Selasa, 11 Oktober 2011

SEJARAH ASAL-USUL BULAN JANUARI SAMPAI DESEMBER

APAKAH kita pernah tahu sejarah munculnya bulan Januari sampai Desember..?

Pada Zaman Romawi kuno, awalnya kalender hanya dibuat dalam hitungan 10 bulan saja. Alasannya, ketika tiba musim dingin mereka tidak bisa bertani sehingga orang-orang pada zaman itu hanya melalui waktunya dengan menjalani kehidupan sehari-harinya dalam aktivitas di lingkungan komunitas mereka saja, sehingga tidak ada interpretasi atau hitungan waktu dan hari jadi tidak masuk hitungan kalender. Musim dingin yang berlangsung selama 61 hari itu tidak dimasukin dalam kalendar hingga pada akhirnya seorang bernama Numa Numae Pompilus yang mengadakan sedikit reformasi kalender. Dia ini adalah orang pertama yang mendirikan Institusi Pontiface (Kepala Agama). Pada waktu itu, kalendar dipahat dibatu kemudian batu-batu itu dikirim ke daerah-daerah jajahan Romawi, dan 10 bulan itu adalah :
 Martius (31)
 Aprilis (30)
 Maius (31)
 Junius (30)
 Quintilis (31)
 Sextilis (30)
 Septalis (31)
 Octolis (31)
 Novelis (30)
 Decemberis (31)

Awal mulanya Numa Numae Pompilus kala itu, membutuhkan kalendar yang bisa dijadikan patokan kapan harus diadakan upacara dan tidak hanya untuk bertani saja. Atas ide dan pemikiran inilah maka, setelah dipertimbangkan melakukan suatu simulasi untuk mengetahui jatuhnya tanggal 2 pada minggu-minggu sebelum musim dingin berarkhir, untuk mengadakan upacara ritual menyambut musim semi. Pada akhirnya ditambahkan 2 bulan yaitu ianuarius dan Februarius. Ianuarius berjumlah 29 hari dan februarius hanya berjumlah 28 hari.

Jadi total hari dalam 1 tahun sekarang adalah 355 hari dengan rincian hari setiap bulannya adalah sebagai berikut :
 Martius (31 days)
 Aprilis (29 days)
 Maius (31 days)
 Junius (29 days)
 Quintilis (31 days)
 Sextilis (29 days)
 September (29 days)
 October (31 days)
 November (29 days)
 December (29 days)
 Ianuarius (29 days)
 Februarius (28 days)

Seperti kita semua ketahui bahwa sistem kalendar dibuat berdasarkan pengamatan manusia terhadap munculnya bulan atau matahari dimana zaman Romawi, kedua parameter itu dipakai sebagai pertimbangan untuk melakukan perhitungan bulan-bulan kalender kala itu. Selain itu Romawi juga melakukan perhitungan kalendarnya berdasarkan pertimbangan perhitungan kalendar Yunani untuk penentuan hari, dimana perhitungan kalendar Yunani tidak menggunakan matahari dan bulan tetapi berdasarkan kemunculan bintang Sirius.
Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu nujum (pengamat bintang, matahari, bulan dan benda-benda langit lainnya), Para Astronomer yang ditugaskan untuk memperhatikan gerak matahari, bulan dan konstelasi menjadi tidak sinkron dengan perhitungan kalendar dan perayaan keagamaan menjadi rancu dan tidak tetap setiap tahunnya. Hasilnya adalah diadakannya penambahan 1 bulan baru yaitu bulan ke 13 yang disebut Marcedonius yang jumlahnya 27 hari. Jadi jumlah hari dalam 1 tahun menjadi 378 hari. Dimana setiap 2 tahun sekali, disisipkan sehingga menyebabkan rata-rata hari dalam 1 tahun adalah 366 hari atau sama dengan 1 tahun solar year.

Oleh karena Penyisipan bulan merupakan hak Pontifex maximus dan karena sering kali terjadi penyalahgunaan hak-hak dalam politik dalam Kekaisaran Romawi, seperti penambahan bulan Marcedonius ini, hal ini sering membuat kacau dalam penentuan masa jabatan seorang consul dan membuat kacau perhitungan gajinya. Maka pada Akhir tahun 45 SM, Julius Caesar mereformasi lagi kalendar Romawi menjadi :
 Ianuarius,
 Februarius,
 Martius,
 Aprilis,
 Maius,
 Iunius,
 Quintilis,
 Sextilis,
 September,
 October,
 November,
 December,
Januari dipilih sebagai bulan pertama karena diambil dari nama dewa Romawi Janus yaitu dewa penjaga gerbang olympus (atau diartikan juga sebagai gerbang menuju tahun yang baru). Dan juga karena 1 januari jatuh pada puncak musim dingin, maka disaat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua senat dapat berkumpul untuk memilih Consul, dan dibulan Februari Consul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Awalnya bulan juli adalah bulan kelima dalam kalender dan disebut Quintilis (yang berarti yang ke lima) serta memiliki 30 hari. Ketika terjadi penambahan dua bulan oleh Numa Pompilius dan pergeseran bulan oleh Julius Caesar maka bulan ini menjadi bulan ke tujuh, dan jumlah harinya pun ikut berubah menjadi 31 hari. Untuk menghormati Julius Caesar, (yang lahir pada tanggal 12) nama bulan ini kemudian diubah menjadi Julius.

Asal mula bulan Augustus dalam sejarah bulan kalender Romawi, bangsa Romawi dulu menyebut bulan ini dengan Sextilis yang berarti ke enam. Ketika terjadi penambahan dua bulan oleh Numa Pompilius dan pergeseran bulan oleh Julius Caesar maka bulan ini menjadi bulan ke Delapan. Kemudian diubah namanya menjadi Augustus untuk menghormati Oktavianus Augustus sebagai pengganti kaisar Julius Caesar. Bulan ini dipilih oleh Kaisar Augustus karena dia merasa selalu beruntung dibulan ini (waktu itu Sextilis), Karena ia tidak mau bulannya memiliki jumlah hari yang lebih pendek dari Julius Caesar maka ia “mencuri” satu hari dari bulan Februari dan menyebabkan bulan Agustus berjumlah 31 hari dan Februari berjumlah 28 hari

Masalah kalendar tidak berhenti sampai disini, berdasarkan hasil pengamatan gerak matahari, bulan dan konstelasi Ternyata 1 tahun itu bukan 366 hari, tetapi 365 1/4 hari. Kemudian Julius Caesar memerintahkan untuk menambahkan 1 hari ditahun ke 4. Tetapi tampaknya terjadi kerancuan, kemudian petugas penjaga kalendar waktu itu menghitung sebagai tahun ke 1 maka akibatnya dia menambahkan 1 hari dan hal ini terjadi sejak tahun 45 SM.

==Sekian==

Tidak ada komentar: