Rahasia kemenangan Spanyol
Sumber : BBCIndonesia.com - detiksport
Pelatih Spanyol Vicente del Bosque mengungkap rahasia kenapa timnya bisa mendominasi sepakbola dunia setelah sepakan Andres Iniesta ke gawang Belanda berhasil membuat Spanyol mengawinkan gelar Piala Eropa dan Piala Dunia.
Del Bosque mengatakan, Saya kira usaha kami, kemenangan kami.. tidak akan berakhir. "Buktinya adalah kelanjutan dari apa yang kami capai sejak merebut gelar Piala Eropa tahun 2008 dan akan terus berlanjut. Dalam suasana gembira Del Bosque menyatakan "rahasia kami adalah selalu menikmati setiap pertandingan dan membawa suasana riang di ruang ganti pemain.
"Spanyol layak untuk menang. Ini melebihi dari sekadar olahraga. Kami akan merayakannya dan dengan bahagia membaginya kemenangan ini kepada seluruh warga Spanyol.
Meski terkesan diuntungkan dengan keputusan wasit yang memberikan sembilan kartu kuning ke Belanda plus kartu merah untuk Johnny Heitinga, tetapi Del Bosque mengatakan hasil ini adalah ganjaran bagi sepakbola indah.
Bagaimanapun Del Bosque sepertinya enggan mengkritik gaya permainan Belanda. "Saya harus memberi selamat kepada lawan kami, mereka membuat pertandingan ini menjadi sangat sulit dan mereka memiliki sejumlah peluang bagus.
Faktor "Fabregas"
"Bertanding melawan Belanda ketika mereka menunjukkan kecepatan bermain itu sangat sulit tapi kami berhasil mengatasinya, secara keseluruhan saya rasa kami mendominasi pertandingan. Satu kunci bagi kesuksesan Spanyol adalah dengan memasukkan gelandang Cesc Fabregas, pemain yang membela klub Arsenal tersebut berhasil mengubah pola lapangan tengah Spanyol dan memberi umpan penting ke Iniesta untuk menciptakan gol kemenangan di menit akhir perpanjangan waktu.
Saat mencetak gol, Iniesta membuka bajunya mengungkap tulisan penghormatan bagi Daniel Jarque, pemain Spanyol yang meninggal akibat serangan jantung Agustus tahun lalu dengan sebuah pesan "Dani Jarque selalu bersama kami.
Iniesta menjelaskan "Saya ingin membawa Dani Jarque bersama tim. Kami ingin merasakan kekuatannya. Kami ingin menghormatinya di dunia sepakbola, dan ini adalah kesempatan terbaik untuk melakukan itu semua. "Ini untuk Dani Jarque, untuk keluarga saya, untuk semua warga. Ini adalah hasil dari jerih payah yang lama dan melewati waktu sulit.
Ditanya mengenai kemungkinan Spanyol mempertahankan gelar di tahun 2014, dia enggan menjawabnya seraya berkata, sekarang waktunya untuk menikmati Piala Dunia, kita lihat nanti dalam waktu empat tahun mendatang.
* * * *
Rekor 100% Chelsea Atas Big Four
Getty Images (02/05/10).
Chelsea memetik kemenangan penting saat melawat ke Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris. Terancam disalip Manchester United jika kalah di Anfield, 'Si Biru' justru memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 lewat gol Didier Drogba dan Frank Lampard.
Kemenangan tersebut mengantar Chelsea semakin dekat dengan gelar juara Liga Inggris. Dengan hanya satu pertandingan tersisa, The Blues unggul satu poin atas Manchester United yang menguntit di bawahnya.
Ada hal lain yang membuat Chelsea sangat pantas berbesar hati dan optimistis titel juara akan bisa didapat terkait laga kontra The Reds itu. Soalnya, kemenangan tersebut membuat The Blues mencatatkan rekor menjadi satu-satunya tim yang mampu memetik dua kemenangan atas seluruh anggota Big Four dalam satu musim sejak era Premier League dimulai tahun 1992 silam.
Rentetan kemenangan Chelsea atas tiga klub tradisional penghuni empat besar lainnya dimulai saat menang 2-0 ketika menjamu Liverpool di pekan delapan. Masih di Stamford Bridge, John Terry cs empat pekan berselang memetik kemenangan 1-0 saat menjamu The Red Devils.
Pada 29 November 2009, kemenangan besar dengan skor 3-0 diraih saat menghadapi Arsenal. Hebatnya hasil tersebut didapat Si Biru ketika melawat ke Emirates Stadium.
Pertemuan kedua Chelsea dengan Arsenal, di Stamford Brodge tak mengalami banyak perubahan karena anak didik Carlo Ancelotti kembali bisa memetik kemenangan 2-0.
Setelah menundukkan MU dengan 2-1 di Old Trafford pada 3 April lalu, Chelsea akhirnya benar-benar menyempurnakan musim atas The Big Four. Di Anfield, Minggu (2/5/2010), kemenangan dengan skor 2-0 berhasil didapat.
Rekor Chelsea vs Big Four
vs Liverpool (Kandang) W 2-0
vs Manchester United (K) W 1-0
vs Arsenal (Tandang) 3-0
vs Arsenal (K) 2-0
vs Manchester United (T) 2-1
vs Liverpool (T) 2-0...//(02/05/10).
Perayaan Gila Lorenzo di Kolam Jerez
Getty Images (02/05/10).
Foto Terkait
Lorenzo menjadi juara MotoGP Spanyol setelah memenangi pertarungan sengit dengan Dani Pedrosa di lap terakhir. Hasil tersebut mengantar dia sementara memuncaki klasemen pembalap dengan poin dikumpulkan berjumlah 45.
Tapi bukan cuma keberhasilan memuncaki klasemen yang membuat Lorenzo senang luar biasa. Adalah kemenangan pertamanya di Sirkuit Jerez, yang merupakan balapan kandangnya, di kelas MotoGP yang membuat jagoan Yamaha itu melepaskan emosinya yang meluap-luap dengan cara yang tak biasa.
Setelah memastikan menyentuh garis finis di posisi terdepan, Lorenzo memarkir tunggangannya di salah satu sudut lintasan. Dia kemudian berlari kecang dengan masih menggunakan seragam balapnya sejauh beberapa puluh meter.
Tepat di bibir sebuah kolam yang terletak di tengah sirkuit, dia melompat bebas ke dalamnya. Masih menggunakan helm dan baju balap lengkap, pembalap Spanyol itu terlihat asyik berenang di kolam tersebut.
"Saya melihat danau itu pada hari Kamis dan berpikir kalau saya lompat ke sana maka fans akan menyukainya," sahut Lorenzo seperti dikutip dari Autosport.
Satu hal yang disesali Lorenzo dari aksi nekatnya tersebut adalah soal bertambahnya bobot pakaian balap yang dia pakai. Tak lama setelah menceburkan diri, mantan juara dunia 250 cc itu terlihat berusaha berenang kembali ke tepi namun tak kunjung bisa bergerak.
"Tapi saya tak memikirkan soal beratnya pakaian kulit saya dalam keadaan basah dan untuk beberapa saat, saya pikir saya tak akan bisa keluar. Ini hari yang luar biasa. Saya tak percaya saya bisa meraih mimpi ini, di depan fans Spanyol di tempat yang magis ini," seloroh Lorenzo yang harus dibantu beberapa orang untuk keluar dari kolam dan tak ketinggalan acara penyerahan piala di atas podium.(02/05/10).
Pedrosa Tak Yakin Menang Sedari Awal
Getty Images (02/05/10).
Meraih pole position di sesi kualifikasi, Pedrosa dijagokan bakal bisa menang di MotoGP Spanyol. Apalagi di Sirkuit Jerez dia punya rekor bagus karena selalu naik podium dalam lima musim terakhir, dengan dua di antaranya menjadi juara.
Tanda-tanda Pedrosa bakal duduk di posisi teratas awalnya terlihat karena dia tak terkejar di posisi terdepan. Namun penampilan luar biasa Jorge Lorenzo di beberapa lap terakhir, yang berpuncak pada aksi overtaking di putaran terakhir, membuat Pedrosa harus puas dengan podium dua.
Ternyata sejak awal balapan Pedrosa tak terlalu berharap dirinya bisa keluar sebagai pemenang. Itu didasari pada kondisi motornya yang kurang punya daya saing dengan tim lain.
"Yang pertama, saya sendiri bahkan tidak memikirkan untuk bisa memimpin di sepanjang balapan. Saya gugup sebelumnya karena saya tak tahu saya bisa benar-benar bertahan di sana," ungkap Pedrosa usai balapan seperti dikutip Autosport.
"Kemarin saya menjalani lap dengan bagus di kualifikasi, tapi saya tahu kalau ritmenya akan sulit buat kami. Saya terkejut bisa berada di depan," lanjut pembalap asal Spanyol berusia 24 tahun itu.
Meski tak yakin bisa menang sejak awal, gagal juara tetap menimbulkan kekecewaan buat Pedrosa. Namun karena hasil balapan MotoGP Spanyol lebih baik dibanding MotoGP Qatar, dia tetap antusias dengan posisi dua yang akhirnya didapat.
"Okay, posisi kedua dan kehilangan status pemimpin balapan di setengah lap terakhir bukan hasil terbaik. Tapi tentu saja dibanding di Qatar ini adalah hasil yang hebat," pungkas rider yang di seri pembuka itu 'cuma' bisa finis di posisi tujuh(02/05/10).
'Pemain Inter Cerdas, Mourinho Fenomenal' - Soccer
Reuters
Semenjak tahun 1972, Nerazzurri belum pernah lagi menapak final Liga Champions --atau sebagaimana sebutannya dahulu, European Cup. Pun demikian halnya beberapa tahun belakangan saat Inter begitu mendominasi kompetisi Seri A.
Jelang MotoGP Spanyol Stoner Mengejar yang Pertama - Moto GP
Getty Images
Total sudah 20 balapan dimenangkan Stoner di kelas MotoGP sejak dia bergabung di kelas tersebut tahun 2006 lalu. Namun dari jumlah dan periode tersebut dia belum sekalipun jadi pemenang di MotoGP Spanyol.
Catatan terbaik yang bisa dia bukukan di sirkuit tersebut adalah finis ketiga di musim 2009 lalu. Ditambah kegagalan finis pada seri pembuka di Qatar lalu, keinginan Stoner untuk memetik kemenangan pertamanya di Jerez semakin besar.
"Di masa lalu hingga kini, ini bukanlah salah lintasan favorit saya, tapi kami membuat langkah maju tahun lalu dan bisa finis di podium. Kami memulai dari nol pada kesempatan ini dan pada hari jumat kami akan bekerja keras mencari seting untuk balapan," sahut Stoner di MCN.
Selain posisi tiga yang didapat musim lalu, Stoner sejak musim 2006 berturut-turut cuma bisa finis di posisi enam, lima dan 11. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan salah satu jagoan tuan rumah, Dani Pedrosa yang justru selalu naik podium sejak 2005.
"Anda membutuhkan handling yang bagus untuk trek ini dan juga stabilitas yang bagus dan saya pikir arah yang kami ambil terkait pengembangan GP10 akan membantu kami kompetitif di hari Minggu nanti," pungkas Stoner optimistis.
Kualifikasi MotoGP Qatar Ungguli Rossi, Stoner "Pole Position" - Moto GP
Getty Images
Dalam sesi kualifikasi yang dihelat di Sirkuit Losail, Minggu (11/4/2010) dinihari WIB, Stoner tampil gemilang sejak pembukaan sesi. Seketika dirinya keluar dari pit dan melibas trek, pembalap asal Autralia ini langsung menorehkan catatan waktu 1:55,203.
Catatan tersebut lebih cepat dibandingkan dengan Rossi, Dani Pedrosa, dan Jorge Lorenzo yang lebih dulu turun ke lintasan. Rossi menorehkan catatan 1:57,049, Pedrosa 1:55,392, sementara Lorenzo 1:59,195.
