Rabu, 07 Desember 2011

Sejarah Bahasa Di Tanah Timor

Rumpun bahasa Austronesia adalah sebuah rumpun bahasa yang sangat luas penyebarannya di dunia. Dari Taiwan dan Hawaii di ujung utara sampai Selandia Baru (Aotearoa) di ujung selatan dan dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah (Rapanui) di ujung timur.

Austronesia mengacu pada wilayah geografis yang penduduknya menuturkan bahasa-bahasa Austronesia. Wilayah tersebut mencakup Pulau Formosa, Kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia, dan Pulau Madagaskar. Secara harafiah, Austronesia berarti "Kepulauan Selatan" dan berasal dari bahasa Latin austrālis yang berarti "selatan" dan bahasa Yunani nêsos (jamak: nesia) yang berarti "pulau".

Jika bahasa Jawa di Suriname dimasukkan, maka cakupan geografi juga mencakup daerah tersebut. Studi juga menunjukkan adanya masyarakat penutur bahasa Melayu di pesisir Sri Langka.

Bermacam Bahasa utama yang berkembang seiring dengan populasi penduduk di pulau Timor merupakan bagian dari Rumpun bahasa Austronesia yakni ; Dawan, Tetun, Kemak, Bunak dan Helong serta bahasa Proto dan Melayu Deutero. Tiga bahasa lainnya yang hanya digunakan di wilayah setempat dari grup bahasa Austronesia dari cabang Fabron yaitu Ndao, Rote dan Sabu.

Bahasa Dawan

Bahasa Dawan atau disebut Bahasa Timor atau Atoni, merupakan anak cabang Austronesia yang jumlah penuturnya mencapai lebih kurang 600 ribu orang. Penutur bahasa Dawan dikenal sebagai "suku Dawan" atau "Atoni Pah Meto".

Bahasa ini dipakai oleh masyarakat Timor bagian barat, khususnya di wilayah kabupaten Timor Tengah Selatan (sub-suku Amanuban, Amanatun dan Mollo), Timor Tengah Utara (sub-suku Miomafo, Biboki dan Insana) dan sebagian Kota dan Kabupaten Kupang (sub-suku Kopas, Timaus, Amfoan, Sonba'i dan Nairasis). Bahasa ini juga dipakai oleh masyarakat wilayah kantong Timor Leste, Ambeno.

Bahasa Dawan di Ambeno banyak dipengaruhi kosakata bahasa Portugis, sedangkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, kerap bercampur dengan Bahasa Indonesia.

Bahasa Tetun

Bahasa Tetun merupakan anak cabang dari bahasa Austronesia, dengan penutur utama di wilayah Timor. Di Timor Leste, bahasa ini merupakan bahasa resmi, selain bahasa Portugis. Di bawah Konstitusi negara, bahasa Indonesia dan Inggris merupakan bahasa-bahasa kerja. Bagi mereka, bahasa Tetun berfungsi sebagai bahasa pemersatu dan antarsuku, seperti layaknya bahasa Indonesia.

Bahasa Tetun yang berkembang di Timor Leste mengalami proses percampuran dengan bahasa Portugis, sehingga banyak sekali ditemukan kata pinjaman dalam bahasa tersebut. Bahasa ini kerap disebut "Tetun Dili" karena bermula dari kota Dili.

Bahasa Tetun di wilayah Indonesia cukup berbeda karena hanya sedikit terpengaruh Portugis dan justru banyak menyerap kata Indonesia dan Belanda. Bahasa inilah yang dianggap sebagai bentuk asli bahasa Tetun, yang sering disebut "Tetun Terik". Dituturkan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, bahasa ini hanya digunakan sebagai bahasa sehari-hari, sedangkan untuk urusan-urusan lainnya utamanya resmi digunakan bahasa Indonesia.

Bahasa Kemak

Bahasa Kemak atau bahasa Ema adalah bahasa yang digunakan suku Kemak di Indonesia (Sebagian masyarakat Kecamatan Malaka - Timor Barat)dan Timor Leste. Penuturnya terdapat di pulau Timor bagian tengah, di perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Dialek-dialeknya antara lain: Nogo & Kemak. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.

Bahasa Bunak

Bahasa Bunak adalah sebuah bahasa Austronesia yang dipertuturkan di Pulau Timor, yakni di Indonesia maupun di Timor Leste. Sebutan lain bahasa ini adalah: Buna’, Bunake, dan Bunaq. Penuturnya terdapat pada Sebagian masyarakat Kecamatan Malaka - Timor Barat.

Bahasa Helong

Bahasa Helong adalah bahasa yang digunakan suku Helong. Penuturnya terdapat antara lain di: 4 desa di ujung barat pulau Timor dekat pelabuhan Tenau, kota Kupang hingga wilayah Amarasi, dan sebagian besar desa di pulau Semau. Dialek-dialeknya diantaranya: Helong pulau, Helong darat, dan Funai. Komunitas penutur dialek Helong darat bermukim di pulau Timor sedangkan komunitas Helong pulau bermukim di pulau Semau. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.

Tidak ada komentar: