang merdeka, inilah yang sudah bernama: merdeka. Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka, yaitu
ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahnya, -sudahlah ia merdeka.

Janganlah kita gentar, zwaarwichtig, lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan-bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka apa tidak? Mau merdeka atau tidak? (Jawab hadlirin: Mau!)

Saudara-saudara! Sesudah saya bicarakan tentang hal ?merdeka",maka sekarang saya bicarakan tentang hal d a s a r.
Paduka tuan Ketua yang mulia! Saya mengerti apakah yang paduka tuan Ketua kehendaki! Paduka tuan Ketua minta d a s a r , minta p h i l o s o p h i s c h e
g r o n d s l a g , atau, jikalau kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk, Paduka tuan Ketua yang mulia meminta suatu ?Weltanschauung", diatas mana kita
mendirikan negara Indonesia itu. Kita melihat dalam dunia ini, bahwa banyak
negeri-negeri yang merdeka, dan banyak diantara negeri-negeri yang merdeka itu berdiri di atas suatu?Weltanschauung". Hitler mendirikan Jermania diatas ?national-sozialistische Weltanschauung", -filsafat nasional-sosialisme telah menjadi dasar
negara Jermania yang didirikan oleh Adolf Hitler itu. Lenin mendirikan negara Soviet diatas satu ?Weltanschauung", yaitu Marxistische, Historisch-materialistische Weltanschaung. Nippon mendirikan negara negara dai Nippon di atas satu
?Weltanschauung", yaitu yang dinamakan ?Tennoo Koodoo Seishin". Diatas ?Tennoo Koodoo Seishin" inilah negara dai Nippon didirikan. Saudi Arabia, Ibn Saud,
mendirikan negara Arabia di atas satu ?Weltanschauung", bahkan diatas satu dasar agama, yaitu Islam. Demikian itulah yang diminta oleh paduka tuan Ketua yang mulia: Apakah ?Weltanschauung" kita, jikalau kita hendak mendirikan Indonesia yang merdeka?

Tuan-tuan sekalian, ?Weltanschauung" ini sudah lama harus kita bulatkan di dalam hati kita dan di dalam pikiran kita, sebelum Indonesia Merdeka datang. Idealis-idealis di seluruh dunia bekerja mati-matian untuk mengadakan bermacam-macam ?Weltanschauung", bekerja mati-matian untuk me"realiteitkan"?Weltanschauung" mereka itu. Maka oleh karena itu, sebenarnya tidak benar perkataan anggota yang terhormat Abikusno, bila beliau berkata, bahwa banyak sekali negara-negara merdeka didirikan dengan isi seadanya saja, menurut keadaan, Tidak! Sebab
misalnya, walaupun menurut perkataan John Reed: ?Soviet-Rusia didirikan didalam 10 hari oleh Lenin c.s.", - John Reed, di dalam kitabnya:?Ten days that shook the world", ?sepuluh hari yang menggoncangkan dunia" -, walaupun Lenin mendirikan Soviet-Rusia di dalam 10 hari, tetapi ?Weltanschauung"nya, dan di dalam 10 hari itu hanya sekedar direbut kekuasaan, dan ditempatkan negara baru itu diatas ?Weltanschauung" yang sudah ada. Dari 1895 ?Weltanschauung" itu telah disusun. Bahkan dalam revolutie 1905,Weltanschauung itu ?dicobakan", di ?generale-repetitie-kan". Lenin di dalam revolusi tahun 1905 telah mengerjakan apa yang dikatakan oleh beliau sendiri
?generale-repetitie" dari pada revolusi tahun 1917. Sudah lama sebelum 1917, ?Weltanschaung" itu disedia-sediakan, bahkan diikhtiar-ikhtiarkan. Kemudian, hanya dalam 10 hari, sebagai dikatakan oleh John Reed, hanya dalam 10 hari itulah didirikan negara baru, direbut kekuasaan, ditaruhkan kekuasaan itu di atas ?Weltanschauung" yang telah berpuluh-puluh tahun umurnya itu. Tidakkah pula Hitler demikian?