Dua puluh lima menit sesi kualifikasi berlangsung, Stoner terus memperbaiki catatan waktunya. Ia pun kembali menorehkan catatan waktu tercepat dengan 1:55,575. Rossi sempat mematahkan catatan ini dengan lap time 1:55,478.
Pada akhirnya, Stoner sukses memenangi aksi adu cepat dengan Rossi. Rider 24 tahun ini menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1:55.007. Dia unggul 0,355 detik atas Rossi yang menorehkan catatan waktu 1:55,362. The Doctor akhirnya menempati urutan kedua.
Menjadi pembalap tercepat ketiga dalam sesi kualifikasi ini adalah Lorenzo. Pembalap asal Spanyol ini finis dengan catatan 1:55,520. Ia unggul atas Randy De Puniet yang berada di urutan empat dengan catatan waktu 1:55,831.
Melengkapi posisi lima besar adalah Loris Capirossi yang menorehkan catatan waktu 1:55,899. Sementara Pedrosa melorot ke urutan tujuh dengan catatan 1:55,990.
Hasil Kualifikasi MotoGP Qatar
1. Casey Stoner (Ducati) 1:55,007
2. Valentino Rossi (Yamaha) 1:55,362
3. Jorge Lorenzo (Yamaha) 1:55,520
4. Randy de Puniet (LCR Honda) 1:55,831
5. Loris Capirossi (Rizla Suzuki) 1:55,899
6. Andrea Dovizioso (Repsol Honda) 1:55,963
7. Dani Pedrosa (Repsol Honda) 1:55,990
8. Colin Edwards (Monster Yamaha Tech 3) 1:56,005
9. Nicky Hayden (Ducati) 1:56,163
10. Hiroshi Aoyama (Interwetten Honda) 1:56,227
11. Ben Spies (Monster Yamaha Tech 3) 1:56,271
12. Mika Kallio (Pramac Racing) 1:56,283
13. Alvaro Bautista (Rizla Suzuki) 1:56,450
14. Aleix Espargaro (Pramac Racing) 1:56,283
15. Marco Simoncelli (San Carlo Honda Gresini) 1:56,957
16. Hector Barbera (Paginas Amarillas) 1:57,130
17. Marco Melandri (San Carlo Honda Gresini) 1:57,325
Performa Jelek, Trulli Salahkan Mobil - Formula One
Getty Images
Empat balapan Formula 1 telah dilaksanakan. Dari empat seri tersebut, Trulli dua kali hanya mampu finis di urutan 17 yakni di GP Bahrain dan Malaysia. Di China dua pekan lalu ia gagal finis dan seri Australia terpaksa ia lewatkan tanpa berlomba.
Akibatnya, posisi Trulli kian jeblok. Mantan pembalap Toyota tersebut kini bertengger di urutan 22 alias juru kunci di klasemen pembalap.
"Jelas saya tahu ini tidak akan muda bahwa semuanya akan menjadi hal baru dan kami akan butuh waktu. Bagaimana pun saya berharap setidaknya bisa membalap," ungkap Trulli seperti dilansir dari Sky Sports.
"Sebaliknya setelah empat balapan saya tidak ikut sekali dan ketika saya sampai di garis finis, itu karena saya memutuskan harus melihat chequered flag, tapi itu jauh dari kondisi ideal."
"Keberuntungan buruk sepertinya setia menghinggapi mobil saya, semua terjadi kepada mobil saya dan hanya mobil saya. Jadi, hari ini ekspektasi saya belum terpenuhi," sesalnya.
Meski begitu, Trulli menolak untuk menyerah. Pembalap 35 tahun ini meyakini hasil di akhir musim merupakan hal yang lebih penting.
"Masih terlalu dini untuk mengadilinya, kami butuh waktu untuk sebuah penilaian yang reliabel. Saya tahu ini akan sulit tapi saya benar-benar belum membalap. Saya akan melampaui penilaian ini di akhir musim," tuntas Trulli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar