Rabu, 21 Juli 2010

Technology Energy Terbarukan

POTENSI TEBU SEBAGAI PENGASIL ETHANOL


POTENSI TEBU SEBAGAI PENGASIL ETHANOL













Pada saat ini luas area tebu di seluruh Indonesia hampir 400 ribu ha, dengan produksi 2,3 juta ton. Tambahan area 600 ribu ha seperti yang diajukan SGC akan meningkatkan produksi gula menjadi 5,8 juta ton. Gula sebanyak itu lebih dari cukup guna memenuhi kebutuhan domestik hingga 5 tahun ke depan. Dari tambahan area seluas 600 ribu ha juga diperoleh tetes (molasse) sebagai hasil samping tebu sedikitnya 1,7 juta ton, atau cukup untuk menghasilkan 500 juta liter etanol per tahun. Bila etanol yang dihasilkan ini kemudian dicampur dengan premium menghasilkan gasohol E-10 (etanol 10%), maka itu hanya cukup untuk 5 milyar liter saja. Sementara konsumsi premium saat ini sudah mencapai 17,5 milyar liter. Ke depan konsumsi premium akan terus menggelembung. Pada 2010 diperkirakan kebutuhan premium akan lebih dari 38 milyar liter.

Upaya penggunaan etanol sebagai alternatif BBM perlu didukung. Paling tidak, hal itu dilatarbelakangi oleh 2 hal. Pertama, adanya alasan ekonomi yang kuat berkaitan dengan berkurangnya cadangan minyak, fluktuasi harga dan ketidak stabilan politik di kawasan Timur Tengah sehingga mengganggu suplai BBM di beberapa negara importir termasuk Indonesia.

Cadangan minyak di perut bumi Nusantara terus menyusut dan diperkirakan hanya cukup untuk 24 tahun ke depan. Impor BBM kita setiap tahun terus bertambah. Dalam kurun dua dekade ke depan, kebutuhan BBM akan tergantung sepenuhnya dari impor. Akibat suhu politik yang memanas di Timur Tengah pada 2005 lalu harga minyak melonjak hingga USD 70 per barrel. BBM sempat menghilang di pasar dan konsumen harus antri panjang guna mengisi tangki bahan bakar kendaraan dan kompor mereka. Situasi ini akan sangat tidak kondusif terutama bagi masyarakat dan kalangan industri. Kedua, adanya alasan lingkungan untuk menurunkan polusi. Sejak revolusi Industri, kadar CO2 atmosfer bumi bertambah 25%. Separuh dari penambahan tersebut terjadi dalam kurun 30 tahun terakhir. Sektor transportasi menyumbangkan sekitar 80% dari emisi CO2 tersebut. Pembakaran BBM menghasilkan gas Etanol dari Tebu.

Pemerintah Indonesia, meskipun agak telat, juga melakukan antisipasi atas situasi diatas. Salah satu wujudnya, yaitu terbitnya Instruksi Presiden No. 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar. Melaui Inpres itu, Presiden menginstruksikan 13 Menteri, Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah percepatan dan pemanfaatan biofuel. Sejauh ini untuk susbtitusi premium, etanol merupakan bahan yang paling menjanjikan. Etanol yang diproduksi dari tumbuhan (disebut bioetanol) diperoleh dari fermentasi gula dan pati. Gula bisa berasal dari tebu, sorgum manis atau bit. Pati diperoleh dari jagung, gandum, singkong, umbi-umbian dan bahan tanaman berpati lain. Produksi etanol dari tanaman akan menurunkan emisi CO2, karena tanaman membutuhkan gas tersebut bagi pertumbuhannya. Untuk setiap 4 milyar galon etanol yang dihasilkan dari tanaman, akan ditangkap CO2 sebanyak 26 juta 3m.


Energy Alternative

Brasil Negara Pertama di Dunia yang berbasis ETHANOL - Tebu



sugarcane ethanol

General Electric dan Brazil perusahaan energi federal, Petrobras, minggu ini membuka dunia pertama berbasis tebu etanol listrik. Operasi, di Juiz de Fora Power Plant, merupakan tonggak penting bagi Brasil. Ethanol berasal dari tebu di Brasil adalah salah satu bahan bakar nabati yang paling efisien dalam hal keseimbangan energi dan emisi karbon. Manfaat dari bahan bakar alternatif ini substansial: itu adalah sumber energi terbarukan dan mengurangi pembakaran emisi atmosfer, terutama Nitrogen Oksida.

The Juiz de Fora Power Plant adalah siklus sederhana, pabrik gas alam dengan kapasitas total 87 megawatts, terletak di bagian selatan negara bagian Minas Gerais, kira 180 kilometer (110 mil) utara Rio de Janeiro. Tanaman ini memiliki dua GE turbin gas LM6000, satu combustors yang telah dimodifikasi oleh GE untuk memungkinkan penggunaan etanol, membuat bahan bakar ganda (etanol dan gas alam). Hal ini meningkatkan keamanan energi pabrik dan keandalan dengan menyediakan sumber bahan bakar alternatif yang berharga untuk pembangkit listrik yang sebelumnya hanya punya satu tersedia bahan bakar.

Ketika kedua di dunia produsen terbesar etanol dan eksportir terbesar di dunia, Brasil akan mendapatkan keuntungan dari etanol memasukkan ke dalam profil generasi termal karena pasokan bahan bakar yang melimpah. Negara 35-tahun, pengalaman skala besar dalam etanol digunakan didasarkan pada teknologi pertanian yang efisien untuk budidaya tebu, memproduksi 26.9 miliar liter (atau sekitar 7.3 miliar. galon) di 2008, menurut data yang diberikan oleh Pemerintah Federal.

Lima Jenis Bambu Suci Orang Bali

Sumber : BALI, POS KUPANG.Com

Masyarakat Bali, yang mayoritas beragama Hindu tidak bisa lepas dari tanam-tanaman, bunga-bungaan dan kayu sebagai sarana dan prasarana sesaji saat ritual keagamaan. Bambu satu dari sekian tanaman yang dianggap suci dan wajib ada.

Demikian disampaikan peneliti Etnobotani Kebun Raya Bali, Ida Bagus Ketut Arinasa, di sela- sela konferensi ilmiah Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010 di Sanur, Bali. Menurut mantan Direktur Kebun Raya Bali tersebut, bambu termasuk jenis tanaman endemik Bali yang keberadaannya semakin menipis. Agar tidak langka dan bahkan punah, para peneliti Kebun Raya Bali mulai membudidayakan bambu di lahan kebun raya seluas 154,5 hektare tersebut.

"Secara keseluruhan, Kebun Raya Bali telah mengoleksi 69 suku atau famili yang terdiri atas 250 jenis atau spesies dan 1.511 spesimen tanaman adat Bali. Itu yang berhasil kami koleksi di Kebun Raya Bali," ujar Ida Bagus, "khusus budi daya tanaman khas Bali, dialokasikan lahan Taman Panti Yatna, yang digagas sekitar tahun 1992. Lahan itu untuk melestarikan tanaman yang digunakan umat Hindu sebagai sarana dalam upacara ritualnya" tambah Ida.

"Tidak mudah untuk mewujudkan impian tersebut, karena kami memerlukan waktu 10 tahun untuk melestarikan, dan menyediakan lahan konservasi," katanya. Kesulitan yang dihadapi adalah saat hendak menanam tumbuhan khas Bali yang habitatnya di dataran rendah dengan suhu panas, ke Bukit Tapak yang dingin, suhu udara bisa mencapai 8 derajat celsius pada musim dingin.

Sebelum dibudidayakan, tanam-tanaman itu kebanyakan tumbuh di dataran rendah, harus terlebih dahulu diaklimatisasi dudu, untuk menyesuaikan diri tumbuhan dengan habitat baru. "Kami harus menyesuaikan tanaman baru untuk dapat berkompetisi dengan habitat baru, antara lain bersaing dengan tanman besar dan tinggi-tinggi dan besar di hutan," kata Ida Bagus.

Beberapa tanaman endemik Bali yang dianggap suci, contohnya bambu. Ada lima jenis bambu yang digunakan untuk ritual sehari-hari antara lain :
1. Bambu jajang aya (Giganthocloa aya), secara morfologi tanaman tersebut
memiliki tinggi sekitar 15 meter, diameter bisa sampai 12 cm.
Daun bambu ini dianggap suci sehingga sering digunakan atap bangunan suci.
2. Bambu Jajang taluh (Giganthocloa taluh), biasanya digunakan untuk gedek,
dan sering digunakan untuk upacara kematian.
3. Bambu Tiing ooh (Bambusa ooh), Ruas buluhnya agak panjang, tipis dan biasa
digunakan sebagai sangar pucuk, tempat sesajen.
4. Bambu/Buluh kedampal (Schizostachyum castaneum), biasa digunakan untuk
tempat menampung air suci. Juga sering digunakan sebagai alat gerantang atau rindik,
alat musik dari bambu. Bambu ini banyak tumbuh di Kabupaten Tabanan.
5. Bambu Tiing alas atau Liplip (Dinocloa sepang), masih ada di tempat aslinya di hutan
alam di Sepang- Kabupaten Buleleng, dan kawasan hutan Jembrana. Diyakini sebagai
tanaman suci dan obat-obatan. Tidak endemik, tetapi populasinya di Bali sangat sedikit.
Di Pura Lempunyang, hanya ada satu rumpun.

Pembudidayaan semakin perlu karena kawasan pantai di hampir semua Pulau Bali kini beralih fungsi menjadi kawasan pariwisata yang 'ditumbuhi' bangunan dan hotel. "Namun karena agama Hindu menganjurkan tanam-tanaman ini dibutuhkan setiap hari, jadi penggunaan besar. Sebetulnya masyarakat sudah berusaha melestarikan sendiri untuk kebutuhan sendiri, tetapi karena tinggi peningkatan jumlah penduduk dari masyarakat lokal maupun terjadinya urbanisasi, maka pasokan tidak mencukupi. Apalagi lahan semakin banyak beralih fungsi, sehingga banyak tanaman yang tergerus," katanya.

Joke's - Masnana'ok "alias" Mata Karanjang

"KATONG dua tarlaen kalo mo bacarita musti dudu di dadegu. Apa lai kalo su ada kopi deng kokis, mo baomong apa sa bisa na. Mo dudu dar pagi sampe katumu pagi, sond ada yang lawan. Sakarang be rasa, urat kaki dong ke asam. Bet taku kana panyaki asam urat," Ama Tobo kastau dia pung kawan Ba'i Ndu.

"Na...kalo bagitu, katong dua jalan kaliling kampung sa. Mari su katong jalan," Ama Tobo ajak Ba'i Ndu.

Dong dua mulai jalan. Ama Tobo angka kain feo di leher. Dia pung parte Ba'i Ndu ju son mo kala. Baptua ju angka kain feo di kapala. Ba'i Ndu pake calana tarening warna kuning.

Lia dong dua bajalan, Ama Tobo pung bini Ina Feek batarea dar dalam rumah. "Wooeee.. basong du mo pi mana lai. Bet su eok ini kopi, basong dua bajalan."

"Ma simpan sa itu kopi. Sabantar bar katong minom. Katong mo bajalan kaliling kampung," Ama Tobo manyao dia pung bini.

"Auwiiii....,pung gumuk lai. Adiiii...,dia pung badan pung gaga lai. Kalo be dapa sang dia. Be urus sang lu mati pung. Lu hanya tunggu makan deng tidor sa. Samua be urus na. Bet kas mandi tarus. Mo pagi, siang, malam, bet kas mandi. Biar ko lu badan tamba bakincang. Lu pung tai sa bet angka na. Awis badan bagus bagini mo cari dimana oooo," Ama Tobo kasi komentar tiba-tiba.

Ba'i Ndu langsung sambar. "Woeee....,dasar mata karanjang. klo mo masnanaok na lia-lia dolo, Itu orang pung ana. Lu jang manoso sambarang. Tau diri sadiki. Su tua hola, masi masnanaok sond tau diri. Woe, lu pung lutut sa su tinggal dia pung tampurung karing. Itu mata jang ke karanjang," Ba'i Ndu protes Ama Tobo.

Ba'i Ndu pung pikiran Ama Tobo baomong ana parampuan dong. Ais pas dong dua lewat, ada ana parampuan dong lewat di dong pung muka.

"Kawan yang mata karanjang, lu pu maksud sapa...?? Beta rasa, kawan jang banile orang kalo balom tau orang pung maksud. Bet ju tau diri. Untuk apa kas komentar orang pung ana. Itu namanya dosa," Ama Tobo kas jalas Ba'i Ndu.

"Jadi ente omomg sapa lai," Ba'i Ndu tanya Ama Tobo.

"Tenga lima meter lai, ketong su sampe. Nanti be kas kanal sang lu. Pasti ente sanang mo mati." Pas deka sapi, Ama Tobo kas tau, "Ini dia kawan."

Humaniora - Kisah Pelik Semen Kupang Berakhir Sudah

Pabrik Semen Kupang Beroperasi Agustus
Sumber : Laporan Antara News,Rabu, 21 Juli 2010 | 09:24 WIB

KUPANG, POS KUPANG.Com---PT Sarana Agra Gemilang (SAG) menjamin akan mengoperasikan Pabrik Semen Kupang pada Agustus mendatang sebagai hadiah kemerdekaan bagi Rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT).


"Semua unit produksi sudah 90 persen bekerja. Tinggal kami memasang gas analyzer agar bisa mendapatkan nomor seri internasional atas pengelolaan pabrik tersebut," kata Direktur PT SAG Cabang Kupang, Ronny Kristianto di Kupang, Senin (19/7/2010).


Ronny menyampaikan hal itu menjawab keraguan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, atas nasib satu-satunya industri semen di NTT itu. Gubernur Lebu Raya menyatakan kecemasannya atas nasib Pabrik Semen Kupang itu karena PT SAG yang dipercayakan Kementerian BUMN untuk mengelola pabrik tersebut sejak tahun lalu hingga saat ini belum menunjukkan aktivitas apa pun.


"Kami tidak menyangka jika hampir sebagian besar unit produksi yang ada di pabrik ini mengalami kerusakan. Banyak instrumen pabrik yang harus kami ganti, termasuk di antaranya memasang gas analyzer tersebut," kata Ronny.


PT SAG yang biasa bergerak di sektor agroindustri itu akhirnya
mengambil alih manajemen pabrik yang ditinggalkan PT (Persero) Semen Kupang akibat krisis keuangan dan manajemen.


Pada awal mulanya, pihak manajemen memperkirakan akan memproduksi kembali Pabrik Semen Kupang pada akhir Mei atau awal Juni 2010, namun setelah dilakukan pengecekan lebih mendetail, ternyata instrumen alat ukur dan alat timbang juga tidak berfungsi semuanya.


"Kami sudah mengganti semua instrumen tersebut dan kini tinggal memasang gas analyzer yang dipesan dari China. Alat ini sudah tiba di Surabaya, namun masih dalam pemeriksaan pihak Bea Cukai Tanjung Perak, karena masuk dalam jalur merah," katanya.


Ia menambahkan, kendala lain yang dihadapi PT SAG sampai akhirnya menunda pengoperasian pabrik tersebut, karena masih terbatasnya daya listrik untuk mendorong mesin produksi dan instrumen pendukung pabrik lainnya.


Menurut Ronny, pihaknya sudah mengadakan tujuh unit genset berdaya masing-masing 1,2 MW untuk mendukung daya listrik dari PLN sebesar 3,5 MW. Namun, lima unit genset di antaranya mengalami kerusakan saat bongkar muat di pelabuhan. Sekarang sedang dalam perbaikan.


Ditambahkannya, daya listrik yang ada sudah cukup untuk menghidupkan panel listrik ke travo dan ke panel distribusi, namun untuk efisiensi dan hemat energi pihaknya akan menambah 8,0 MW listrik dari PLN pada Agustus mendatang.


Kondisi yang dihadapi pabrik Semen Kupang saat ini, menurut dia, sudah mendekati titik "clear production" sehingga target mereka untuk memproduksi pada Agustus sebagai hadiah kemerdekaan untuk rakyat NTT tidak terlalu meleset jauh.


"Kami sadar bahwa dengan adanya penundaan produksi tersebut, image yang muncul dalam pikiran masyarakat NTT tentu bernada negatif terhadap perusahaan pengelola pabrik Semen Kupang. Namun, mulai saat ini, kami berjanji bahwa pada Agustus 2010 ini Pabrik Semen Kupang sudah beroperasi kembali," janji Ronny. (ant)