Selasa, 06 Juli 2010

Teknologi

Sarjana Gagal yang Menciptakan Ponsel Cerdas


Mike Lazaridis.

Sekitar 30 tahun lalu, tak ada yang menyangka Mike Lazaridis akan menjadi salah satu orang kaya dan berpengaruh di dunia. Ketika itu, dia memutuskan berhenti dari bangku kuliah. Namun, berbilang tahun, lewat produk telepon pintar atau smartphone ciptaannya, BlackBerry, kini dia mampu mengantarkan perusahaannya, Research In Motion (RIM), sebagai salah satu raksasa telekomunikasi. Kiprahnya kembali diuji lantaran RIM tengah bersaing ketat dengan Apple Inc.

Dunia kini tengah dijangkiti demam telepon pintar alias smartphone. Produk ini menjadi primadona baru bisnis telekomunikasi, menggeser peran telepon seluler yang dianggap sudah ketinggalan zaman. Kini, siapa yang tak kenal BlackBerry atau iPhone, dua produk smartphone yang tengah bersaing untuk merebut hati para konsumennya.

Namun, tak banyak yang mengetahui perusahaan yang memprodusi BlackBerry, yaitu Research In Motion Limited (RIM). Apalagi, mengenal orang yang menciptakan sekaligus pendiri RIM, Mike Lazaridis. Padahal, dari tangan warga negara Kanada inilah produk tersebut lahir dan mengubah gaya hidup manusia di tengah zaman globalisasi ini.

BlackBerry adalah perangkat telepon genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon seluler sekaligus memiliki fasilitas e-mail, SMS, faksimili, dan penjelajah internet. Berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik, pengguna BlackBerry dapat selalu terhubung dengan jaringan internet. Sehingga, penggunanya bisa berkomunikasi sekaligus menerima atau mengirim data di manapun.

Rasanya tak berlebihan pula menyandingkan nama Lazaridis dengan pemilik Microsoft, Bill Gates, dan pemilik jaringan sosial Facebook, Mark Zuckerberg. Sebab, tangan dingin mereka mampu melahirkan produk baru dalam waktu relatif singkat dan menjadi ikon gaya hidup manusia.

Sebenarnya, nama lengkapnya adalah Mihalis Lazaridis. Dia bukan asli Kanada. Pada 14 Maret 1961, pria yang akrab disapa Mike ini lahir di Istanbul, Turki. Kedua orangtuanya berasal dari Yunani. Pada usia lima tahun, orang tuanya membawa Mike pindah ke Kanada. Kepindahannya itu berkat program Istanbul Program, yang digelar sejak 1955. Yaitu, keseempatan bagi etnis minoritas Yunani di Istanbul untuk pindah dan menetap di Windsor, daerah di dekat Kota Ontario, Kanada.

Tahun 1966, Mike dan keluarganya memulai kehidupan baru di Windsor. Sejak berusia belia, Mike sudah rajin membaca dan dikenal sebagai kutu buku. Aktivitasnya di sekolah dihabiskannya di ruangan perpustakaan. Tak mengherankan jika di usia 12 tahun, dia dianugerahi penghargaan Windsor Public Library. Pasalnya, dia telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan tersebut.

Menginjak bangku sekolah menengah atas (SMA), minat Mike beralih ke alat dan barang elektronik. Minat tersebut menemukan penyalurannya. Guru-guru Mike di SMA adalah orang-orang pintar yang selalu bisa menjawab rasa keingintahuannya.

Mereka sudah membayangklan bahwa suatu saat nanti fungsi perangkat elektronik seperti telepon genggam, komputer, dan wireless bergabung jadi satu dalam sebuah produk teknologi
dalam setiap wawancara, Mike selalu mengatakan bahwa guru-gurunya di SMA merupakan motivator terbaiknya.

Tahun 1979, Mike melanjutkan pendidikannya di University of Waterloo. Dia mengambil jurusan Electrical Engineering, dengan fokus pada ilmu komputer. Sembari kuliah, dia sudah terjun ke bidang wirausaha yang terkait dengan ilmu teknologi yang dipelajarinya.

Fokus utamanya adalah teknologi nirkabel. Interaksinya dengan dosen-dosen dan aktivitas di laboratorium memberikan inspirasi baginya untuk menggabungkan teknologi komputer dengan jaringan nirkabel.

Aktivitasnya semakin padat dan bakat usahanya kian terasah setelah mendapat kontrak senilai 500.000 dollar AS dari General Motors (GM). Tugasnya adalah membangun display kontrol jaringan komputer di raksasa otomotif itu.

News - Yusril: "Ente Jual, Ane Beli"

Tuding Jaksa Agung Tak Sah


(Foto: dok detikcom)

Jakarta - Tantangan Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk membuktikan kebenaran tudingan bahwa jabatannya tidak sah di terima Yusril Ihza Mahendra. Sebagai medan 'pertempuran', dipilih Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memberikan kepastian penafsiran atas UU.

“Dalam bahasa Betawi, ente jual ane beli,” ujar Yusril Ihza Mahendra di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2010).

Pernyataan ini disampaian usai mendaftarkan uji materi penafsiran UU Nomor
16/2004 tentang Kejaksaan Agung. Menurutnya, Pasal 19 dalam Pasal 22 UU No
16/2004 akan dihubungkan dengan prinsip negara hukum dan kepastian hukum. Sesuai diatur Pasal 1 dan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945.

“Dalam jurisprudensi MK, MK berwenang memberikan kepastian penafsiran UU atas UUD 1945, tidak selalu menguji UU atas UUD,” tambah mantan Menkumham ini.

Dengan berakhirnya masa bakti Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) berakhir pula masa jabatan Jaksa Agung. Namun Presiden SBY ternyata tidak memberhentikan Hendarman.

“Saya maju sendiri di sini, tanpa kusa hukum. Biar leluasa berdebat dengan Hendarman dengan bebas. Kalau lewat pengadilan, saya cuma menjadi saksi dan tak berdebat langsung,” tegas Yusril yang ditemani Herman Umar, kuasa hukumnya untuk kasus Sisminbakum

News - From South Africa

Paul si "Gurita Peramal"

BERLIN,UPEKS-Gurita di Jerman yang telah mengukir ketenaran karena "dengan tepat meramalkan" hasil pertandingan negeri itu dalam Piala Dunia harus dibebaskan, kata satu kelompok penyayang binatang, pekan lalu.
"Paul (nama gurita itu) telah meramalkan Jerman akan mengalahkan Argentina. Untuk itu, Paul juga dapat merayakannya, dan bukan hanya penggemar sepak bola, PETA Jerman ... sekarang meminta pihak berwenang agar membebaskan dia," kata PETA dalam satu pernyataan, sebagaimana dikutip dari AFP.
Organisasi tersebut menyerukan pembebasan tukang ramal sepak bola dari laut itu --yang saat ini berada di Sea Life di Oberhausen, Jerman barat-- ke satu taman nasional di perairan lepas pantai selatan Prancis, tempat penangkapan ikan dilarang.
"Paul terjebak di satu akuarium sempit ... Kami kira Paul akan baik-baik saja di laut," kata ahli biologi kelautan Tanja Breining dari PETA.
"Gurita termasuk di antara hewan tak bertulang belakang cerdik. Mereka mampu melakukan proses pemikiran yang rumit, memiliki ingatan jangka pendek dan panjang, menggunakan peralatan, belajar melalui pengamatan, memiliki kepribadian yang berbeda dan sangat sensitif terhadap rasa sakit," kata organisasi itu.
Dua kotak plastik, satu dengan bendera Jerman dan satu bendera saingan mereka, diturunkan ke kolam Paul, masing-masing berisi sepotong makanan lezat. Kotak yang Paul buka lebih dulu dinyatakan sebagai pemenang yang diramalkan oleh gurit tersebut.
Pada pertandingan sebelumnya, tukang ramal berkaki delapan itu secara tepat "meramalkan" Jerman akan mengalahkan Ghana dan Australia dalam pertandingan mereka di Group D. Dan untuk membuktikan bahwa hewan tersebut bukan hanya tertarik pada bendera Jerman, gurita itu juga secara benar meramalkan kekalahan atas Serbia.
Sekalipun gurita tersebut dilahirkan di Inggris, ia juga dengan licik dan benar "meramalkan" kemenangan 4-1 Jerman dalam dua pertandingan tim itu di 16 besar Ahad lalu.