Di dalam tahun 1933 Hitler menaiki singgasana kekuasaan, mendirikan negara Jermania di atas National-sozialistische Weltanschauung. Tetapi kapankah Hitler mulai menyediakan dia punya ?Weltanschauung" itu? Bukan di dalam tahun 1933,
tetapi di dalam tahun 1921 dan 1922 beliau telah bekerja, kemudian mengikhtiarkan pula, agar supaya Naziisme ini, ?Weltanschauung" ini, dapat menjelma dengan dia punya ?Munschener Putsch", tetapi gagal. Di dalam 1933 barulah datang saatnya yang beliau dapat merebut kekuasaan, dan negara diletakkan oleh beliau di atas dasar?Weltanschauung" yang telah dipropagandakan berpuluh-puluh tahun itu.
Maka demikian pula, jika kita hendak mendirikan negara Indonesia Merdeka, Paduka tuan ketua, timbullah pertanyaan: Apakah ?Weltanschauung" kita, untuk mendirikan negara Indonesia Merdeka diatasnya? Apakah nasional-sosialisme? Apakah historisch-materialisme? Apakah San Min Chu I, sebagai dikatakan doktor Sun Yat Sen?

Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok merdeka, tetapi ?Weltanschauung"nya telah dalam tahun 1885, kalau saya tidak salah, dipikirkan,
dirancangkan. Di dalam buku ?The three people"s principles" San Min Chu I, - Mintsu, Minchuan, Min Sheng, - nasionalisme, demokrasi, sosialisme,-telah digambarkan oleh doktor Sun Yat Sen Weltanschauung itu, tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru diatas ?Weltanschauung" San Min Chu I itu, yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun. Kita hendak mendirikan negara Indonesia merdeka di atas ?Weltanschauung" apa? Nasional-sosialisme-kah, Marxisme-kah, San Min Chu I-kah, atau ?Weltanschauung" apakah?

Saudara-saudara sekalian, kita telah bersidang tiga hari lamanya, banyak pikiran telah dikemukakan, - macam-macam - , tetapi alangkah benarnya perkataan dr
Soekiman, perkataan Ki Bagoes Hadikoesoemo, bahwa kita harus mencari persetujuan, mencari persetujuan faham. Kita bersama-sama mencari p e r s a t u a n p h i l o s o p h i s c h e g r o n d s l a g , mencari satu ?Weltanschauung" yang k i t a s e m u a setuju. Saya katakan lagi s e t u j u ! Yang saudara Yamin
setujui, yang Ki Bagoes setujui, yang Ki Hajar setujui, yang sdr. Sanoesi setujui, yang sdr. Abikoesno setujui, yang sdr. Lim Koen Hian setujui, pendeknya kita semua mencari satu modus. Tuan Yamin, ini bukan compromis, tetapi kita bersama-sama mencari satu hal yang kita b e r -s a m a - s a m a setujui. Apakah itu? Pertama-tama, saudara-saudara, saya bertanya: Apakah kita hendak mendirikan Indonesia merdeka untuk sesuatu orang, untuk sesuatu golongan?

Mendirikan negara Indonesia merdeka yang namanya saja Indonesia Merdeka, tetapi sebenarnya hanya untuk mengagungkan satu orang, untuk memberi kekuasaan kepada satu golongan yang kaya, untuk memberi kekuasaan pada satu golongan bangsawan? Apakah maksud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik saudara-saudara yang bernama kaum kebangsaan yang disini, maupun saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat, bahwa bukan yang demikian itulah kita punya tujuan. Kita hendak mendirikan suatu negara ?semua buat semua". Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, - tetapi ?semua buat semua". Inilah salah satu dasar pikiran
yang nanti akan saya kupas lagi. Maka, yang selalu mendengung di dalam saya punya jiwa, bukan saja di dalam beberapa hari di dalam sidang Dokurutu Zyunbi Tyoosakai ini, akan tetapi sejak tahun 1918, 25 tahun yang lebih, ialah: Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia, ialah dasar k e b a n g s a a n.


Bersambung............Part.III