Kamis, 02 Desember 2010

PANGAN - Makanan Tradisional

Pertemuan Pengembangan Pangan Lokal dan Pusat Kajian Makanan Tradisional


Pertemuan Pengembangan Pangan Lokal dan Pusat Kajian Makanan Tradisional dilaksanakan pada tanggal 6 – 8 Oktober 2010 bertempat di ruang pertemuan Puri Madura Hotel Cendana, Surabaya, Jawa Timur. Pertemuan dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan pada tanggal 6 Juli 2010, pukul 14.30 WIB. Pertemuan dihadiri oleh 86 orang peserta yang terdiri dari Inspektur II – Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian beserta staf, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Tengah, pejabat eselon III/ IV yang menangani penganekaragaman konsumsi pangan dari 28 provinsi dan unsur yang mewakili Badan Ketahanan Pangan dari 3 (tiga) Kabupaten (Berau-Kalimantan Timur, Kapuas-Kalimantan Tengah, dan Malang-Jawa Timur), Pusat Kajian Makanan Tradisional / Perguruan Tinggi dari 16 Provinsi, Ketua Harian Koperasi Jasa Boga Utama (KJBU), Sekretariat Badan Ketahanan Pangan dan staf lingkup Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan serta tim pengadaan barang dan jasa Badan Ketahanan Pangan. Setelah pertemuan, dilaksanakan pula kunjungan lapangan ke CV. Caprina Agroindustri di Malang – Jawa Timur dan Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) di Lawang pada tanggal 8 Oktober 2010.

Pertemuan bertujuan untuk : 1) Meningkatkan sinergi dan langkah-langkah konkrit dalam memadukan antara dunia penelitian, dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan pangan lokal dan makanan tradisional; dan 2) Meningkatkan komitmen dunia penelitian (PKMT), dunia usaha dan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota untuk mendorong industri pangan lokal yang efisien dan memiliki daya ungkit yang besar.

Keluaran dari pertemuan ini berupa rumusan langkah-langkah kongkrit dan sinergi program pengembangan pangan lokal dan makanan tradisional yang dapat diterapkan baik dari sisi perguruan tinggi, swasta dan masyarakat dalam upaya mendorong agroindustri pangan lokal di pedesaan.

PEDULI LINGKUNGAN - Penerima KALPATARUH 2010

PERINTIS LINGKUNGAN
Djohan Riduan Hasan
Jalan Thai Kap Sun No. 53, Kelurahan Girimaya, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Prestasinya dikenal dalam pengelolaan lahan kritis pasca tambang timah di Kepulauan Bangkabelitung.
Mateus Bere Bau
Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Melakukan penghijauan selama 35 tahun terus menerus.
Kholifah
Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Prestasinya dalam pembuatan Trichogramma, pupuk organik cair, pupuk organik padat, pengembangan tanaman hias, dan pengembangan jamur antagonis
Mahyiddin
Kelurahan Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Melakukan upaya pemulihan melalui program Tsunami Underwater Clean Up di Selat Rubiah dan Iboih, Sabang. Melakukan pengawasan terhadap penggunaan bom ikan dan potassium (illegal fishing) oleh nelayan di perairan Pulau Weh.
Ujang Solikhin
Desa Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota TNI-AD, memanfaatkan sampah mejadi energi alternatif berupa briket arang organik sebagai sumber energi biomassa pengganti bahan bakar minyak tanah.

PENGABDI LINGKUNGAN
Yohanes Ebo, SP.
Jalan Trans Waiwerang-Sagu, RT 021 RW 006, Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selama 24 tahun bekerja sebagai penyuluh pertanian melakukan berbagai terobosan dalam upaya pelestarian lingkungan.
Sumadi
Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Memotivasi masyarakat untuk membudayakan cara hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. Melalui berbagai forum pertemuan dan penyuluhan yang dilaksanakan secara terus-menerus di lingkungan masyarakat desa.

PENYELAMAT LINGKUNGAN
LSM PILIHI DIRI
Jalan Sidikalang-Medan, KM 6,2 Panji Bako II No 62, Kecamatan Sitinjo, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara. Menyelamatkan hutan ekosistem Leuser di wilayah perbatasan Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Setiap ada permasalahan lingkungan, yang ditemukan dilaporkan kepada aparat hukum.
KPSA PUSPITA HIJAU
RT 12 RW 02 Dusun Sulek Timur, Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Melakukan perbaikan kualitas lingkungan kawasan Gunung Sulek hingga terbangun seluas 274 ha hutan rakyat dan menyelamatkan 10 sumber mata air untuk kebutuhan air penduduk dan pertanian.
LSM REKONVASI BUMI
Jalan R.H. Joenus Soemantri No 4/20 RT 1 RW 1 Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten. Lembaga ini berprestasi dalam mengembangkan integrated management dalam pengelolaan DAS Cidanau berdasarkan konsep one river, one plan, one management.

PEMBINA LINGKUNGAN
Dra. Endang Sulistyowati
Jalan Kinibalu I Nomor 22 Ketapang, Kecamatan Kedemangan, Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Penggagas program sajisapo atau satu jiwa satu pohon. Berhasil mengajak penduduk setempat menanam mangrove. Luas areal di pesisir utara kota Probolinggo yang telah ditanami mangrove seluas ± 5 Ha dan menanam + 23.000 batang.
Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si.
Jalan Kendeng Barat II No. 44, Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Menjadikan kampus UNES-Semarang menjadi Universitas Konservasi (conservation university) seingga seluruh tatakelola internalnya didasarkan pada nilai-nilai dan praktik konservasi.