Ilmu Pertambangan Merupakan Suatu Cabang Ilmu Pengetahuan Yang Meliputi Pekerjaan Pencarian, Penyelidikan, Study Kelayakan, Persiapan Penambangan, Penambangan, Pengolahan Dan Penjualan Mineral-Mineral Atau Batuan Yang Memiliki Arti Ekonomis (Berharga). Pertambangan Bisa Juga Diartikan Sebagai Kegiatan, Teknologi Dan Bisnis Yang Berkaitan Dengan Industri Pertambangan Mulai Dari Prospeksi, Eksplorasi, Evaluasi, Penambangan, Pengolahan, Pemurnian, Pengangkutan Sampai Pemasaran.
Didalam prakteknya pertambangan ini dibagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a. Pertambangan Rakyat Yaitu Usaha Pertambangan Bahan Galian Yang Dilakukan Oleh Rakyat Setempat Secara Kecil-Kecilan Atau Gotong Royong Dengan Peralatan Sederhana Untuk Mata Pencaharian Sendiri.
b. Pertambangan Skala Kecil Yaitu Kegiatan Usaha Pertambangan Yang Dikelola Oleh Masyarakat Setempat Maupun Koperasi Unit Desa (KUD).
c. Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Yaitu Pertambangan Yang Diusahakan Tanpa Dilindungi Izin Yang Syah Seperti Pertambangan Liar.
Pekerjaan Utama Seorang Ahli Tambang Adalah Membebaskan Dan Mengambil Mineral-Mineral Serta Batuan Yang Mempunyai Arti Ekonomis Dari Batuan Induknya Kemudian Membawanya Kepermukaan Bumi Untuk Dimanfaatkan. Adapun Kegiatan-Kegiatan Dasar Penambangan Sendiri Terdiri Dari Pembongkaran, Pemuatan Dan Pengangkutan. Untuk Melaksanakan Tugas Utama Tersebut Dengan Sempurna Ternyata Harus Pula Melakukan Pekerjaan-Pekerjaan Tambahan Atau Pendukung Antara Lain Jalan, Disposal, Stockpile, Drainase, Jenjang, Reklamasi, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Begitu Juga Dengan Pemeliharaan.
PENGENALAN PETA TOPOGRAFI DAN DIGITASI PETA
Peta merupakan media untuk menyimpan dan menyajikan informasi tentang rupa bumi dengan penyajian pada skala tertentu
Mengapa memahami peta topografi itu penting ?
a. Informasi Tentang Keadaan Suatu Daerah.
b. Gambaran Tentang Kondisi Bentang Alam (Bukit, Sungai, Jalan, Dll)
c. Jarak, Arah, Luas, Dll.
d. Kita Dapat Menempatkan Data Hasil Eksplorasi
e. Menginterpretasikan Sebaran
f. Menginterpretasikan Potensi, Dll
g. Kita Dapatmerancangsuatukegiatandiatasnya
h. Membuat Rencana Tambang
i. Menentukan Water Devide Dan Arah Aliran Air Hujan, Dll
Turunan Peta Topografi
a. Peta Hasil Eksplorasi, Yang Memuat Informasi Tentang Posisi Singkapan Batubara, Posisi Titik Bor
b. Peta Ketebalan Batubara
c. Peta Ketebalan Overburden
d. Peta Distribusi Fungsi Kualitas, Misalnya Kadar Sulfur, Distribusi Kalori, Dll.
e. Peta Jalan Tambang Dan Kemiringan Lereng
f. Peta Kemajuan Tambang
g. Peta Perencanaan Drainase Tambang (Peta Penyaliran)
Jenis-Jenis Peta
1. Berdasarkan isinya :
a. Peta Hidrografi (Peta Bathymetri )
b. Peta Geologi
c. Peta Kadaster (Peta Kepemilikan Tanah)
d. Peta Irigasi (Jaringan Saluran Air) Dan Lain-Lain.
2. Berdasarkan skalanya :
a. Peta Skala Besar (1 : 10.000 Atau Lebih Besar)
b. Peta Skala Sedang (1 : 10.000 - 1 : 100.000)
c. Peta Skala Kecil (< 1 : 100.000).
