Kamis, 24 Juni 2010

Kesehatan

Penyebab Perut Buncit

Pengukuran lingkar perut sebenarnya merupakan salah satu metode menilai jaringan lemak di perut. "Tujuannya untuk mengetahui apakah seseorang telah masuk dalam kategori berisiko obesitas dan terjadi komplikasi metabolik," ungkap Ralph Girson, SpPD, dari RS Royal Progress, Jakarta.

Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya sindrom metabolik seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (darah tinggi), dislipidemia (gangguan lemak darah/kolesterol), serta dapat meningkatkan risiko terjadi penyakit kardiovaskular dan penyumbatan pembuluh darah.
Batasan lingkar perut yang ditetapkan oleh WHO, untuk Asia Pasifik adalah di bawah 90 cm untuk laki-laki dan di bawah 80 cm untuk wanita.

Penyebab bertambahnya lingkar perut ini bisa berbagai macam, di antaranya;


Gaya Hidup
Pola makan yang tidak benar adalah penyebab utama pertambahan lingkar perut. Kebiasaan hidup yang kurang aktivitas dan konsumsi makanan yang berlebih dari energi yang dibutuhkan, membuat sisa kalori disimpan sebagai lemak dalam sel-sel lemak.

Lemak menumpuk di seluruh tubuh, termasuk daerah perut, dan akan meningkat seiring pertambahan berat badan dan gaya hidup yang buruk.

Kalori berlebih ini tersimpan dalam banyak makanan rendah serat maupun tinggi lemak jenuh. Makanan seperti olahan daging, beberapa jenis margarin, goreng-gorengan terutama dengan minyak goreng yang digunakan berulang, sayur kalengan, beberapa makanan ringan, kue daging merah, dan masih banyak lagi.

Usia

Secara alami, aktivitas akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Bukan hanya aktivitas yang berkurang, massa otot pun akan berkurang ketika latihan sudah kurang intens. Ini semua menyebabkan penambahan berat badan dan lingkar perut, apalagi aktivitas yang berkurang tidak diimbangi dengan mengurangi asupan kalori. Hasilnya, semakin bertambah usia semakin bertambah lingkar perut.

Gen

Beberapa pendapat mengatakan, jika orangtua atau kakek-nenek memiliki perut buncit, maka potensi untuk memiliki perut buncit pun semakin besar. Dengan kata lain, orang dapat berkecenderungan menumpuk lemak di perut secara genetik. Namun, jika tidak mengalami pertambahan berat badan yang radikal, bagian tengah tubuh Anda pun tidak akan berkembang pesat.

Selain itu, kebanyakan pria cenderung menyimpan lemak di peruta atas dan panggul (bentuk tubuh apel), sehingga dikatakan pria lebih berpotensi memiliki perut buncit.

Sedangkan sebagian besar wanita sebelum menopause cenderung menyimpan lemak di perut bawah, sisi paha, pinggul, dan pantat (bentuk tubuh seperti buah pir). Setelah menopause, lemak akan lebih banyak tersimpan di perut. Hal ini telah dikodekan dalam gen dan tidak dapat dikendalikan ke mana lemak akan tersimpan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menghindari pertambahan berat badan berlebih.

Alkohol

Ungkapan "perut bir" (beer belly) bukanlah mitos. Faktanya, mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh kurang efisien dalam membakar lemak. Lemak pun semakin banyak tertimbun dalam tubuh seiring berjalannya waktu dan kebiasaan mengonsumsi alkohol yang terus berjalan.

Hormon

Peningkatan stres dalam kehidupan sehari-hari seperti kurangnya tidur, dapat menyebabkan lemak perut bertambah. Kondisi kurang tidur meningkatkan produksi hormon kortisol dalam otak dan ini meningkatkan penumpukan lemak perut.

Lemak Perut

Sebuah penelitian oleh Lawson Health Research Institute menyebutkan, hormon perangsang nafsu makan dan pengatur proporsi energi yang disimpan dalam bentuk lemak, NPY atau neuropeptide-Y juga diproduksi oleh lemak perut. NPY menghasilkan ulang sel-sel perkusor sel lemak, yang kemudian berubah menjadi sel-sel lemak.

Dapat dikatakan, obesitas kemudian menjadi semacam lingkaran setan di mana seseorang menjadi makan lebih banyak karena hormon NPY yang dihasilkan oleh lemak perutnya. Padahal NPY juga menghasilkan sel-sel lemak lebih banyak untuk ditumpuk menjadi lemak perut.

(Sumber : Tabloid Nova)

News - Pos Kupang

Data Potensi dan Perizinan Perlu Dibenahi



MBAY, Pos Kupang.Com -- Data tentang potensi di Kabupaten Nagekeo serta mekanisme memperoleh perizinan bagi kepentingan investasi di Kabupaten Nagekeo perlu dibenahi lagi. Belum tersedianya data yang memadai dan perizinan yang masih berbelit menjadi kendala pengembangan Kapet (Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu) Mbay.

Demikian dikatakan Direktur Perencanaan Badan Pengelolaan (BP) Kapet Mbay, Cyrilus Bau Engo saat ditemui di Mbay, Selasa (22/6/2010).

"Selain masalah infrastruktur, kendala kita adalah data potensi yang bisa diberikan kepada calon investor yang belum tersusun secara rinci. Yang kedua, proses untuk perizinan bagi kepentingan investasi masih sulit karena belum diterapkannya sistem perizinan satu atap," kata Bau Engo.

Dia mencontohkan, potensi di bidang peternakan, walupun data luasan lahan untuk daerah peternakan telah terdata, namun ketika calon investor tanya status tanah di daerah ini ternyata data tentang itu tidak ada.

"Kita tidak tahu status kepemilikan tanah bagaimana, topografinya seperti apa, akses ke tempat itu juga seperti apa karena data-datanya tidak terinci," kata Bau Engo.

Dari pengalaman yang ada, kata dia, calon investor ingin menyelesaikan masalah perizinan lebih cepat sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu. namun faktanya sistem prizinan satu atap belum diterapkan sehingga butuh waktu lama untuk dapat perizinan.

Berkaitan masalah infrastruktur Bau Engo menjelaskan, calon infrastruktur membutuhkan akses jalan yang bagus, serta butu hotel, bandara, dan jaminan penerangan listrik. Semuan ini masih menjadi kendala sehingga harus secepatnya dibenahi oleh pemerintah.
Menurut dia, selama ini sudah ada 48 calon investor yang berminat menanamkan modalnya di Nagekeo tapi gagal karena kendala tadi.

"Bukan 200 investor tapi 48 investor yang sudah berniat menanamkan modalnya di Nagekeo. Delapan diantaranya sudah tanda tangan nota kesepakatan (MOU) tapi akhirnya tidak jadi karena masalah internal mereka. Sampai saat ini dari 48 investor belum ada yang berhasil menanamkan modalnya dan penyebabnya soal kendala yang ada tadi," kata Bau Engo.

Terkait itu, BP Kapet sudah berkoordinai dengan pemerintah setempat untuk menangani berbagai persoalan. Saat ini BP Kapet berfungsi memberikan pertimbangan teknis kepada pemerintah setempat dan sedang melakukan pembenahan secara internal.

Sumberdaya Alam

PT KBB Bakal Kuasai Lahan 1.710 Ha

Lokasi Pertambangan Batubara - MUSI RAWAS SUMSEL

Kabupaten Musi Rawas saat ini menjadi salah satu tujuan utama Investor baik di perkebunan maupun di bidang pertambangan. PT Karya Bumi Baratama (KBB) dalam waktu dekat ini akan melakukan eskploitasi lahan seluas 1.710 Hektar.

Namun sebelum melakukan eksploitasi di lahan yang berada di tiga kecamatan yakni Rawas Ulu, Rawas Ilir dan Nibung, perusahaan itu baru memasuki tahapan sosialisasi penyusunan AMDAL kepada masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Mura. Lahan keseluruhan PT KBB ini selain di Kabupaten Mura ini juga terletak di Kebupaten Sorulangun Propinsi Jambi seluas 16.730 ha.

Ketua Konsultan AMDAL PT BBA Prof Dr Sutrisno M Sc dalam paparannya mengantakan tujuan dari sosialisasi ini guna penyusunan Kerangka Acuan (KA) Analisa Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Dokumen ANDAL, RKL, dan RPL. Selain itu paparan ini sekaligus menjadi materi informasi kepada masyarakat dan Pemkab Mura.”pemaparan ini guna memberikan pemahaman kepada instansi pemkab Mura dan masyarakat di sekitar wilayah penyelidikan oleh PT KBB,”jelas Sutrisno yang juga aktif di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Tekhnik Nasional (STETIKNAS) Jambu di Ruang Op Room Pemkab Mura, kemarin (3/2)

Dikatakan Sutrisno sejauh ini pihaknya belum mengetahui kandungan batubara yang terkandung di kawasan rencana penambangan. Menurutnya, pihaknya akan mengacu pada data lama.“kegiatan ini sifatnya hanya sosialisasi ANDAL sebelum mendapatkan izin dari pemerintah daerah, jika dizinkan secepatnya kita akan melakukan eksplorasi lanjutan guna diketahui kandungan batubara di kawasan tersebut,”katanya.

Mengenai kegiatan eksplorasi lanjutan, kata Sutrisno dilakukan dengan beberapa tahapan, antar lain pemetaan topografi dengan luas wilayah penyelidikan seluas kurang lebih 1.500 hektar. Kemudian wilayah pengeboran pengembangan dengan pengambilan inti bor untuk keperluan uji geoteknik dan geohidrologi. Rencana tersebut akan dilangsungkan 2009 ini sebanyak 300 titik bor dan 15 titik bor.

Dilanjutkan Sutrisno Eksplorasi tersebut nantinya akan mengajukan beberpa izin, termasuk izin kontruksi dimana bertujuan untuk membangun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam pertambangan antara lain pembangunan jalan angkut batubara dari tambang (Pit) menuju tempat pemprosesan dan penimbunan (Stok Pile) kemudian menuju jalan provinsi.

“Untuk keperluan pengangkutan batu bara dan akses pit (lokasi tambang) PT KBB berencana akan membangun jalan sepanjang 10 km dengan lebar 25 meter dan sisi kiri kanan jalan dibangun drainase (Siring,red), jembatan dan gorong-gorong pada daerah yang melewati sungai dan rawa-rawa,”pukasnya

Sosialisasi KA Amdal PT KBB di po romm Pemkab Mura dipimpin staf ahli bidang Pembangunan Amro Munsi Bemban diikuti instansi terkait Pemkab Mura.

Menurut Amro, KA Amdal yang diajukan pihak perusahaan meski diketahui masyarakat agar dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas pertambangan dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat di kawasan yang menjadi kawasan pertambangan. “Pemkab Mura hanya sebagai pihak fasilitasi dan penerbitan izin, agar nantinya aktifitas pertambangan tidak menimbulkan protes di lingkungan warga, KA Amdal yang diajukan harus transparan atau mesti diketahui masyarakat,”demikian kata Amro.(Candra/Radar Pat Petulai)