Sebanyak 24.000 orang dari berbagai negara di dunia telah melakukan reservasi untuk kunjungan ke Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, setelah objek wisata alam itu masuk dalam nominasi Tujuh Keajaiban Dunia atau New7Wonders.
"Kemungkinan jumlah orang yang melakukan "reservasi" terus bertambah, selama Taman Nasional Komodo tetap disebut-sebut di seluruh dunia sebagai nominator New7Wonders," kata Kepala Seksi Sarana Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Nusa Tenggara Timur (NTT) Bonaventura M. Rumat di Kupang, Kamis.
Calon pengunjung Komodo itu, kata dia, berencana menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi objek wisata alam, di mana terdapat biawak raksasa atau dikenal dengan komodo.
"Ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk mendapat kunjungan wisatawan asing dalam jumlah banyak," kata Bonaventura.
Jika taman wisata alam itu masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia, lanjut dia, maka jumlah wisatawan ke objek tersebut akan bertambah banyak dan ini semakin mendatangkan devisa bagi negara dan masyarakat di Manggarai Barat.
Dia mengatakan, hal positif lain yang berkembang sejalan dengan kampanye terhadap komodo masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia adalah, sejumlah perusahan penerbangan nasional seperti Batavia Air dan Wings Air mulai membuka rute ke Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.
Bahkan, kata dia, sejumlah investor mulai membangun hotel berbintang empat di Labuan Bajo, antara lain Jayakarta, Bintang Flores dan beberapa lainnya.
Keputusan penerbangan nasional menyinggahi Labuan Bajo dan pembangunan sejumlah hotel berbintang oleh investor, antara lain mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo.
Dia juga menyebutkan, sejauh ini Taman Nasional Komodo masuk dalam 20 besar dari sebelumnya 28 besar nominator Tujuh Keajaiban Dunia.
Informasi yang diperoleh pers menyebutkan, saingan berat objek wisata alam yang masuk nominasi adalah Sungai Amazon di Amerika Latin dan sungai bawah tanah di Filipina.
B/Z003 (T.K006/B/Z003/Z003) 15-07-2010 13:18:56 NNNN
Copyright © ANTARA
Calon pengunjung Komodo itu, kata dia, berencana menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi objek wisata alam, di mana terdapat biawak raksasa atau dikenal dengan komodo.
"Ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk mendapat kunjungan wisatawan asing dalam jumlah banyak," kata Bonaventura.
Jika taman wisata alam itu masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia, lanjut dia, maka jumlah wisatawan ke objek tersebut akan bertambah banyak dan ini semakin mendatangkan devisa bagi negara dan masyarakat di Manggarai Barat.
Dia mengatakan, hal positif lain yang berkembang sejalan dengan kampanye terhadap komodo masuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia adalah, sejumlah perusahan penerbangan nasional seperti Batavia Air dan Wings Air mulai membuka rute ke Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat.
Bahkan, kata dia, sejumlah investor mulai membangun hotel berbintang empat di Labuan Bajo, antara lain Jayakarta, Bintang Flores dan beberapa lainnya.
Keputusan penerbangan nasional menyinggahi Labuan Bajo dan pembangunan sejumlah hotel berbintang oleh investor, antara lain mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo.
Dia juga menyebutkan, sejauh ini Taman Nasional Komodo masuk dalam 20 besar dari sebelumnya 28 besar nominator Tujuh Keajaiban Dunia.
Informasi yang diperoleh pers menyebutkan, saingan berat objek wisata alam yang masuk nominasi adalah Sungai Amazon di Amerika Latin dan sungai bawah tanah di Filipina.
B/Z003 (T.K006/B/Z003/Z003) 15-07-2010 13:18:56 NNNN
Copyright © ANTARA