3. Berdasarkan penurunan dan penggunaan :
a. Peta Dasar, Untuk Membuat Peta Turunan Dan Perencanaan Umum Maupun Pengembangan Suatu Wilayah ;
b. Peta Tematik, Memuat Tema -Tema Tertentu
Unsur-Unsur Peta Topografi
Supaya peta mudah dibaca dan dipahami
a. Simbol : Digunakan Untuk Membedakan Berbagai Obyek, Misalnya Jalan, Sungai, Rel Dan Lain Lainnya .
* Daftar kumpulan simbol pada suatu peta disebut legenda peta .
b. Warna : digunakan untuk membedakan atau memerincikan lebih jauh dari simbol suatu obyek .
Peta Geologi :
a. batupasir berwarna kuning
b. batulempung berwarna hijau
Koordinat Peta
a. Koordinat Bassel
b. Koordinat UTM
c. Koordinat lokal Konversi, dengan mengikat kepada benchmark Umum
Garis Kontur
a. Garis: kumpulan titik
b. Kontur: kesamaan nilai dengan rujukan tertentu
c. Interval Kontur: menyatakan jarak vertikal atau beda tinggi antara dua kontur yang berdekatan.
Sifat Garis Kontur
a. Garis Kontur Saling Melingkari Satu Sama Lain Dan Tidak Akan Saling Berpotongan .
b. Pada Daerah Yang Curam Garis Kontur Lebih Rapat Dan Pada Daerah Yang Landai Lebih Jarang .
c. Pada Daerah Yang Sangat Curam Kemiringan Lerengnya Mencapai 900, Garis-Garis Kontur Membentuk Satu Garis
d. Garis Kontur Pada Bukit Atau Cekungan Membentuk Garis-Garis Kontur Yang Menutup Melingkar .
e. Garis Kontur Harus Menutup Pada Dirinya Sendiri .
f. Dua Garis Kontur Yang Mempunyai Ketinggian Sama Tidak Dapat Dihubungkan Dan Dilanjutkan Menjadi Satu Garis Kontur .
PENGENALAN GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)
GPS (Global Positioning System) Adalah sistem radio navigasi untuk penentuan posisi geografis menggunakan bantuan satelit dikembangkan sejak Tahun 1973 Oleh Departemen Pertahanan AS (AU-US) sampai sekarang
Sistem ini terdiri dari 3 segmen utama :
1. Segmen Angkasa/Space Segment (Satelit)
2. Segmen Kontrol/Control Segment (Stasiun Pengendali)
3. Segmen Pemakai/User Segment (Alat/GPS)
1. Segmen angkasa/satelit
Terdiri Dari 24 Satelit
Menempati 6 Orbit (Bentuknya Mendekati Lingkaran)
Setiap Orbit Ditempati 4 Satelit (Diatur Sedemikian Rupa Agar Minimal Selalu Nampak 4 Satelit
Orbit Satelit Berinklinasi 55° Terhadap Bidang Ekuator 20.200 Km- Ketinggian Rata-Rata Dari Permukaan Bumi
Beratnya Lebih Dari 800 Kg
Bergerak Dengan Kecepatan Rata-Rata 4 Km/Detik
Mempunyai Periode 11 Jam 58 Menit (12 Jam)
Gelombang Sinyal GPS Pada 2 Frekuensi (L-Band) Yaitu L1 Dan L2
L1 Berfrekuensi 1575,42 Mhz Dan L2 Berfrekuensi 1227,60 Mhz
L1 Membawa 2 Buah Kode Biner (P-Code, Precise Or Private Code) Dan Code C/A (Clear Access Or Coarse Aquisation)
L2 hanya membawa kode C/A
Satelit GPS Secara Kontinyu Memancarkan Sinyal Gelombang
2. Segmen Kontrol
Mengontrol Masalah Kesehatan, Komponen Dan Menentukan Orbit Seluruh Satelit
Terbagi Di Beberapa Daerah, Yaitu :
- P. Ascension (Samudera Atlantik Bagian Selatan)
- Diego Garcia (Samudera Hindia)
- Kwajalein (Samudera Pasifik Bagian Utara)
- Hawaii
- Colorado
Pertama Kali Digunakan Untuk Kepentingan Militer (Perang)
Selanjutnya Dikembangkan Untuk Kepentingan Yang Lebih Luas (Iptek)
Dapat Digunakan Baik Di Darat, Di Laut Maupun Di Udara
Tidak Dibatasi Oleh Waktu Dan Tempat
3. Segmen pengguna
Pertama Kali Digunakan Untuk Kepentingan Militer (Perang)
Selanjutnya Dikembangkan Untuk Kepentingan Yang Lebih Luas (Iptek)
Dapat Digunakan Baik Di Darat, Di Laut Maupun Di Udara
Tidak Dibatasi Oleh Waktu Dan Tempat
Jenis/tipe GPS
1. Navigasi -------> 50 - 100 Meter
2. Pemetaan ------> 1 -5 Meter (Deferensial Dan Dilengkapi Peta)
3. Geodetik -------> Orde Mm
Metode pembacaan
1. Statik (Diam Ditempat)
2. Kinematik (Bergerak)
DOP = Delution Of Precision/ Bilangan Yang Digunakan Untuk Merefleksikan Kekuatan Geometri Dari Konstelasi Satelit. Semakin Kecil Bilangannya Semakin Bagus Akurasinya
Keunggulan GPS
Dapat Memberikan Informasi Posisi Geografis, Kecepatan Dan Waktu Secara Tepat Dan Cepat
Dapat Digunakan Setiap Saat
Tidak Terpengaruh Oleh Cuaca
Tidak Terpengaruh Oleh Topografi Daerah
Dapat Menentukan Posisi Pada Lingkup Yang Luas
Mudah Digunakan Dan Relatif Murah
Penentuan tinggi dengan GPS (ellipsoid)
H = Tinggi Orthometrik (Geoid)
H = Tinggi Ellipsoid
N = Tinggi Undulasi Geoid (MSL)
Ε = Defleksi Vertikal (< 30 “)
CATATAN
- Rumus Di Atas Adalah Untuk Pendekatan
- Cukup Teliti Untuk Keperluan Praktis
- Besarnya Defleksi Vertikal (Ε ) Umumnya Tidak Melebihi 30”
GPS (Global Positioning System)
GPS adalah teknologi yang rumit, tetapi pemahaman dapat mudah jika Anda mengambil atau memahami langkah-langkah secara bertahap. Tutorial GPS ini mencoba untuk memberikan penjelasan GPS mulai dari pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip GPS dan nantinya berkembang ke arah aplikasi GPS lanjutan. Memang memerlukan waktu untuk memberikan materi apapun, apalagi kita tidak mempunyai dasar ilmu bagaimana membuat tulisan yang baik ataupun bagaimana cara mengajar yang baik. Tapi harapannya mudah-mudahan Tutorial GPS ini bermanfaat bagi semua.
Bagaimana GPS muncul ?
Awalnya ide ini berasal dari seseorang di masa lampau yang berpikir, bagaimana keberadaan kita saat ini, lokasinya dimana, dan akan pergi ke suatu tempat yang tentunya memerlukan kejelasan lokasi tempat yang tepat. Terkadang, hanya menyebutkan alamat suatu tempat, belum tentu kita menemukan posisi yang dimaksud oleh alamat tadi. Ataupun ada kesamaan alamat bisa terjadi pula. Hal inilah tentunya salah satu yang mendasari munculnya GPS.
Sistem Navigasi dan posisi merupakan hal yang penting dalam berbagai aktifitas dan prosesnya sampai saat ini masih dianggap suatu hal yang rumit. Selama bertahun-tahun perkembangan teknologi berusaha menyederhanakan urutan suatu aplikasi teknologi, tetapi penyederhanaan prosespun terkadang merugikan kita juga.
Akhirnya, Departemen Pertahanan Amerika Serikat memutuskan bahwa militer mereka harus mempunyai suatu bentuk teknologi yang sangat teliti mengenai suatu posisi yang tepat dari suatu lokasi apapun yang ada di permukaan bumi ini. Kebetulan waktu itu mereka mempunyai dana segar senilai 12 juta dollar, dan tentunya hal ini dijadikan modal untuk membangun suatu teknologi mutakhir yang baik.
Kenapa Departemen Pertahanan Amerika mengembangkan GPS ?
Pada waktu itu ada sejenis perlombaan senjata dari ICBM, menjadi suatu hal yang menarik dalam hal menentukan lokasi tepat dari lokasi misil yang ditembakkan oleh musuh. Tentunya dengan mengetahui dengan mengetahui lokasi secara tepat, kita bisa menghancurkan musuh tersebut beserta seluruh perangkat persenjataan mereka.
Hal tersebut tidaklah terlalu sulit waktu itu untuk menemukan lokasinya, apabila lokasi peluncuran senjata itu berada di daratan, dimana waktu itu kebanyakan misil darat berasal dari daratan uni soviet. Akan tetapi sebagian besar jenis senjata nuklir, ternyata ditembakan dari arah lautan. Tentunya untuk mempertahankan kekuasan amerika, mereka harus menemukan cara bagaimana menemukan posisi tepat, walaupun itu berada di tengah samudera yang luas dalam hitungan jam. Dan mereka menemukan GPS. GPS atau global positioning system, merupakan suatu system yang merubah system navigasi sampai saat ini.
Differential GPS merupakan suatu bentuk kerjasama dari dua receiver GPS, satu receiver GPS posisinya diam dan receiver GPS lainnya bergerak menyusuri area yang akan dipetakan posisinya. Jadi satu receiver GPS merupakan base station (reference GPS) dan receiver GPS lain menjadi rover GPS. Perlu diingat, untuk Differential GPS, tidak hanya terbatas menggunakan 2 receiver GPS saja, Anda bisa menggunakan 3, 4 atau berapapun receiver GPS. Yang penting ada salah satu yang harus menjadi GPS reference / base station-nya.
Tutorial GPS untuk Pemula
GPS sebagai auto tracking device banyak dipakai dalam berbagai aktifitas manusia, tidak hanya digunakan pada pesawat terbang, kapal laut, mobil cargo (vehicle tracking) juga berperan sebagai personnel tracking systems yaitu untuk kepentingan individu. GPS sebagai system tracking tentunya agak sedikit komplek untuk mempelajari sampai ke rangkaian sirkuit receiver. Berikut adalah tutorial GPS untuk pemula, sebagai gambaran dasar mengenai peralatan gps.
GPS System consept
1. Satelit GPS bergerak mengelilingi bumi dalam orbitalnya yaitu 2x sehari
2. Masing-masing satelit GPS mentransmisikan sinyal data ke bumi dan sinyal-sinyal data tersebut digunakan untuk menghitung posisi suatu titik di bumi
3. Untuk menghitung posisi tersebut, GPS mentransmisikan perbedaan waktu dimana waktu tersebut dihitung sebagai jarak dari beberapa satelit GPS ke permukaan bumi atau ke receiver GPS yang ada di bumi.
4. Untuk bisa menghitung posisi diperlukan minimal 3 sinyal satelit GPS yang tertangkap oleh receiver GPS kita di bumi. Dengan mendapatkan sinyal dari 3 satelit GPS kita bisa menghitung posisi secara 2 dimensi yaitu x dan y
5. Bila receiver GPS bisa menangkap sinyal satelit minimal 4 satelit maka kita bisa menghitung suatu posisi secara 3 dimensi (x, y, z=ketinggian)
Akurasi GPS
1. Banyak faktor yang mempengaruhi akurasi posisi salah satu diantaranya adalah faktor atmosfer.
2. Sebagai system tracking GPS pada aplikasi penerbangan dapat dicapai ketelitian kurang lebih 15 meter
3. Untuk lebih meningkatkan akurasi posisi bisa digunakan pasilitas WAAS (wide area augmentation system) dimana dapat akurasi ± 3-8 meter. Untuk fasilitas WAAS tidak diperlukan alat khusus untuk mendapatkan sinyal WAAS, sepanjang di Negara tersebut dimana kita melakukan atau menggunakan receiver GPS terdapat atau terpasang WAAS Ground (untuk koreksi satelit).
4. Untuk lebih meningkatkan ketelitian digunakan DGPS dimana dapat meningkatkan ketelitian ± 3-5 meter.
GPS Satellite
1. Satellite GPS pertama kali diluncurkan tahun 1978, perkembangannya sampai tahun 1994 terdapat 24 satellite GPS. Sekarang satellite GPS yang beroperasi sudah lebih dari 30 buah
2. Usia satellite GPS rata-rata 10 tahun, sehingga apabila sudah melewati umur tersebut harus dilakukan perawatan rutin ataupun diganti
3. Berat satellite GPS rata-rata ±2000 pounds (± 1 ton), lebar solar panelnya ± 17 feet / ± 5 meter, power transmisi
